
Pagi yang cerah kini Alinda dengan semangat nya bangun pagi dan segera bersiap untuk berangkat ke sekolah, sedikit rasa khawatir ketika ia menilik ke arah jendela kamar Krisna yang tumben sekali belum terbuka.
"Apa dia beneran sakit ya?" Gumam Alinda dengan melangkahkan kaki nya menuju balkon kamar nya.
"Ah bodo! Mau dia sakit kek apa kek, peduli apa gue?!" Mengurungkan niat nya gadis yang sudah mantap dengan move on nya kini kembali masuk ke dalam kamar nya dan turun ke lantai satu untuk sarapan dengan mama nya.
"Pagi sayang," Sapa Kista dengan menyiapkan sarapan mereka berdua, senyum Alinda suguhkan," Mama kapan pulang?"
"Semalam pas banget Krisna keluar mama nyampe rumah, mama dengar semalam kamu membanting pintu, ada apa? Apa kalian bertengkar?" Tanya Kinan dengan mengoleskan selai kacang di atas roti tawar yang ada.
"Hah? Eee... Nggak kok," Singkat Alinda menjawab kemudian ia mencomot satu sandwich buatan mama tercintanya itu.
TIN... TIN... TIN...
Terdengar klakson dari halaman depan, "Siapa Al?" Tanya Kista dengan menoleh ke arah pintu depan kemudian kembali memandang putri bungsu nya.
"Nggak tau, mobil nya Krisna kali" Ujar nya.
"Loh... Krisna nggak ngomong sama kamu kalau hari ini dia berangkat duluan? Kata nya ada tes beasiswa sih" Jelas Kista.
"Hah? Udah berangkat?" Melongo Alinda mendapati penjelasan dari mama nya.
Kinan hanya menganggukkan kepala nya sedangkan Alinda dengan segera melahap potongan sandwich yang masih lumayan besar itu dan berusaha mengunyah nya dengan cepat setalah menelan nya ia segera berlari setelah minum beberapa teguk air putih.
"Hey hati-hati jangan lari!" Teriak Kista.
"Iya mah Alinda berangkat!" Sahut Alinda yang sudah sampai di teras depan.
"Hay, bareng yok!" Ajak cowok yang duduk di atas jok motor yang tak lain adalah Kenzi.
"Boleh, boleh yok buru!" Ucap Alinda yang langsung nangkring di atas jok motor Kenzi di bagian belakang.
Kedua nya mulai meluncur menuju sekolahan.
Setiba nya di sekolah Alinda segera menuju ke kelas nya hanya untuk meletakkan tas nya kemudian kembali keluar.
Langkah kaki jenjang itu terus berlari menuju gedung SMA, "Mau kemana lo?" Tanya Sindi yang saat itu berpapasan dengan Alinda di halaman sekolah.
"Mau cari Krisna, dimana dia?" Sedikit pun Alinda tak menunjukkan senyum manis seperti biasa nya.
__ADS_1
"Dia lagi tes di gedung B," Bagai mendapat penerangan di tengah kegelapan, Alinda dengan segera berlari menuju gedung B yang di maksud Sindi, tanpa mengucap terimakasih, gadis itu membuat Sindi menggelengkan kepala nya pelan.
Kekhawatiran akan kondisi kesehatan Krisna juga ke khawatiran tentang tes kedua nya Krisna membuat gadis remaja itu bolos, terlihat gadis dengan seragam SMP itu tengah berlari menaiki tangga dan sampai lah ia di gedung B.
Masih belum sampai di situ saja perjuangan nya mencari si tetangga tampan, ia melihat bahkan ia memeriksa setiap pintu yang ada tulisan B dari B1 sampai B7.
"Oh sial, dimana sih tempat test nya?" Bergumam sendiri Alinda sampai pada akhir nya dari ruang B8 keluar beberapa siswa yang rata-rata berkaca mata.
"Kak maaf, Liat Krisna nggak?" Tanya Alinda tanpa malu, memang nya siapa sih yang tidak mengenal nya? gadis dugal yang selalu menempel pada Krisna si siwa teladan.
"Krisna? kayak nya dia udah pulang deh, soal nya team nya dia kan bakal berangkat siang nanti" Ucap Salah satu siswa berkaca mata yang juga ikut mengejar beasiswa N.Y tapi beda team dengan Krisna.
"Shial gue telat lagi!" Lagi-lagi gadis itu berlari tanpa mengucapkan terimakasih.
Dengan berlari Alinda mencari sepeda nya yang kemarin dia tinggalkan di sekolah.
"Woi Alinda! Mau kemana?!" Teriak satpam sekolah yang saat itu sedang ngopi dan Alinda tiba-tiba menerobos gerbang yang terbuka sedikit itu.
