
Setelah kepergok kedua sejoli itu menyudahi pergulatan nya, para remaja yang bertamu itu segera mengintrogasi teman dan juga guru nya itu.
"Astaga!" Pusing Alinda mendapati kelakuan bejat dua sejoli yang ada di hadapan nya kini.
"Kalian ini gimana sih? Saling cinta udah nikah aja nggak usah sok-sokan bikin masalah!" Cerocos Alinda yang sudah berapi-api.
"Sorry Al gue... "
"Asal lo tau ya! Gue seminggu lebih ini sampai nggak bisa tidur mikirin bagaimana cara nya agar masalah lo kelar dan lo malah begini?!" Sela Alinda, sungguh ia merasa usaha nya telah sia-sia.
Krisna hanya melipat kedua tangan nya di depan dada dengan melihat gadis yang biasa nya jail dan jauh dari kata serius itu kini tengah marah-marah.
Sempat terlintas di benak Krisna, bagaimana jadi nya jika diri nya menjalin hubungan dan sampai membuat nya marah, cara apa kira-kira yang akan mampu membungkam mulut yang tengah berbicara tanpa rem itu??
"Astaga! Kok gue bisa mikir ke sana sih?! Duh otak genius gue mulai terkontaminasi pasir-pasir pantai nih!" Batin Krisna yang tiba-tiba mengingat first kiss nya beberapa jam yang lalu.
"Dahlah percuma kita pusing-pusing mikirin masalah ini, yang punya masalah aja malah kaya nggak ada beban!" Lamunan Krisna buyar karena suara Alinda barusan, gadis yang tengah dilanda emosi itu kini berbalik badan dan melangkahkan kaki nya keluar.
"Lin tunggu!" Teriak Krisna dengan mengejar gadis yang tengah dongkol hati nya itu.
"Gue kecewa sama lo Az!" Ucap Zoya yang juga ikut keluar dari ruangan itu kemudian di ikuti langkah Fraya dan Sendy.
Di halaman depan Krisna meraih lengan Alinda hingga gadis itu berhenti, "Lo masih marah?"
"Lo sadar nggak sih Kris seminggu lebih kita pusing-pusing mikirin mereka! Seminggu lebih Kris!" Dengan dada yang terlihat naik turun akibat rasa kesal Alinda berucap.
"Ikut gue yuk!" Ajak Krisna dengan menarik lengan gadis itu, jujur rasa dongkol masih menyelimuti hati nya dan saat ini ia hanya pasrah tangan nya di tarik Krisna.
"Woi kalian mau kemana?" Teriak Sendy.
"Gue ada acara di tempat lain kalian pulang aja dulu" Teriak Krisna yang sudah sampai di pintu gerbang keluar.
Akhir nya mereka berpisah di sana, Alinda bersama Krisna sedangkan Sendy, Zoya, dan Fraya bersama menaiki mobil Zoya.
...❄❄❄❄...
Setelah sekitar satu jam Alinda dan Krisna menaiki taxi, kedua nya turun di pantai yang lumayan ramai.
"Makasih ya pak" Ucap Krisna dengan membayar sopir taksi itu dengan uang pas.
Setelah turun dari taxi Alinda mengikuti langkah Krisna menuju bibir pantai.
__ADS_1
"Kris!", Sentak Alinda yang merasakan panas matahari begitu menyengat, benar saja karena ini masih menunjukkan pukul tiga sore hari, cuaca cerah maka sang dewa surya sedang gencar-gencar nya menunjukkan kekuatan panas nya.
"Apa?", Tidak dingin seperti biasa nya, kini Krisna berubah manis di depan Alinda.
"Panas", Manja nya dengan menyeka keringat di dahi nya.
" Kita cari tempat berteduh ya?" Pertanyaan sekaligus ajakan itu Alinda sahuti hanya dengan anggukkan kepala.
Akhir nya mereka menemukan tempat teduh di balik batu karang yang menyerupai GOA namun tidak dalam, hanya saja cukup untuk berlindung dari panas nya sengatan sinar mata hari.
"Tunggu di sini sebentar!" Ucap Krisna dengan berlari meninggalkan Alinda sendirian.
Tak lama kemudian Krisna kembali dengan membawa dua es kelapa muda lengkap dengan gula jawa yang meleleh.
Kedua nya menikmati segar nya es kelapa muda itu, tak ada suara di antara mereka sampai akhir nya Alinda berucap.
"Nyesel gue ngurusin Azka" Ucap nya setelah sekian keheningan yang tercipta.
"Memang nya kenapa?" Tanya Krisna dengan memandang wajah Alinda yang entah sejak kapan menjadi sangat cantik dan menarik.
"Gue bela-bela in ngurusin masalah nya sampe gue belum hafal dialog gue, besok gimana dong? Apa gue mundur aja?" Gadis itu terlihat galau dengan memandang deburan ombak yang ada di bibir pantai.
