
Setelah masuk ke dalam kamar tamu Krisna sungguh kesulitan untuk memejamkan mata nya apalagi jika ia mengingat keindahan hakiki yang baru saja dilihat nya juga adegan mesra kedua orang tua nya.
"Aaaarrrrggghhh!!!" Teriak Krisna, ia menutup wajah nya dengan bantal.
Rasa Frustasi mengantarkan pemuda tampan itu larut ke dalam alam mimpi nya.
...❄❄❄❄...
Pagi ini mentari sudah mulai menampakkan sinar hangat nya, terlihat gadis yang masih bergelut dengan selimut tebal itu menggeliat serta membuka sipit mata nya.
"Dimana aku?" Gumam nya dengan suara khas bangun tidur, duduk dan melihat ke kanan dan kiri.
"Oh kamar Krisna?", Gumam nya dengan kembali merebahkan tubuh nya namun detik berikut nya Alinda kembali duduk dengan cepat.
"Apa?! Kamar Krisna?!", Mulai mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan sosok tampan tetangga nya itu.
Dengan cepat gadis itu turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya, ritual mandi pagi yang menyegarkan ia lakukan setelah mencari keberadaan Krisna dikamar itu namun tak di temukan nya.
Dengan menggunakan Kemeja Krisna yang kebesaran gadis nakal itu keluar dari dalam kamar Krisna, "Pasti tidur di kamar tamu", Batin nya dengan membuka handel pintu kamar tamu.
Terlihat sosok pemuda tampan yang masih tidur dengan bertelanjang dada, otak jail Alinda mulai mode on.
Perlahan Alinda melangkahkan kaki nya mendekati ranjang Krisna, ia berniat mencubit hidung Krisna namun, TAP!! BRUGH!!
"Aaaakkk!!" Teriak Alinda terkejut.
Tangan Krisna dengan sigap meraih tangan yang sudah siap mencubit hidung dan dengan cepat menarik nya kemudian membanting Alinda di atas ranjang nya hingga kini posisi kedua nya berbalik dengan posisi Alinda yang di tindih oleh Krisna.
Wajah Krisna tepat berada di atas wajah Alinda, namun masih dengan mata yang terpejam.
Perlahan mata itu terbuka dan Alinda yang mendadak merasa malu pun menggerakkan kakinya dan DUGH!!
"Auwhhh... " Krisna meringkuk kesakitan karena bagian inti nya terkena lutut Alinda dengan tenaga yang tidak main-main.
Gadis itu segera berlari keluar dari kamar itu, "Woy mau kemana lo Lin! Aduuuuhh..." Teriak Krisna masih dengan meringis kesakitan.
Setelah selesai dengan persiapan di pagi hari kini Krisna keluar dari kediaman nya, bersiap berangkat ke sekolah, ia melihat bangunan yang ada di samping.
"Tumben tu anak belum nyamperin?" Tak seperti biasa gadis nakal itu belum menampakkan batang hidung nya setelah kejadian pagi tadi.
Tak lama kemudian Krisna melihat sosok yang dinanti nya tengah mengeluarkan sepeda gunung.
Sedikit mengerutkan alis, Krisna seperti tak percaya kalau gadis itu akan mengendarai sepeda untuk ke sekolah.
Sedikit berlari Krisna mendekati Alinda, "Nggak usah aneh-aneh deh! Ntar lo capek terus ketiduran lagi di kelas, habis itu kena hukuman!", Oceh Krisna dengan menahan sepeda Alinda.
"Minggir!", Singkat Alinda menyuruh Krisna minggir dari hadapan nya.
__ADS_1
"Nggak!", Ngotot Krisna masih berdiri di hadapan Alinda.
"Awas minggir bang Cakra mau pake ini sepeda, gue ntar kena omel kalau nggak gue keluarin ini barang!", Mendengar ucapan Alinda barusan Krisna merasa kikuk.
"Lo kenapa? Cieeee... Nggak ikhlas kan kalau gue nggak berangkat bareng sama lo?" Meledek dengan senyum yang menyebalkan itulah yang tertampil di wajah Alinda saat ini.
"Ng... Nggak!! Siapa bilang?!", Ucap Krisna yang kemudian melangkahkan kaki nya kembali ke rumah.
"Bang! Mah, Alinda berangkat bareng sama Krisna!" Teriak gadis remaja itu, kemudian dia bergegas menyusul langkah kaki Krisna yang sudah jauh di depan.
...❄❄❄❄...
Siang hari di gedung teater...
Seperti biasa latihan drama kolosal ini berlangsung dengan sedikit perdebatan, apa lagi setiap Sendy dan Alinda mempraktikkan adegan sweet Romeo and Juliet.
"Oh Romeo!" Alinda memerankan dengan sangat baik saat ini ia memeluk Sendy dari belakang.
Sendy sedikit menoleh kemudian berbaik menatap Alinda, "Ya Julia, aku hanya akan pergi sebentar saja, berjanjilah kau akan baik-baik saja" Dengan membelai pipi Alinda, kedua makhluk kocak ita berusaha serius namun lagi-lagi Krisna berulah.