"Bentar pak Darurat!" Teriak Alinda dengan terus menggoes sepeda nya.
...❄❄❄❄...
Sekilas ia menatap jendela kamar yang masih tertutup bahkan lampu tidur nya masih menyala.
"Hacim... " Krisna terserang flu dengan hidung yang memerah ia segera bersiap untuk mandi.
Setelah selesai bersiap pun ia tak menunggu Alinda karena jam pagi ini dia ada jadwal yang berurusan dengan beasiswa nya.
Krisna memang anak orang kaya tapi kalau ada yang gratis kenapa harus bayar? Begitulah prinsip nya yang selalu penuh dengan pertimbangan.
Pagi ini di sekolah masih belum banyak siswa yang berdatangan, ya team Krisna mendapatkan jam pagi ya itu dari jam 6 sampai jam 7.
Setelah selesai dengan tes tertulis nya, ia bersama guru pembimbing nya di arahkan dan di berikan lembaran.
"Maaf miss? ini berangkat nya hari ini?" Tanya Krisna terkejut dengan memegang kertas di tangan nya itu.
"Iya, jadi sekarang kalian pulang berkemas-kemas kemudian nanti sekitar jam satu siang kita bertemu di bandara ok!" Ucap guru itu menjelaskan.
"Baik Miss!" Ucap mereka serempak, terlihat pucat Krisna hari ini, apa lagi dengan flu yang melanda nya.
__ADS_1
Laki-laki tampan itu berjalan gontai menuju gerbang, dari kejauhan ia melihat Sindi tenggah berbicara dengan anak berseragam SMP.
"Ngapain tu anak SMP ke gedung SMA, ada yang lebih nekat dari Alinda kali ya? Dahlah bodo amat!" Gumam Krisna dengan sekilas menatap kelas Alinda yang ada di lantai dua.
Pemuda genius nan tampan itu kini sudah berada di rumah ia merapikan barang-barang bahkan ia tak lupa memasukkan diary nya yang berisi foto-foto masa kecil nya.
Sekitar setengah jam sudah Alinda mengayuh sepeda nya, akhir nya sampai juga gadis itu di depan rumah, tetangga tampan nya.
TOK... TOK... TOK...
Di ketuk nya pintu rumah itu dan tak lama kemudian keluarlah Riana mama nya Krisna, dengan tatapan bingung nya menatap Alinda yang bercucuran keringat juga dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Loh Alin nggak sekolah? Kok jam segini udah di sini? Ini juga keringetan banget, Alin nggak sedang bolos dan di kejar-kejar pak satpam kan?" Tanya Riana yang masih belum mempersilahkan masuk gadis yang bercucuran keringat itu.
"Krishhh... haaahhh... haaaahhh.... Krisna nyah... hadaaa tanteehhh?" Dengan nafas yang tidak beraturan gadis itu bertanya.
"Ada sih, tapi apa Krisna nggak bakal marahin kamu kalau dia tau kamu bolos?" Kembali Riana mengingatkan, dulu pernah gadis itu bolos sekolah dan Krisna memarahi nya habis-habisan.
Alinda hanya menggeleng, Riana yang melihat niat Alinda yang benar-benar tulus ingin menemui Krisna pun membuat Riana menepi dan membiarkan gadis itu masuk.
Dengan langkah sedikit berlari Alinda menuju kamar Krisna.
CEKLEK!! DHUBRAK!!
Alinda terjatuh setelah ia membuka pintu kamar Krisna. Pemuda yang tengah membereskan barang-barang itu terlihat terkejut dengan kedatangan nya.
"Alinda?" Lirih Krisna yang terkejut melihat gadis dengan penampilan kacau nya.
Krisna berdiri hendak mendekati gadis yang masih tersungkur di lantai itu, namun, Alinda bangkit dengan cepat dan memeluk Krisna yang sudah berdiri tepat di depan nya itu.
Alinda melepaskan pelukan nya kemudian ia menempelkan tangan nya di kening Krisna, tak dapat di pungkiri saat ini dia sangat khawatir dengan suhu tubuh Krisna yang sangat panas.
"Kamu sakit!" Ucap Alinda dengan mengerutkan alis nya.
"Dan itu virus dari aku semalam kan? Kembalikan!" Gadis itu dengan mengalungkan kedua tangan nya di leher Krisna dan kaki yang berjinjit berusaha mencium bibir Krisna.
Berusaha melindungi gadis nakal itu agar tidak terkena flu nya, Krisna mendorong wajah Alinda dengan telapak tangan nya dan DHUBRAK!!!
Suara keras itu berhasil membuat Riana dan Hermawan yang tengah asik ngeteh di ruang tengah berlari ke arah sumber suara.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan?!...