
Karena bu Yuli memerintahkan untuk mengumpulkan kembali lembar jawab yang sudah di bagikan itu, mau tak mau semua mengumpulkan kembali.
Alinda di bantu Fraya sebagai saksi untuk memeriksa setiap lembar jawab yang ada, dan akhirnya ketemulah sebuah lembar jawab yang bernoda lip tint warna merah muda di lembar jawab itu.
"Nah ini punya saya bu!" Ucap Alinda mantap, namun bu Yuli segera membaca nama siapa yang tertera di sana.
"Siska Aulia!" Teriak nya dengan memandang ke arah semua siswa.
Merasa terpanggil nama nya, Siska segera beranjak dari duduk nya dan melangkahkan kaki jenjang nya ke meja guru.
"Saya bu," Sahut Siska dengan menundukkan kepala nya.
"Apa ini lembar jawab mu?" Tanya bu Yuli dengan tegas.
"Ya iya lah bu, sudah jelas ada nama saya di sana" Ngotot Siska berucap.
"Eh lo jangan macem-macem deh!" Fraya yang tersulut emosi mencengkeram kerah leher Siska.
"Fray stop Fray! Ini urusan gue!" Alinda menghentikan kebrutalan sahabat nya.
"Ya gue nggak terimalah, jelas-jelas ini punya lo!" Fraya berbalik membentak Alinda.
Bu Yuli pun sesegera mungkin memutar otak nya, agar kegaduhan tidak lagi mengisi ruang kelas itu.
"Stop! Diam kalian! Mumpung masih ada waktu satu jam, Khusu buat Alinda dan Siska, apa kalian mau mengulang mengerjakan soal yang sama? Di sini, juga di awasi oleh teman-teman kalian dan langsung saya koreksi di sini!" Keputusan bu Yuli mampu mengembangkan senyum lebar di wajah Alinda.
"Setuju bu!" Alinda
"Tidak bu!" Siska
Kedua nya menjawab secara bersamaan. Semua mata tertuju pada Siska yang terlihat tidak suka jika harus mengulang tes.
"Kenapa kamu tidak setuju Siska?" Tanya Bu Yuli dengan suara elegan nya.
"Ya jelas dia nggak berani lah bu, orang lembar jawab nya dia yang nilai nya jelek itu!" Sengaja Fraya menyulut emosi Siska agar tertantang dan menerima tawaran Bu Yuli untuk tes ulang.
"Jaga ya mulut lo! Gue emang nggak mau tes ulang ya karena emang lembar jawab itu punya gue!" Ucap Siska tak kalah ngotot nya.
"Sudah-sudah Siska! Kalau kamu saja bisa menyelesaikan soal di lembar jawab ini, maka tak ada beda nya untuk kamu mengerjakan lagi!" Ucap Bu Yuli dengan menunjukkan lembar jawab yang ada noda lip tint nya.
Setelah keputusan yang di ambil guru cantik itu tidak bisa di ganggu gugat, akhir nya Siska dan Alinda kembali duduk dan mengerjakan soal yang sama seperti yang sebelumnya.
Alinda masih sangat serius dengan mengerjakan soal-soal nya sedangkan Siska, dia terlihat gemetar, dan itu membuat Fraya semakin yakin kalau Siska tadi menukar hasil tes nya dan mengganti nama nya juga.
Satu jam telah berlalu Alinda mengumpulkan lebih dulu lembar jawab nya sedangkan Siska meminta waktu tambahan.
"Halah udah nggak usah sok serius, nggak bisa mah ya nggak bisa aja! Sok-sok an kamu!" Cibir Fraya yang sedari tadi mengamati sikap Siska yang seperti nya berkeringat dingin.
__ADS_1
Bu Yuli terlihat mengoreksi lembar jawab Alinda dan senyum manis terlukis di wajah ayu guru muda itu.
"Selamat ya Alinda, kamu lolos" Ucapan selamat yang Bu Yuli ucapakan membuat Alinda membelalakkan mata nya dengan menutup mulut menggunakan kedua tangan nya.
Gadis itu luruh ke lantai dan bersujud dengan isak tangis yang membuat bahu nya bergetar.
"Sudah-sudah jangan menangis, lebih baik segeralah pulang dan kita bersiap-siap untuk keberangkatan kita dua hari lagi" Ucap Bu Yuli membuat Alinda duduk dan menatap guru yang saat ini memegang kedua pundak nya.
"Makasih bu," Ucap Alinda dengan memeluk erat tubuh guru muda itu.
"Terimakasih sudah memberikan saya kesempatan untuk membuktikan kalau saya mampu" Imbuh Alinda di tengah isak tangis nya.
"Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, juga termasuk kamu" Jelas Bu Yuli dengan mengajak Alinda berdiri dari duduk nya.
"Siska, sudah selesai belum? Ayo ini sebentar lagi giliran team yang lain" Ucap Bu Yuli setelah melepaskan pelukan Alinda.
Dengan langkah kaki gemetar Siska menuju meja depan, dengan kelembutan nya bu Yuli meraih lembar jawab yang di sodorkan oleh Siska.
Sejenak terdiam tak bersuara semua ketika bu Yuli mengoreksi lembar jawab Siska.