Saat Sendy hendak mendaratkan ciuman nya di kening Alinda, "STOP!!," Teriak Krisna.
Sontak semua nya berhenti dan menoleh ke arah Krisna, "Salah lagi?" Tanya Sendy dan Alinda bersamaan.
"Nggak! Udah kalian udah bagus kok" Ucap Krisna.
"Sekarang kita ngumpul dulu buat pembahasan pentas seni besok!" Ucap Krisna, kemudian semua anggota teater berjalan ke tengah aula untuk berkumpul.
"Nggak kok Sen, aman" Ujar nya, namun detik berikut nya, gadis itu terhuyung jatuh namun dengan sigap Sendy menangkap nya.
GREB!!
"Woy tolong! Alinda Pingsan!" Teriak Sendy, Krisna yang mendengar nya segera berlari dan menggantikan Sendy yang menopang tubuh Alinda.
Dengan segera Krisna menggendong tubuh Alinda dan di bawa nya ke dalam ruang UKS, beruntung masih ada beberapa perlengkapan kota P3K yang tersedia di dalam sana.
Cukup lama Krisna menanti kesadaran Alinda, akhir nya gadis itu kini menunjukkan tanda-tanda kesadaran nya.
"Lin? Lo denger gue?" Tanya Krisna ketika mendapati mata Alinda terbuka sedikit.
"Hem... " Sahut gadis itu lemah.
"Lo telat makan lagi ya?" Membuka bungkusan roti Krisna berniat menyuapkan nya sedikit demi sedikit.
"Jangan sakit dong!" Ucap Krisna dengan menyodorkan potongan roti ke mulut Alinda.
Dengan patuh Alinda menerima nya, baru saja Alinda membaik, seorang guru mencari Krisna.
__ADS_1
"Krisna!" Panggil nya, kemudian Krisan beranjak dari tempat duduk nya kemudian sedikit berbincang dengan guru itu.
"Ini surat penerimaan beasiswa untuk tahun depan, kata nya kamu sudah mengikuti tes nya" Ucap guru yang memberikan surat itu sedikit terdengar oleh telinga tajam Alinda.
"Iya bu terimakasih" Sahut Krisna sebelum ia kembali ke dalam UKS.
"Lo jadi ke New York?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Alinda.
"Iya" Singkat Krisna menjawab nya.
Hening, kedua nya terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"Kenapa nggak kuliah di sini aja?" Tanya Alinda dengan raut yang serius.
"Setelah kuliah gue harus bantuin papa ngurus perusahaan" Jelas nya.
Terlihat Alinda menghela nafas, "Terus gue gimana?"
"Gimana apa nya?" Tanya Krisna.
"Gue, gue kan nggak bisa belajar tanpa lo!" Ucap Alinda dengan memalingkan pandangan nya.
"Ya maka nya mulai sekarang belajar yang bener" Ucap Krisna dengan mengacak pucuk rambut Alinda.
"Berat Kris, gimana gue bisa belajar dengan bener kalau yang selalu kasih semangat buat gue aja mau pergi ninggalin gue, gue udah terlanjur sayang sama lo Kris" Dengan menepis rasa malu Alinda mengungkapkan rasa sayang nya.
Krisna tak menyangka kalau gadis nakal itu akan berani mengungkap kan perasaan nya.
Senyum Krisna tampilkan, "Iya Gue juga, gue suka kok punya adik kaya lo, ceria, enerjik, penuh warna, nanti belajar lebih giat, biar bisa nyusul gue ke New York, ntar di sana kita belajar bareng lagi"
"Jadi selama ini lo anggep gue cuma seperti adek lo?" Tanya Alinda dengan mata yang mulai membendung buliran bening yang siap meluncur.
"Lalu?" Tak menjawab pertanyaan yang Krisna berikan, Alinda turun dari ranjang UKS dan berjalan keluar, "Tunggu! Jelas in dulu!", Krisna menahan lengan Alinda, namun gadis itu menepis lengan Krisna dan berlari menjauh.
" Kenapa sih? Apa gue salah?" Gumam Krisna bertanya-tanya dengan sendiri nya yang bingung.
...❄❄❄❄...
Sore hari, Alinda memilih pulang lebih dulu ia tidak menunggu kelas teater selesai, gadis itu termenung menunggu taxi di depan gerbang sekolah.
Sampai sebuah mobil berhenti di depan nya, "Woi Lin! Ngapain?!" Teriak seorang gadis yang mana itu adalah salah satu sahabat bobrok nya.
Menatap penuh tanya karena di dalam mobil ada banyak teman-teman nya, "Lo pada mau kemana?"
Rasa penasaran itu membuat Alinda bertanya, "Ikut yok!", Ajak salah satu teman Alinda yang bernama Fraya.
Terdiam sejenak Alinda terlihat berpikir, dan dari kejauhan Krisna nampak berjalan mendekat ke arah nya.
__ADS_1
Karena rasa kecewa yang baru saja ia rasakan, gadis itu segera masuk ke dalam mobil bersama teman-teman nya.
"Linda! Alinda! STOP!!" Berlari dengan berteriak Krisna berusaha mengejar namun percuma karena mobil yang di tumpangi Alinda kini sudah melaju dengan cepat.