
Makan malam romantis Alinda dan Krisna sukses memperbaiki hubungan yang sempat merenggang karena ke salah pahaman diantara kedua nya.
Kini dua remaja itu terlihat tengah menikmati hidangan yang mereka pesan beberapa menit yang lalu, dengan pemandangan kerlap-kerlip lampu kota yang terlihat seperti taburan bintang di ladang bunga.
Sesekali kedua netra itu saling menatap dan pasti nya Alinda segera memalingkan pandangan nya ke arah yang lain, "Kok jadi malu gini sih, duuuuhhh... efek kelamaan serius belajar nih, jadi lupa deh cara nya jail in Krisna" Batin Alinda dengan masih mengunyah makanan yang baru saja ia suap ke dalam mulut nya.
...❄❄❄❄...
Di dalam apartemen...
Fraya tengah memainkan ponsel nya namun tiba-tiba, KRUCUK-KRUCUK-KRUCUK, team keroncong sudah mulai konser di dalam lambung indahnya.
Berjalan menuju unit sebelah yang mana Sendy berada di sana, TOK-TOK-TOK!!
Tangan dengan jemari lentik Fraya mengetuk pintu apartemen itu, tak butuh waktu lama gadis itu menunggu karena Sendy dengan segera membukakan pintu untuk gadis itu.
"Ya elah, lo?! Apaan sih?! Ganggu orang lagi rebahan aja!" Gerutu Sendy dengan berbalik hendak meninggalkan Fraya yang memasang tampang melas.
"Kak! Gue laper, cari makan yuk!" ajak Fraya dengan meraih lengan kekar itu dan di goyang-goyangkan nya lengan Sendy itu.
"Ish, udah gede juga, sana cari makan sendiri!" Ketus Sendy karena merasa terganggu, ya... pemuda tampan bertubuh tinggi kekar itu tengah bermain game menggunakan gawai tipisnya.
"Kakak tega ih, ntar kalau ada orang jahat gimana? kalau gue diculik gimana? kalau gue kenapa-kenapa gimana? Siapa yang mau tanggung jawab coba?" Mengerucutkan bibir nya membuat gadis itu terlihat sangat menggemaskan.
Sendy yang awal nya tak mau memperdulikan sedikit pun rengekan Fraya, kini ia menatap gemas gadis yang ada di samping nya itu, "Iiiiiihhh... Iya, iya, iya!" Cetus Sendy dengan menekan pipi kanan dan kiri Fraya menggunakan jempol dan juga ke empat jari nya.
Tersenyum riang gadis remaja yang tinggi nya tidak sampai 155cm itu, Sendy berjalan lebih dulu sedangkan Fraya mengikuti langkah kaki Sendy dengan sedikit berlari.
...❄❄❄❄...
Di Rooftop Kafe...
Krisna kembali serius dengan ucapan nya sebelum mereka menyantap hidangan yang tersaji.
"Lin?" Panggil pemuda tampan itu dengan berpindah tempat duduk, yang semula kedua nya terhalang oleh meja, kini menjadi bersebelahan.
Tak usah ditanyakan lagi bagaimana detak jantung Alinda, semakin Krisna dekat dengan diri nya, gadis itu semakin berdebar.
"Lo mau kan kita lebih serius dari hubungan kita yang kemarin?" Tanya Krisna yang tidak to the point, sungguh remaja berparas tampan itu tak ada sedikit pun pengalaman dalam menyatakan perasaan nya.
Ya... Alinda lah gadis pertama yang berhasil menyinggahi hati Krisna.
"Em... Maksud lo? Le... Lebih serius gimana?" Terbata Alinda gagal fokus dengan arah tujuan pembicaraan ini.
Krisna menggenggam tangan Alinda, hingga gadis itu lagi-lagi terpana, dengan sikap manis Krisna yang di berikan pada nya malam itu.
__ADS_1
Tatapan Alinda tak beralih dari genggaman Krisna pada tangan kanan nya, "Lin?" Panggil Krisna.
Barulah gadis cantik itu mengangkat pandangan nya dan beralih menatap Krisna yang ada di hadapan nya.
"Gue nggak mau kehilangan lo, gue nggak suka liat lo bareng sama cowok lain, tapi gue juga nggak bisa maksa lo, gue... "
"Iya Kris, Gue paham, tapi gue sendiri pun bingung dengan perasaan gue, gue takut, kalau sampai gue salah ngartiin perasaan ini" Sela Alinda dengan menepuk tangan Krisna yang menggenggam tangan kanan nya.
"Perasaan lo udah nggak seperti dulu lagi?" Tanya Krisna dengan tatapan sendu nya.
"Bukan masalah masih sama atau udah beda, tapi memang kenyataan nya, gue sendiri bingung apa ini hanya perasaan sekedar suka karena mengidolakan atau suka karena memang cinta, sayang dan saling membutuhkan," jelas Alinda dengan menatap raut wajah Krisna, terlihat pemuda tampan itu menghela nafas.
"Ya udah kita jalani apa ada nya aja dulu, biar aja mengalir mengikuti alur nya," Ucap Krisna yang segera beranjak dari duduk nya.
"Kris, lo marah?" Tanya Alinda dengan meraih lengan Krisna yang sudah berdiri tepat di hadapan nya dan hendak meninggalkan tempat itu.