"Siska maaf tapi nilai mu kurang bahkan dengan lembar jawab yang tadi kau akui itu sangat jauh" Ucap Bu Yuli.
"Sa... Saya kalau buru-buru tidak bisa konsentrasi bu" Ucap Siska berkilah.
"Ya sudah, ya sudah kalian sudah bekerja keras hari ini, silahkan pulang dan bersiap untuk apa yang akan kalian bawa ke negara besar itu" Ucap bu Yuli kemudian semua bubar, tak mau menggubris Siska lagi Alinda sudah terobati dengan hasil nya sendiri.
...❄❄❄❄...
Hari pun berlalu bagitu saja...
Kini Alinda, Sendy, dan Fraya baru turun dari pesawat, tanah negara yang jauh dari negara tercinta, kini mereka pijakkan kaki di sana.
"Welcome to the New York City!!!" Teriak dua gadis yang sangat tidak menyangka akhir nya mereka bakal kuliah di negara asing dengan Menggunakan bahasa asing pula.
"Kita kemana kak?" Tanya Alinda pada Cakra, ya saat itu kebetulan Cakra ada tugas di negara tersebut.
Alinda sudah tak sabar ingin bertemu dengan pemuda tampan yang sudah berhasil menuntun diri nya sampai ke negara asing ini.
Mereka menunggu mobil jemputan, dan tak lama kemudian mobil Ram Pickup berwarna merah dengan paduan hitam berhenti di depan mereka.
Kaca mobil di bagian kemudi pun terbuka dan menampakkan wajah tampan seumuran om-om.
"Papa?" Lirih Alinda terkejut, karena sudah bertahun-tahun diri nya tak bertemu dengan ayah biologis nya itu.
Senyum tampan Frans suguhkan untuk menyambut putri yang tak bisa ia asuh sendiri itu.
"Ayo kalian segera masuk, langit mendung sebentar lagi pasti hujan!" Ucap Frans yang segera di turuti oleh ke empat pemuda itu.
__ADS_1
Sedikit melepas rindu Alinda duduk di samping sang ayah dengan mengajak nya bercerita.
Dari kenakalan nya sampai keberhasilan yang baru ia raih ini, "Anak papa memang hebat!" Ucap Frans dengan mengacak pelan kepala Alinda.
Mobil mewah itu terparkir di halaman luas, tepat nya di depan bangunan megah bak istana dengan tiga lantai.
"Ini rumah papa?" Tanya Alinda terkagum-kagum.
Hanya tersenyum Frans menanggapi nya, kemudian mereka masuk ke dalam hunian mewah itu, untuk sementara Frans meminta agar mereka tinggal di sana saja, namun Alinda menolak, karena rumah mewah itu jauh dari kampus nya.
Setelah istirahat sebentar Frans mengantarkan para calon mahasiswa itu ke sebuah apartemen elite yang tak jauh dari kampus.
Mereka memilih satu unit apartemen yang mana di dalam nya ada dua kamar, Frans memberikan wejangan kepada para muda mudi itu untuk selalu ingat batasan mereka.
Setelah selesai menata barang-barang bawaan, Frans dan Cakra pamit karena sebentar lagi akan ada pertemuan, sedangan Alinda dan Fraya istirahat di dalam kamar mereka, dan Sendy lebih memilih main game di ruang tengah.
...❄❄❄❄...
Hari pertama di apartemen...
Sore hari Alinda keluar dari pintu apartemen nya dan berjalan menuju lift, gadis itu berniat untuk mencari makan, namun Fraya dan Sendy masih asik dengan dunia mimpi nya, alhasil dirinya keluar sendiri.
Tubuh sintal itu mulai memasuki alat transportasi vertikal itu dan segera menekan tombol nya, pintu lift perlahan mulai menutup tapi siapa sangka kaki seorang pemuda menghalangi nya kemudian tanpa permisi ia masuk dan berdiri di depan Alinda kemudian menekan tombol lift.
Aroma maskulin yang sedikit mengingatkan Alinda pada seseorang membuat Alinda menatap tubuh tinggi tegap di depan nya itu.
"Krisna?" Lirih Alinda dan itu berhasil membuat pemuda di hadapan nya itu menoleh kearah Alinda.
Membola netra indah itu tatkala diri nya mendapati rupa tampan yang kini telah terlihat lebih dewasa dari terakhir kedua nya saling bertatap muka.
"Krisna? Ini kau?" Dengan mengedip beberapa kali Alinda berucap kembali.
"Kau... "
TING...
Belum sempat Krisna melanjutkan kata-kata nya pintu lift terbuka dan beberapa orang masuk hingga lift sangat penuh, bahkan kini tubuh Krisna tepat berada di depan Alinda bahkan bisa di bilang Krisna mengungkung tubuh gadis itu agar tidak terhimpit oleh orang lain, sesekali kedua netra itu bertamu namun segera mengalihkan pandangan.
Seolah tercipta jarak diantara kedua nya, apa karena waktu yang sudah lama memisahkan hingga menciptakan rasa canggung?
Atau karena memang kedua nya sudah sama-sama dewasa?
Ataukah ada rasa lain di hati masing-masing?
Hanya mereka dan Tuhanlah yang tau...
Jangan lupa berikan like dan komentar terbaik kalian, see you next episode, bay bay 🥰🥰🥰
__ADS_1