Belum Ada Judul

Belum Ada Judul
Mulai mengawasi


__ADS_3

Cukup pagi Serhan datang ke restoran. Sengaja, karena ia malas bertemu Ayahnya di rumah. Seperti biasanya, Doni pasti akan membicarakan soal perjodohan. Selalu saja Doni mendesak Serhan tanpa menghargai apa pendapatnya.


Siapa pun wanitanya, pasti akan Serhan tolak. Karena baginya hanya ada satu perempuan yang masih mengisi relung hatinya.


Di kursi kerjanya Serhan duduk, sambil menatap layar komputer. Lalu, ia mengetik sesuatu agak lama. Setelahnya Serhan diam lagi sambil ditatapnya layar komputer itu dengan serius.


Kemudian, menilik ke berkas yang tertumpuk di depannya. Ia pun memilih untuk memeriksa dokumen itu satu per satu. Hingga akhirnya ia membuka berkas data koki yang baru.


Dibacanya berkas, dimulai dari data profil koki yang paling atas.


Awalnya Serhan tampak biasa, tak ada ketertarikan. Karena semua data mereka tidak ada yang di luar kewajaran.


Tibalah ia membuka berkas tentang data milik Cherry. Ia memandang pas foto cukup lama. Seakan ia tengah berpikir atau mungkin mengingat sesuatu.


Semua data Cherry yang terlampir ia periksa dengan teliti. Entah apa yang membuatnya tertarik dengan data Cherry.


Baru berhenti setelah mendadak Erza masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu. Buru-buru Serhan meletkakkan lampiran data milik Cherry di atas meja.


“Apa kamu sudah memeriksa data para koki baru?” tanya Erza, berjalan mendekat ke meja.


“Baru sebagian,” jawab Serhan, mengarahkan pandangan kepada Erza.


“Hari ini mereka sudah mulai bekerja. Nanti aku sendiri akan mem-briefing mereka langsung,” terang Erza, berdiri dekat tepi meja.


“Aku ingin minta tolong padamu,” pinta Serhan. Awalnya ia ragu tapi sesaat saja keyakinan itu datang.


“Apa? Mau dibelikan sarapan?” tanya Erza, yang asal menerka.


“Kenapa kamu malah berpikir tentang sarapan?” Serhan bertanya.


“Karena kupikir kamu belum sarapan. Sepertinya kamu juga tidak bawa bekal dari rumah,” ucap Erza santai.


“Memang aku belum sarapan sih. Tapi, kita bahas tentang sarapannya nanti saja,” elak Serhan. “Tolong nanti kamu awasi asisten dapur yang baru!” pinta Serhan, lebih berbentuk perintah.


“Kenapa dengan dua orang asisten baru? Mereka juga baru mulai bekerja hari ini.” Erza terheran-heran.


“Bukan apa-apa. Aku hanya ingin memastikan pekerjaan mereka saja nantinya. Terutama yang perempuan berhijab,” ujar Serhan beralasan.


“Kenapa hanya yang perempuan?” Keheranan Erza makin bertambah. “Jangan-jangan kamu tertarik padanya?!” tebak Erza sekenanya.


“Lakukan saja apa yang kuminta. Laporkan padaku kalau asisten dapur yang bernama Cherry itu bermasalah!”


“Apa kamu mengenal asisten itu? Kamu sudah hafal namanya. Senentara aku saja masih belum tahu,” kata Erza, mencium kecurigaan.


“Makanya, aku minta tolong padamu untuk mengawasinya. Karena aku sendiri juga perlu memastikan dulu apakah dia orang yang kukenal atau bukan.”


“Baik. Akan kulakukan, Mister CEO,” kata Erza sengaja menekankan kata terakhir untuk Serhan.


Ia pun memilih berlalu dan kembali ke ruang kerjanya.

__ADS_1


🌱🌱🌱🌱


Orang yang akan memimpin briefing ternyata belum menampakkan batang hidungnya. Karenanya mereka memanfaatkan waktu untuk memberi sapaan ringan dan berbincang.


Saat obrolan mulai melebar, tiba-tiba seseorang memasuki ruangan. Para kaum hawa yang berjiwa muda seketika terpana. Pria yang kemunculannya bak matahari terbit membuat hati mereka meleleh.


