
Setelah sekian hari bergulat dengan data-data cctv akhir nya kedua muda mudi itu menemukan data yang mereka cari.
"Lin, lihat deh!" Ucap Krisna yang menunjukkan sebuah vidio yang mana itu menampakkan wajah dua orang yang sangat mereka kenal.
"Apa sih?", Alinda menoleh ke arah layar laptop dan tak sengaja tangan nya menekan tombol laptop yang mana itu membuat kursor yang ada di dalam latar menekan tombol play.
Kedua remaja yang polos namun sama-sama normal itu menyaksikan adegan yang tidak senonoh itu.
Alinda terdiam namun dapat dilihat berkali-kali ia memainkan bibir bawah nya dengan lidah nya dan sesekali ia menggigit kecil bibir nya sendiri.
"Lin?", Panggil Krisna dengan beralih menatap Alinda yang terlihat menggigit bibir bawahnya.
"Em?, " Sahut gadis remaja itu balik memandang Krisna masih dengan bibir yang di gigit nya sedikit.
Jari Krisna meraih dagu Alinda dan dengan ibu jari nya ia mengusap bibir Alinda, tertegun gadis imut itu mendapati perlakuan manis dari kakak tingkat nya itu.
Entah dapat bisikan setan apa kini Krisna benar-benar memangkas jarak kedua nya dan menyatukan bibir pink natural kedua nya.
Awal nya hanya kecupan singkat namun Krisna menahan tengkuk Alinda dan melu-matnya dengan silih berganti antara menyesap bibir bawah dan bibir atas Alinda.
Gadis itu terhanyut dengan permainan halus Krisna, sehingga tanpa sadar tangan Alinda menarik kerah baju yang Krisna kenakan.
Semakin panas penyatuan kedua nya sampai tak sadar jika seseorang sudah berdiri di antara kedua nya.
"Ekhem-ekhem!!"
Ups... Kedua nya lupa kalau minggu inu Cakra tidur di rumah mama nya.
Sontak kedua nya melepaskan tautan, "Bagus ya lo!! Jadi cewek murahan banget sih! Segitu ngebet nya godain Krisna sampe vidio begituan lo tontonin sama tu anak teladan!"
Cakra menarik telinga Alinda hingga gadis remaja itu meringis kesakitan.
"Adehdehdehdeh... Sakit... sakit!! Sakit bego!" Teriak Alinda, sedangkan Cakra menambah kekuatan nya dalam menarik telinga adik kandungnya itu.
"Apa lo bilang? Bego?! Gue gini-gini udah lulus S1 lah lo SMP baru kemaren sore aja belagu ngatain gue bego!", Cerocosan itu keluar beruntun seperti petasan tahun barusan.
Krisna yang sebenarnya tersangka malah dikira korban itu sedikit mengulum senyum, melihat gadis jahil itu mendapat hukuman dari kakak nya.
" Udah Cak udah! Lo nggak kasihan itu sampe merah lo!" Ujar Krisna, yang akhir nya Cakra melepaskan telinga adik nya.
TING TONG!!
__ADS_1
TING TONG!!
Bel rumah itu berbunyi meminta perhatian sang tuan rumah.
"Sendy kali ya datang?" Ucap Alinda dengan bergegas membukakan pintu, namun lagi-lagi Krisna menahan lengan gadis remaja itu.
"Apa?" Tanya Alinda dengan memandang Krisna.
"Ganti baju dan celana mu! Biar aku yang bukakan pintu untuk mereka!" Ucap Krisna.
"Nggak! Lo kan harus ambil data vidio barusan" Pada akhir nya perdebatan kecil terjadi di antara kedua remaja selisih tiga tahun itu.
"Haaaaaassssaaaahhh!! BERISIK! Sini biar gue yang buka in pintu nya!" Cakra berteriak demi meredam perdebatan yang memenuhi indra pendengaran nya.
Alinda nyengir pepsodent melihat kakak nya yang akhir nya turun tangan, dengan melihat punggung laki-laki yang di panggil nya abang semakin menjauh, sengaja Alinda menundukkan tubuh nya dan CUP!!
Gadis nakal itu mengecup bibir Krisna sekilas dan sebelum kena omelan panjang kali lebar gadis nakal itu segera berlari menuju lantai dua.
Setiba nya di dalam kamar Alinda masih menyimpan senyum manis yang melekat di wajah imut nya.
