
* Sebelumnya
Sigit mengirim pesannya pada Indi. Hari ini dirinya tidak bisa menjemput pulang sekolah.
Hari ini, Sigit ingin menemui Rosita di tempat kerjanya, meminta penjelasan tentang kenapa dia memeluknya Sigit malam itu.
Rosita yang bekerja sebagai karyawan toko yang bertuliskan Book And Stationary di sebuah mall. Rosita melihat Sigit yang sedang berjalan ke arahnya.
Ini masih jam kerja dan Rosita tidak bisa pulang sebelum waktunya. Karena toko dalam keadaan tidak terlalu ramai, akhirnya sang manager memberi waktu senggang selama satu jam.
Sigit dan Rosita masuk ke dalam sebuah kafe, memesan minum dan makanan ringan. Rosita tahu kalau hal ini pasti akan terjadi. Dirinya juga tidak tahu kenapa malam itu tidak bisa mengendalikan diri dan berlari memeluk Sigit.
" Ros..."
" Git... "
Mereka berbarengan ingin memecah kesunyian.
" Lu aja duluan " Kata Sigit mempersilahkan Rosita menduluinya bicara.
"Mm.. malam itu, gue... gue... " Rosita menggantung omongannya.
" Kenapa Ros?! " Sigit terlihat tidak sabar menunggu penjelasan Rosita.
" Hah?! "
" Kenapa lo meluk gue malam itu? " Sigit akhirnya langsung pada pokok pembicaraannya.
" Gue... gue suka sama lo Git! Suka yang lebih dari temen." Lolos sudah kata kata yang disimpan Rosita selama ini.
Sigit masih belum memberikan tanggapannya. Awalnya memang itu membuatnya sedikit kaget, tapi tidak lama kemudian dia bisa menguasai dirinya kembali. Sigit ingin Rosita menyelesaikan semua penjelasannya tanpa ada kata yang tertinggal.
" Gue tahu, kalau sekarang lo pacaran sama Indi, seberapa sayangnya lo sama dia, gue juga tahu. " Rosita mulai meluapkan isi hatinya.
" Gue ngga tahu kapan perasaan gue ini tumbuh Git, tapi semua cerita cerita lo tentang Indi bikin hati gue sakit. " Rosita malah mengingatkan Sigit tentang Indi. Iya benar. Sigit bisa pacaran dengan Indi itu semua karena bantuan dari Rosita.
" Awalnya gue kira itu hanya perasaan biasa, tapi kenapa gue harus merasa cemburu liat lo bareng sama Indi?"
" Bukankah kita udah lama temenan Ros! " Sigit menyela omongan Rosita.
" Justru itu! Justru karena kita udah lama temenan Git! Kenapa lo malah sukanya sama Indi dan bukan Gue?! Rosita mulai berkaca kaca.
Sigit tidak menjawab pertanyaan yang ditujukan pada dirinya, membiarkan Rosita menenangkan dirinya sendiri sebelum air matanya benar benar mengalir. Tidak ada yang yang dilakukan Sigit selain diam dan mendengarkan
Entahlah. Sigit seperti kehilangan kata. Sigit tidak menyangka, orang yang selama ini dianggapnya teman baik malah memiliki perasaan lain dan mengharapkan lebih.
Waktu yang diberikan oleh managernya sudah habis, dan seolah berlalu begitu cepat. Rosita pergi meninggalkan Sigit dengan banyak pertanyaan yang mengisi pikirannya.
Sebenarnya masih ada banyak yang ingin dibicarakan Rosita pada Sigit. Rosita akan memberikan waktu pada Sigit untuk memikirkan apa yang baru saja dikatakannya. Tentunya Rosita juga tahu, kalau Sigit pasti tidak pernah menyangka kalau dirinya menyukai sahabatnya sendiri.
Setelah Rosita pergi meninggalkannya sendiri di kafe, Sigit teringat Indi dan tiba tiba merindukan gadisnya itu.
" Siapa yang menjemputnya pulang sekolah hari ini? "Batin Sigit. Bangkit dari duduknya dan berniat pergi ke sekolah Indi, dan berharap Indi masih belum pulang.
__ADS_1
Baru saja selangkah, Sigit melihat Indi berjalan masuk ke dalam kafe tempat dirinya berada.