Tapi Cherry tidak melihat pria itu sebagai sosok yang mencerahkan. Di matanya pria yang telah memberi kesan pertama yang sangat buruk itu lebih terlihat seperti aura kegelapan.


“Selamat pagi,” sapanya kaku.


Sepertinya susah sekali untuk pria yang berahang kuat itu untuk menarik senyum. Apa baginya senyuman itu mahal?


“Selamat pagi,” balas semuanya nyaring.


Irene mulai bereaksi. Senyum di bibirnya yang tebal nan merah itu merekah sempurna. Pria pujaannya yang bagai embun yang menetes di dedaunan telah menyegarkan hatinya yang gersang.


“Selamat datang untuk kalian yang mulai bergabung di tim hari ini. Sebelumnya kalian telah diberitahu posisi kalian masing-masing. Mulai hari ini kalian sementara akan bekerja di bawah kepemimpinan saya hingga Chef Kepala tiba. Saya harapkan kerja sama kalian,” terangnya amat serius. Tatapannya memperhatikan satu-satu karyawan baru.


“Baik, Chef.” Semua serempak menjawab.


Cherry memasang telinga selebar-lebarnya. Karena demi pekerjaannya, ia harus menyingkirkan kesan buruk untuk atasannya itu.


“Selama saya yang memimpin, aturan saya yang harus diikuti. Kalian semua harus mematuhi aturan. Saya tidak akan memaklumi kesalahan meski kalian adalah tim yang baru bekerja,” jelas pria berseragam jaket Chef langsung menebar ancaman.


Cherry sudah tak terkejut melihat sikap keras pria yang bertampang garang itu.


“Aturan pertama, tidak boleh terlambat. Kedua, kalian harus bekerja dengan cepat dan bersih. Ketiga, kalian tidak boleh melakukan kesalahan fatal. Aturan lainnya kalian bisa baca di papan yang terpasang di dinding. Dan yang utama, kalian dilarang keras terlibat romansa sesama tim dapur. Itu akan menghambat kinerja kalian.”


Irene tertekuk. Semua siasat nakalnya berantakan total. Belum juga melakukan serangan awal, pria itu yang tak tertarik dengan kisah percintaan telah membangun benteng kokoh yang sulit diruntuhkan oleh Irene, atau siapa pun wanita yang hendak mendekat.


Cherry sendiri tak keberatan. Toh, dapur profesional bukanlah ajang untuk mencari jodoh.


Setengah enggan, semua orang yang kecewa menjawab nyaring.


“Ya, Chef.”


“Saya akan perkenalkan diri dulu. Saya akan menjadi Chef de cuisine untuk sementara, selama Chef yang sesungguhnya belum mengisi posisinya. Saya Erza. Dan selama di dapur kalian bisa memanggil saya, Sous chef.”


Lagi mereka menjawab seirama.


“Baik, Sous chef!!”


“Chef-nya seperti apa ya? Sous chef-nya saja sudah menyeramkan begini. Tidak terbayang kalau Head Chef lebih menakutkan dari dia,” pikir Cherry yang bergidik ngeri sendiri.


“Persiapkan diri kalian sebaik mungkin. Nanti Chef de partie akan mengajak kalian berkeliling dapur. Kalian harus menghafal semua bagian dari dapur termasuk hal yang paling kecil. Selamat bekerja!" seru Sous chef yang bernama Erza itu.


Erza pun berlalu. Ruangan dapur masih tegang. Mereka tak menyangka akan mendapat atasan tampan yang galak.


“Wah, kita bakal ketat nih kerja di dapur!” seru Eva yang merasa terancam. Ia mendapatkan posisi sebagai Roast Chef merangkap Grill Chef.

__ADS_1


Berhubung restoran masih baru dan belum berskala besar, jadi area dapur pun belum terlalu luas. Para staf dapur sebagian merangkap jabatan. Tidak hanya satu pekerjaan saja yang ditangani.


“Ya, kita bekerja sebaik-baiknya saja supaya kita tidak dimarahi olehnya,” timpal Diana yang dipercaya menjadi Vegetable Chef di bagian masakan sunda dan nusantara.