Bayangan ketika Krisna dengan agresif nya melu-mat bibir nya masih terasa sangat nyata, "Jadi apa sebenarnya cinta gue nggak bertepuk sebelah tangan?" Gumam nya dengan mengganti pakaian nya.
...❄❄❄❄...
Sendy bersama dengan Zoya, dan Fraya masuk kedalam ruang tengah dimana Krisna tengah mengotak-atik benda canggih itu sendirian.
"Loh sendirian aja Kris?" Basa-basi Sendy sebenar nya mencari sosok gadis imut yang menjadi Juliet nya.
"Sendiri? Lah ini ada lo!" Datar tak asik dibajak bercanda begitulah Krisna.
Tak lama kemudian Alinda dengan celana selutut di padu dengan kaos oblong nya tengah berjalan menuruni anak tangga, ia berjalan mendekati teman-teman sekolah nya.
"Oii Juliet gue dateng juga nih! Sini-sini kita belajar dialog nya, kan tinggal besok tampil nya" Goda Sendy dengan senyum jahil nya.
"Gue panggil kalian semua bukan untuk membahas drama teater" Ucap Alinda dengan serius.
"Terus ada apa an dong?" Zoya akhir nya menunjukkan rasa penasaran nya.
"Teman sebestie kita lagi dapet maslah, dan ini masalah nggak main-main bray!" Dengan raut serius yang membuat semua teman menoleh kearahnya. Alinda menceritakan dari A sampai Z bahkan potongan vidio yang mereka akan jadikan bukti serta yang sempat menggoyahkan pertahanan Krisna mereka pertontonkan kepada semua nya.
Rencana mereka rancang matang-matang hingga Fraya mengatakan kenyataan yang membuat semua menjadi mengurungkan niat nya untuk menangkap langsung si tersangka.
__ADS_1
"Maksud lo!" Teriak Alinda tak percaya.
"Iya bener loh! Gue pernah liat mereka berdua di sudut gang sekolah itu kayak yang bener-bener saling cinta gitu jadi ya mau sama mau" Jelas Fraya yang memang pernah memergoki teman dan guru nya itu.
"Terus gimana dong?" Tanya Alinda dengan memandang satu per satu teman-teman nya.
"Gimana kalau sekarang kita temuin aja dulu si Azka nya, " Akhir nya usul an Sendy pun di setujui oleh semua nya.
...❄❄❄❄...
Di dalam mobil yang tengah di kendalikan Zoya, seperti biasa mobil mewah itu melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.
Tak lama kemudian mereka berhenti di depan sebuah hunian yang sangat lah mewah di sisi gerbang nya tertulis dengan jelas pengacara Anton Pradita dengan embel-embel gelar nya.
"Gila lo Zoy, ini beneran rumah Azka? Lo nggak nyasar kan? Ini rumah pengacara kondang loh!" Dengan gas pol Alinda berucap.
"Kok lo tau kalau ini rumah pengacara?" Tanya Fraya yang tidak paham.
"Mama sama papa dulu juga pisah nya di tangani sama dia!" Ucap Alinda dengan menunjuk nama plakat yang baru terlihat oleh indra penglihatan Fraya.
Mereka segera masuk setelah satpam yang bertugas di sana membukakan pintu gerbang utama.
Zoya memarkirkan mobil nya dengan rapi di halaman luas itu.
Sendy dan Krisna yang baru saja turun dari mobil terkejut dengan pemandangan motor yang tak asing di indra penglihatan nya.
TING TONG!!
TING TONG!!
Setelah menekan bell tak lama kemudian muncul seorang wanita paruh baya membukakan pintu.
"Azka nya ada bi?" Tanya Zoya yang memang sering main ke rumah Azka.
"Ada non, tapi di lantai atas, kata nya sih ada jadwal les bahasa" Ucap pembantu itu dengan menunjuk ke lantai dua.
"Bisa tolong antar kan kami ke sana bi?" Dengan Sopan Sendy segera menyampaikan niat nya. Sungguh mereka sudah merasa curiga dengan apa yang di katakan mbok pembantu tadi.
"Saya antar sampai sini saja ya, nanti kalau ketahuan, saya malah kena marah" Ucap perempuan paruh baya itu dengan menunduk.
Mereka semua pun mengangguk dan mengucapkan terimakasih karena sudah di ijin kan masuk.
__ADS_1
Tanpa permisi Sendy membuka pintu yang tidak terkunci itu, betapa terkejut nya mereka semua ketika mendapati dua sejoli itu tengah saling mengu-lum bahkan si laki-laki memainkan daerah inti Azka.
"Pak guru?!...