
Tak mau menghiraukan panggilan Marta, Aris terus saja melangkahkan kaki nya keluar dari kafe itu.
"Jeng saya pamit dulu deh ya, biasa ABG labil" Ucap Marta berpamitan.
"Iya Jeng, nggak papa kok" Sahut semua nya hampir bersamaan.
Setelah masing-masing acara selesai semua pulang ke rumah masing-masing, kini Alinda baru saja turun dari mobil keluarga Krisna
"Makasih om, tante, Alin pamit pulang" Dengan sopan gadis remaja itu berpamitan.
"Iya Al, nggak mau tidur di sini aja?" Ucap Rania yang memang sudah menyayangi Alinda seperti anak nya sendiri.
"Nggak tante, Krisna nya juga kayak nya lagi sibuk, takut ganggu" Ucap Alinda dengan senyum pepsodent nya.
"Oh ya sudah, titip salam buat mama mu ya!" Ucap Riana dengan mengusap pucuk kepala gadis itu. Alinda hanya menganggukkan kepala nya.
Krisna sudah lebih dulu melengos pergi sebelum Alinda berpamitan.
Sudah biasa Alinda dapati perlakuan dingin itu.
Gegas Alinda melangkahkan kaki nya gontai menuju kediaman nya yang hanya di tinggali diri nya bersama mama nya.
CEKLEK!! Gadis itu masuk melalui pintu garasi dan di sana ia mendapati mobil milik Kista sudah terparkir dengan rapi.
"Oh mama sudah pulang" Gumam nya kemudian ia melanjutkan langkah kaki nya menuju ruang tengah, dua langkah lagi kaki jenjang itu menapaki anak tangga tapi tiba-tiba terhenti karena ia mendengar nama nya yang di panggil.
"Alinda Frankista, Darimana saja kamu?" Pertanyaan dengan nada yang tidak mengenakkan telinga dan juga hati itu terdengar keluar dari mulut Kista.
"Sama keluarga nya Krisna" Alinda menyahuti dengan suara lirih nya, gadis itu tertunduk.
"Bagus!! Mentang-mentang mama percaya sama Krisna terus kamu seenak nya sendiri nylonong sana sini, sampai mama kau buat malu!" Omelan emak-emak mulai keluar memenuhi telinga Alinda.
"Terua kenapa Aris nggak di ajak?" Tanya Kista dengan melipat kedua tangan nya di depan dada.
"Eeee... Aris nya... "
"Sudah nggak usahlah lagi kamu ikut arisan mama, bikin malu aja!" Hardik Kista dengan kesal dan kemudian berjalan menuju kamar nya, meninggalkan Alinda yang kini mulai mendekatkan kaki nya dengan anak tangga.
...❄❄❄❄...
Setelah malam semakin larut dengan senyuman sang purnama yang bersinar begitu terang nya, Alinda tengah termenung dengan segudang pemikiran ruwet nya di atas ranjang.
Di dalam kamar dengan cahaya temaram, gadis remaja itu memandang ke bangunan seberang yang mana di sana menampilkan hunian mewah dan tatapan nya tertuju pada satu jendela kaca.
Ya di sana adalah kamar Krisna, setiap pembahasan mengenai beasiswa yang Krisna bahas dengan Nafisa di kafe beberapa jam yang lalu masih mengusik otak kecil Alinda.
__ADS_1
Pada akhir nya gadis remaja itu beranjak dari tempat nya duduk, ia membuka jendela kamar nya dan seperti biasa ia mengambil ancang-ancang dan berlari kemudian HUB!!
BRUGH!! Tapak kaki Alinda menghasilkan bunyi yang keras namun itu sudah biasa bagi Krisna.
Curiga Krisna rasai karena tak biasa nya gadis nakal itu anteng setelah melompat ke arah balkon nya.
KRRRIIIIEEETTT!!
Pintu kaca itu Krisna buka dan nampak lah gadis remaja yang masih bau kencur itu tengah duduk di pinggiran balkon dengan kaki yang ia juntaikan ke bawah.
"Bahaya jangan di sana!" Ucap Krisna dengan nada datar nya.
"Emang apa peduli lo?!" Nada ketus terdengar dari gadis yang biasa nya ceria itu.
"Gue bilang jangan di sana ya jangan di sana!" Krisna menarik kerah baju Alinda bagian belakang hingga gadis itu jatuh telentang.
DUGH!! Kepala Alinda terbentur ke lantai, "ADOH!!" Teriak nya dengan mengelus kepala nya.
"Maka nya jangan bandel!" Ketus Krisna setelah itu ia pergi masuk ke dalam kamar nya, sedangkan Alinda segera menyusul tetangga tampan nya itu.
Dengan raut serius Krisna membaca serta membolak-balikkan buku yang ada di hadapan nya.