“Sous chef Erza tidak akan memarahi kita tanpa alasan, bukan? Kalau kita tidak melakukan kesalahan untuk apa kita takut dimarahi. Aku lebih suka pemimpin yang tegas begitu ketimbang yang tak kompeten,” ujar Irene yang secara gamblang menobatkan dirinya sebagai pendukung garis keras Sous Chef. Ia juga tengah bangga karena ia mendapat posisi lebih tinggi dari Cherry. Ia bertugas sebagai Commis 3 di bagian menu hidangan Internasional.


“Kita harus semangat. Dia pasti akan bertindak objektif sebagai pemimpin. Jadi, tak perlu ketakutan olehnya,” tandas Cherry berapi-api. Walau dia hanya diterima sebagai Kitchen assistant tapi ia tak berkecil hati.


“Namanya pekerjaan selalu ada risiko. Atasan pasti punya hak menegur bawahan yang salah. Kita lakukan yang terbaik saja,” timpal Sukma yang bekerja sebagai Commis 1 di seksi Pastry.


Tak lama berselang Pak Agus selaku Chef de partie yaitu yang bertanggungjawab atas semua stasiun di dapur, menyapa staf baru dengan ramah.


Ia menuntun staf untuk melihat sekeliling area dapur dan bagian-bagiannya dan menjelaskannya.


Cherry sendiri tak memiliki tempat khusus. Karena tugasnya tak bisa dihitung dengan jari. Ia serta seorang asisten dapur lainnya harus siap menjadi Cook helper jika ada koki yang membutuhkan.


Semua telah memahami pekerjaan masing-masing. Mereka pun satu per satu pergi ke tempat kerja mereka. Cherry pun menyingsingkan lengan bajunya, mulai melakukan pekerjaan yang diberikan untuknya.


Sementara karyawan senior mulai berdatangan setelah beberapa lama. Mereka sekilas menyapa singkat staf baru. Kemudian mereka mulai sibuk dengan pekerjaan rutin mereka. Dan Cherry juga Angga makin sibuk. Karena berbagai macam kerjaan tengah mengantre untuk diselesaikan.


“Sepuluh menit lagi restoran buka. Semua persiapan harus sudah beres,” teriak Erza kencang yang berdiri di depan meja Chef.


“Baik, Sous chef,” jawab seluruh koki sambil mempercepat pekerjaan mereka.


“Ingat, kalian harus siap ketika nanti pesanan datang. Saya tidak mau kalau masih ada bahan yang belum disiapkan. Kalian mengerti??!!!” Erza masih berteriak keras. Air mukanya pun turut mengeras.


Cherry mulai bergerak ke sana kemari seraya menjawab dengan setengah berteriak.


“Ya, mengerti Sous chef.” Yang lainnya pun menyahuti serupa.


Erza yang tengah mengawasi pekerjaan anak buahnya menghentikan pandangannya pada Cherry yang gesit bekerja. Kian lama sorot matanya kian meruncing. Entah apa maksud tatapannya itu. Sekilas bermakna ketertarikan, sekilas terbaca sebagai rasa ketidaksukaan.


Catatan kecil


Sous chef : Asisten/wakil kepala Chef. Tugasnya membantu Chef de cuisine dan menggantikan perannya jika berhalangan hadir atau sedang libur.


Chef de partie : Koki senior yang bertanggung jawab pada salah satu seksi/stasiun tertentu di dapur. Contoh : sup, salad/sayuran, panggang-panggangan, desserts, saus, dsb


Grill chef : koki yang bertugas pada spesiliasi masakan yang dipanggang/dibakar di atas api


Roast chef : koki yang bertugas pada spesialisasi masakan yang dipanggang di oven


Vegetable chef : koki spesialisasi memasak sejenis sayuran, salad, tumis-tumisan sayur,dll


Pastry : seksi desserts khusus kue


Commis 1 : koki senior


Commis 2 & 3 : asisten koki yang membantu persiapan dan mengolah bahan mentah. Commis 3 adalah posisi junior

__ADS_1


Cook helper : Asisten juru masak, yang membantu koki dalam melakukan persiapan dan mengolah bahan.


__ADS_2