Krisna terdiam sejenak dan ia mengeluarkan gawai tipis yang ada di dalam jaket nya yang ia letakkan di samping nya.
Setelah sekian pikiran negatif nya, Alinda sedikit terkejut karena tiba-tiba Krisna menyodorkan gawai canggih nya di depan wajah nya.
"Nih gue ada dokumen naskah nya!" Ucap Krisna.
"Tapi Romeo nya pulang" Gerutu Alinda lagi, jujur dia tidak lah bisa belajar dialog itu jika pasangan dialognya tidak ada.
"Dah lo hafalin dulu ntar gue yang ngisi part Romeo nya" Saran dari Krisna membuat senyum Alinda mengembang dengan pipi bersemu merah.
"Lo yakin? Tapi gue malu" Tumben sekali gadis nakal itu punya rasa malu, atau mungkin Alinda sudah mulai tumbuh lebih dewasa??
"Dah biasa aja kayak lo pas lagi telanjang di depan gue aja!", Jawab Krisna asal.
" Gila! Itu gue juga malu!" Gerutu Alinda.
"Dah lo tenang aja, gue nggak berminat kok sama tubuh lo!" Ucap Krisna yang melirik ke arah dada Alinda yang memang masih berukuran standar tapi sudah berbentuk.
Terdiam Alinda namun detik berikut nya ia setuju berlatih dialog demi kelancaran pentas seni besok pagi.
__ADS_1
Mereka pun melakukan nya dengan full ekspresi, bahkan Alinda lagi-lagi terpesona dengan Krisna yang sangat mahir menguasai peran romeo padahal asli nya dia sangat dingin dan tidak sedikit pun punya sifat romantis.
Kembali serius Alinda kini mengejar Krisna dan memeluk pria itu dari belakang, GREB!!
"Romeo" Lirih Alinda dalam pelukan.
Sedikit menoleh kebelakang, "Ya Julia? Aku hanya pergi sebentar, aku janji tidak akan lama", Krisna melepas pelukan Alinda dan berbalik menatap gadis yang berusaha serius itu.
" Cepatlah kembali", Ucap Alinda dengan membelai pipi Krisna, sedangkan Krisna menatap lekat netra indah, hidung bangir dan terakhir tatapan nya berhenti pada bibir penuh yang berwarna pink natural itu.
Tangan Krisna berada di kedua pipi Alinda, iq menyatukan kening kedua nya dan berbisik, "Aku akan merindukan mu"
Alinda berusaha meresapi dengan mata yang terpejam, sedangkan Krisna sedikit memiringkan wajah nya dan mengecup bibir Alinda, tidak dalam hanya sekedar acting berciuman.
Namun walau hanya sekedar acting dada Krisna rasanya sangat panas dan detak jantung nya semakin lama semakin kencang.
Perlahan Krisna membuka mata nya dan menjauhkan wajah nya dari wajah Alinda.
"Dah kita istirahat dulu" Ucap Krisna yang sengaja meninggalkan Alinda di sana.
Gadis itu bergeming, tak percaya Krisna yang selama ini terlihat selalu cuek dan membenci nya malah dua kali dalam sehari ini dia mencium bibir nya.
"Lo nggak capek?" Teriak Krisna membuyarkan lamunan Alinda, gadis itu segera berjalan menuju tempat dimana kedua nya berteduh bersama tadi.
Hari semakin sore dewa surya kini mulai menampakkan cahaya keindahan nya yang mengubah awan putih menjadi berwarna jingga, dan pantai itu mulai sepi pengunjung.
Alinda keluar dari tempat berteduh nya dan berlari ke arah bibir pantai, ia sengaja menjemput ombah yang sedari siang tadi melambai-lambai seolah memanggil nya.
Krisna mengikuti kemana kaki jenjang Alinda melangkah.
Kedua nya menikmati sunset indah yang mana itu adalah perpisahan sang dewa surya untuk beristirahat sebelum ia terbit kembali esok hari nya.
"Kris?" Alinda menatap Krisna dan di sana kedua nya saling tatap satu sama lain ini bukan adegan yang ada di dalam text, tapi ini Alinda yang sebenar nya sudah tidak tahan ingin menyatakan perasaan nya terhadap Krisna.
Alinda membelakangi lautan demi menghadap pria tampan yang tadi ada di belakang nya.
"Gue mau ngomong" Ucap Alinda yang membuat Krisna mengerutkan alis nya tanda ia serius dalam mendengarkan ucapan Alinda.
"Gue su..."
...🌊🌊🌊BYUUUUURRRRRR!!! 🌊🌊🌊...
__ADS_1
Belum selesai Alinda berucap, ombak setinggi tubuh Alinda menghantam kedua nya, reflek Alinda menabrak tubuh Krisna, sedangkan Krisna memeluk erat tubuh Alida yang kini menindih nya.
Kedua nya saling menatap bingung dengan perasaan masing-masing...