Sigit kembali duduk di tempatnya tadi.
" Indi... " Gumamnya. Sigit melihat Indi masuk dengan seorang laki laki yang dia kenal wajahnya. Iya! Itu adalah wajah orang yang menjadi sumber kecemburuannya pada Indi beberapa hari yang lalu.
" Dari sekian banyak manusia, kenapa Indi harus pergi dengan dia? Dan sejak kapan mereka terlihat sangat akrab?!. Sigit terus saja menggerutu.
" Sayang "
" Kamu dimana? "
" Udah pulang sekolah belom? "
Sigit mengirim pesan pada Indi.
" Iya kak, aku udah pulang sekolah. "
" Tadi aku mampir ke toko buku tempat Kak Rosita kerja "
Tapi Kak Rositanya ngga ada. "
" Kata temannya Kak Rosita lagi keluar sama pacarnya."
" Padahal aku pengen ngobrol bareng Kak Rosita sambil nunggu jamputan Kak Andira" Balas Indi bertubi tubi.
WOW...
Apa jadinya kalau Indi tahu, orang yang pergi dengan Rosita adalah Sigit. Pasti Indi akan curiga bahkan cemburu seperti Sigit yang cemburu melihat melihat Indi saat ini.
" Terus sekarang kamu lagi dimana? "Sigit kembali bertanya
" Kak jangan cemburu ya "
" Tadi ngga sengaja ketemu di toko buku "
" Trus dia nawarin mau anterin pulang "
" Cuma itu kok kak. Indi ngga ngapa ngapain. "
Pesan terakhir dari Indi membuat Sigit tersenyum, itu terlihat lucu. Meskipun Sigit tetap saja marah dengan kedekatannya dengan cowok lain, setidaknya Indi sudah berkata jujur padanya. Jujur memberitahukan keberadaanya dan pergu dengan siapa.
" Iya. Gue percaya sama lo " balas Sigit
Sigit ingin menghampiri Indi dan mengantarkannya pulang, tapi itu pasti akan terasa aneh. Sigit juga ingin memeluk Indi yang sedang pusing karna sikap Rosita.
Masih memikirkan langkah apa yang harus diambilnya untuk membuat Rosita bisa kembali seperti dulu lagi, kembali menjadi teman baiknya. Sigit tidak ingin menyakiti Rosita.
Selain itu, Sigit juga harus menjaga perasaan Indi. Sigit tidak ingin Indi mengetahui masalah yang kini dihadapinya. Sigit ingin menjaga kepercayaan yang diberikan Indi padanya.
Sigit akan menyelesaikan masalahnya dengan Rosita tanpa melibatkan Indi. Keputusan tepat dan baik untuk semuanya. Untuk persahabatannya juga untuk kisah cintanya dengan Indi.
" Ya udah, hati hati ya." Pesan terakhir dari Sigit membuat Indi tersenyum dan itu tak luput dari penglihatan Sigit yang masih memperhatikannya dari jauh.
" Pulangnya gue anter, seperti biasa " Pesan yang dikirim Sigit buat Rosita. Makin cepat masalahnya di selesaikan maka makin baik.
__ADS_1
Kita teman dekat
Sudah saling percaya
Cerita tentang kamu
Sudah menjadi makananku
Putus lagi, nyambung lagi
Ribut lagi, baik lagi
Kau menangis di pundakku
Dipelukanku
Maafkan aku jadi suka sama kamu
Awalnya curhat lama lama kucemburu
Maafkan aku yang mengharapkan cintamu
Bila belum saatnya kusabar menunggu
Bila masih bersama kutunggu kau putus
Aaah aaah ku tunggu kau putus
Aaah aaah ku tunggu kau putus
Kau menangis di pundakku
Di pelukanku
Maafkan aku jadi suka sama kamu
Awalnya curhat lama lama kucemburu
Maafkan aku yang mengharapkan cintamu
Bila belum saatnya kusabar menunggu
Bila masih bersama kutunggu kau putus
Kita teman tapi ku tunggu kau putus
Dari dulu ku tunggu kau putus
Lirik lagu
Sheryl Sheinafia-Ku tunggu kau putus
***
__ADS_1
Mungkin itu adalah lagu yang bisa mewakili perasaan Rosita saat in