Pemandangan itulah yang selalu membuat Alinda betah menatap nya, gadis remaja itu duduk samping Krisna dengan tangan kiri yang ia gunakan sebagai penyangga nya.
Mengingat besok masih sekolah tiba-tiba Alinda mengingat beasiswa yang Krisna bicarakan di kafe bersama Nafiza beberapa jam yang lalu.
"Kris?" Panggil Alinda tanpa menyentuh pemuda tampan yang ada di hadapan nya itu.
"Hem!" Singkat tanpa memandang Krisna menyahuti nya.
"Kris!" Sekali lagi nama nya di panggil oleh gadis yang memang bandel sejak orok itu, membuat Krisna menoleh ke arah Alinda.
Tanpa ada kata yang terucap, kedua nya hanya saling memandang, dengan pikiran Alinda yang nakal ia melirik bibir Krisna yang terlihat basah menggemaskan.
Perlahan gadis itu memangkas jarak diantara kedua nya jarak semakin dekat detak jantung semakin kencang dan TAP!!
Krisna menempelkan satu buku pelajaran milik Alinda yang memang ada di sana.
"Belajar dasar mesum!" Ketus Krisna yang kembali fokus dengan buku pelajaran nya.
"Ya maaf, lagian siapa suruh gue jadi Juliet, kan ntar ada tuh adegan ciuman, sama Sendy, gue kan berbaik hati my first kiss gue kasih ke lo, abis itu baru deh adegan yang sama Romeo!" Sengaja Alinda berucap dengan beranjak dari duduk nya, berjaga-jaga kalau saja Krisna melempar lagi buku pelajaran ke arah nya.
SET! BRUGH!
Namun terlambat kini Krisna menarik lengan Alinda dengan kasar hingga gadis itu jatuh telentang dengan kepala yang ada di pangkuan Krisna.
__ADS_1
Gambaran posisi
Sejenak kedua nya saling berpandangan, beberapa kali Alinda berkedip, dua kali terjatuh entah seperti tak terasa baginya, ya saat ini ada di pikiran nya adalah Krisna, Krisna, dan Krisna.
"Diam dan jangan ganggu usaha ku!" Nada datar dengan tatapan menusuk Krisna berikan.
Kembali Krisna fokus dengan buku nya, sedangkan Alinda masih asik tiduran di atas paha Krisna.
Berusaha membaca beberapa buku pelajaran dengan posisi rebahan Alinda lakukan, yah cukup menguntungkan bagi Krisna karena tidak lagi gadis itu mengganggu diri nya.
Lewat satu jam sudah posisi mereka tidak berubah, kaki Krisna mulai terasa kesemutan.
"Ssshhh aduh, Lin, Alinda, kaki gue kesemutan!" Ucap Krisna dengan meletakkan buku pelajaran yang di baca nya di lantai.
"Molor ni anak?" Gumam nya dengan mencolek-colek pipi Alinda.
"Emmmmhhhh... " Menggeliat Alinda yang tadi nya posisi miring kini menjadi terlentang.
Terlihat Krisna menghela nafas berat, sungguh godaan ini sangat berat bagi remaja seumuran nya.
Melihat gadis dengan lekuk tubuh yang menggoda apa lagi bibir merah ranum yang seolah memanggil nya untuk datang mendekat dan melu-mat.
Krisna merasa gerah dengan semua rasa ini, ia pun melepas sweater yang tadi di kenakan nya dan membuang nya serampangan.
Kembali fokus nya dicuri oleh bibir sexy yang kian melambai menggugah rasa penasaran nya.
"Haaaahh... " Hela nafas nya terdengar ketika ia lagi-lagi melihat bibir Alinda.
Akhir nya perlahan Krisna memangkas jarak diantar kedua nya, tak tahan diri nya jika harus membohongi rasa tak tertarik nya.
Lagi pula dia juga laki-laki normal yang sedang dalam masa penuh dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.
Akhir nya perlahan Krisna menyatukan kedua benda kenyal itu, hanya sebatas kecupan singkat namun membuat gemuruh di dalam hati nya semakin bergelora.
Berkali-kali Krisna menghembuskan nafas kasar nya, sekali lagi ia dapat menahan diri, ia segera menggendong tubuh sintal gadis nakal itu untuk dia tidurkan di ranjang nya sedangkan dia tidur di kamar tamu.
Krisna menutup pintu kamar nya, ia berjalan menuju kamar tamu, "Lho Kris? Mau kemana?" Tanya Riana yang melihat putra nya keluar dari kamar.
"Tidur!" Ketus nya karena ia melihat kedua orang tua nya tengah bermesraan di atas sofa.
"Haish, bisakah kalian tau tempat, anak kalian ini sudah besar!" Gumam Krisna kemudian masuk ke dalam kamar tamu dan BRAK!! ia banting kuat-kuat pintu itu sampai tertutup.
__ADS_1