"Nggak kok, gue nggak marah, yuk pulang udah malem ini," Terlihat senyum yang penuh paksaan itu mengembang di sudut bibir pemuda tampan itu.
GREB!!
Alinda memeluk tubuh atletis Krisna dengan erat, namun cukup lama Krisna tak membalas pelukan itu.
"Kris, bukan nya gue nolak, gue cuma nggak mau..."
Selama dalam perjalanan, Krisna sedikit pun tak mengajak berbicara Alinda, pemuda itu terlihat fokus dengan kondisi jalanan yang sangatlah ramai.
Sesekali Alinda menatap Krisna namun kali ini diri nya tak sedikit pun mendapatkan balasan dari pemuda idola nya itu.
"Duh kok malah jadi canggung gini sih, kan tadi udah baikan." Batin Alinda dengan mengalihkan pandangan nya ke jendela mobil yang ada di samping nya.
Sungguh perjalanan tak terasa lama karena Krisna membawa mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Kedua nya kini tengah berjalan memasuki gedung apartemen, dan memasuki sebuah lift, lagi-lagi keadaan sangatlah tidak mendukung kediaman kedua remaja itu.
Ya... Kondisi lift saat ini sangat sepi dan seolah waktu berjalan sangat lambat kala itu.
"Kris... "
Belum selesai Alinda berucap, tiba-tiba lampu yang ada di dalam lift padam.
"KRISNA!!" Sontak Alinda melompat ke pelukan Krisna, gadis itu terkejut juga takut.
Namun dengan sigap Krisna menangkap tubuh sintal yang kini berada di gendongan nya.
Kaki Alinda melingkari pinggang Krisna, sedangkan lengan nya memeluk erat leher kokoh itu, serta kepala gadis itu bersembunyi di ceruk leher Krisna.
__ADS_1
Dheg-Dheg... Dheg-Dheg...
Terdiam cukup lama dengan kondisi gelap yang sangat mencekam itu, detak jantung kedua nya terdengar saling beradu kecepatan.
Namun tak lama kemudian lampu kembali menyala, "Lin, lampu nya udah nyala," Bisik Krisna tepat di samping telinga Alinda yang masih stay dengan posisi seperti tadi.
"Hah? Iya kah?" Tanya gadis itu dengan mendongakkan kepala nya melihat langit-langit dan kemudian ia menunduk, dan di sana lah kedua netra itu saling bertemu, terdiam satu sama lain, menatap menikmati keindahan yang hakiki.
Fokus Krisna beralih pada bibir berwarna pink natural yang terlihat manis itu, dan perlahan kedua nya saling memangkas jarak, hingga menyatu lah benda kenyal nan lembab itu.
Kecupan mendalam dengan segudang kerinduan yang begitu besar nya, mereka luapkan, tak ada penolakan atau pun pemberontakan di sana.
Masih dengan posisi Krisna yang menggendong Alinda, kedua remaja itu saling bertukar saliva, semakin dalam dan semakin menuntut ciuman itu membangunkan gairah kedua nya yang sama-sama besar juga sama-sama penasaran namun...
TING!!
Pintu lift terbuka, pergulatan benda kenyal itu terpaksa mereka sudahi, "Haahhh... Hahhh.. Hahhhh... " Nafas ter engah-engah menandakan ada sesuatu yang terbakar di sana, tanpa menurunkan Alinda, Krisna berjalan serta membawa gadis cantik itu ke dalam unit apartemen nya.
Alinda sengaja menyandarkan kepala nya pada pundak kekar Krisna.
CEKLEK!!
Pintu apartemen terbuka dan BRAK! Krisna hanya mendorong pintu itu dengan kaki nya hingga tertutup.
Membawa Alinda ke atas sofa lembut nan empuk, Krisna duduk dengan memangku gadis cantik itu.
"I Love you" Ucap Krisna tanpa menunggu jawaban dari Alinda, kembali Krisna melu-mat bibir yang kini telah menjadi candu bagi diri nya.
Tak menolak, Alinda membalas setiap kecupan serta lilitan antara indera perasa nya dan indera perasa milik Krisna.
Saking larut dalam permainan yang kian memanas ini, Kini tangan Krisna mulai membelai punggung halus itu dan sebelah tangan kekar itu meraba gundukan kenyal dari luar outer yang di pakai Alinda.
Masih tau batasan Krisna hanya ingin menikmati tanpa merusak keindahan gadis di pangkuan nya itu.
Sejenak Krisna melepas tautan kedua nya, dan mata sayu itu saling menatap satu sama lain, kemudian kembali Krisna menghujani wajah Alinda dengan kecupan-kecupan kecil.
Tertawa kecil kedua nya seolah bercanda dengan gairah yang mulai memanas itu, Alinda menggigit kecil bibir bawah nya, gadis itu menangkup wajah Krisna dan...
"I Love you" Bisik Alinda tepat di samping telinga Krisna, kemudian gadis itu menggigit serta mengecup telinga pemuda tampan itu.
Krisna tak menyangka akan mendengar kata itu dari bibir gadis yang saat ini tengah menyulut api gairah nya.
Dengan cepat Krisna membalikkan posisi dan menindih Alinda, di atas sofa lembut itu kedua nya kembali saling mencumbu satu sama lain.
CEKELK!! Pintu terbuka begitu saja dan, "Kalian sedang apa?!...
__ADS_1