
Bel istirahat yang baru saja berbunyi disambut wajah ceria oleh semua murid sekolah yang sedari tadi mengeluh bingung dengan penjelasan guru termasuk Indi tentunya.
Guru yang baru sebulan mengajar ini memang memiliki cara mengajar yang berbeda dari guru guru yang lainnya,setidaknya itulah penilaian murid murid khususnya kelas 8A yang berisikan Indi dan genknya.
Guru tercinta mereka yaitu Bu Silvia sedang cuti melahirkan, memaksa pihak sekolah untuk mencari guru pengganti sementara.
" Kalian ngerti ngga sih sama penjelasan Pak Hasan tadi? Kok gue ngga konek yah " tanya Indi membuka obrolan
" Ngga!! Jawaban serempak sahabat sahabat Indi yang ternyata merasakan apa yang Indi rasakan
Indi dan ketiga sahabat memesan makanan sambil memutar pandangan ke sekitar kantin, di jam istirahat begini memang sulit mencari tempat duduk yang kosong. Tak lama kemudian mereka bisa duduk dengan tenang dan menghabiskan makan siang mereka.
" Eh lihat deh cowok yang di pojokkan itu" kata Levi sambil menunjuk orang yang dimaksud " Dia cowok paling populer di sekolah kita sekarang ini loh " sambungnya
Levi memang dikenal serba tahu tentang semua gosip yang ada di sekolahnya ini, tidak ada satupun berita luput dari penglihatan dan pendengarannya.
" Iihhh... kok bening sih " respon Rosa yang memang selalu menggilai hampir semua cowok yang dianggapnya ganteng termasuk Andira yang tidak lain adalah kakaknya Indi
" Indi! kayaknya ini kesempatan lo deh " goda Levi
" Kesempatan apa? "
" Ya... siapa tahu bisa jadi gebetan lo, sebenernya tipe cowok ideal lo tuh yang kayak apa sih? Tanya Levi yang penasaran, karena selama ini Indi memang tidak pernah menunjukkan ketertarikan kepada lawan jenis. Padahal pada usia seperti mereka biasanya akan mulai merasakan yang namanya cinta monyet (dimana monyetnya?).
" Namanya Arvin Renanda, kelas 7 tapi.... " terang Levi menggantung
" Tapi!? Tanya Rosa makin penasaran
" Orangnya dingin kayak es batu " Levi menyelesaikan perkataannya
" Waahhh... itumah tipe gue banget, jadi makin penasaran deh " semangat Rosa " Kalo Indi ngga mau biar buat gue aja ya "
" Beneran nih? Berarti lo udah ngga naksir kakak gue lagi nih? " goda Indi sambil mencoba melirik orang yang menjadi obrolan mereka saat ini, tapi sayangnya terhalang tembok
" Bisa jadi, kakak lo ngga pernah ngerespon gue sih " keluh Rosa
" Jadi maksud lo, setelah ngga bisa mendapatkan respon kakaknya Indi sekarang lo mau ngambil cowoknya Indi gitu? " Jawab Nuraeni yang sedari tadi anteng dengan makanannya.
" Ya ngga gitu juga.... " jawab enteng Rosa dengan masih saja terus memandangi cowok yang tiba tiba berubah jadi idola barunya setelah Kak Andira.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan ritual makan siang yang diselingi dengan candaan, mereka pergi ke perpustakaan untuk mencari buku atau novel yang sudah menjadi kebiasaan masing masing.
Indi and the genk jalan beriringan menuju kelas karena jam istirahat hampir habis, sampai tiba tiba
BRUUUUK....
Buku buku yang tadinya berada di dekapan Indi jatuh berserakan.
" Eh... sorry sorry " kata Indi sedikit panik tanpa melihat orang yang ditabraknya
" .......... "
" Kamu ngga papakan? Tanya Rosa
" Ngga papa " jawab Indi yang ternyata berbarengan dengan orang yang bertabrakan dengannya tadi
Indi hanya bisa memaksakan senyumnya setelah menyadari kalau pertanyaan yang diajukan oleh Rosa bukanlah untuknya, melainkan untuk orang yang ada di depannya. Sepertinya Rosa lebih sibuk dengan orang itu dari pada Indi yang notabene adalah sahabatnya.
DUUKK....
Awwwwh.... Indi meringis merasakan sakit pada jidatnya
Saat Indi menunduk untuk mengambil buku buku yang terjatuh di lantai, tanpa sengaja orang yang Indi tabrak itupun ikut menunduk untuk membantu tapi malah terjadi adu kekuatan jidat.
" Lo!! "
" ...... "
" Jangan bilang lo lupa ama gue? "
Deg..... Jangan tanya respon Indi saat ini. Indi benar benar tidak menyangka bakalan ketemu dengan cowok yang super nyebelin itu lagi, meskipun dia adalah cowok yang menolong dirinya kemarin.
" Oh tidak! gue takut kalau dia bakalan membuka aib gue yang sempet nyasar waktu pulang sekolah kemarin, apa kata temen temen gue nanti " batin Indi
Indi berusaha memberi kode kepada cowok itu untuk menghentikan pertanyaan pertanyaannya dengan melirik ke samping kanan dan kiri.
" Dah Arvin... sampai ketemu lagi " kata Rosa dengan senyum yang merekah setelah drama tabrakan itu yang tentunya diruntuki Rosa dan berharap kalau dirinyalah yang mengalaminya.
" Sampai ketemu lagi Indi..."
__ADS_1
Itulah jawaban yang diberikan, yang membuat teman teman reflek langsung menatap Indi dengan tatapan tajam setajam silet, eh ngga kok itumah acara gosip di tv.
" Indi! Jadi lo udah kenal anak itu dan lo diem diem aja gitu! Ngga ngenalin ke kita kita?! Serbua Levi disertai angguka dari Rosa
" Ngga penting juga kali "
" Apa?! Ngga penting! Jelas jelas ini tuh penting banget Indi "sanggah Rosa terlihat marah
" Oohhh... "
" Oh! Cuma itu, Indi! Sekarang jelasin ke kita kita giman caranya lo bisa kenal sama Arvin " Sambung Rosa
" Jadi dia yang kita obrolin dari tadi di kantin?" Indi malah balik nanya
Levi,Rosa dan Nuraeni mengangguk bersamaan
" Kemarin ngga sengaja ketemu di jalan pas pulang sekolah dan ngobrol bentar di rumahnya ".
" What!! Di rumahnya? Lo bahkan udah ke rumahnya? Suara Rosa makin meninggi
" Iya, awalnya ketemu ibunya, terus disuruh mampir ke rumahnya "
Penjelasan yang belum jelas itu tetep direspon anggukan, karna untuk saat ini cuma itu yang bisa Indi ceritakan kepada para sahabatnya
" Sorry guys, gue ngga bermaksud bohong " batin Indi. " Masa iya gue harus ceritain juga kalau gue kemarin nyasar dan sialnya si Arvinlah yang bantuin gue, bisa turun derajat gue. Turun derajat dari cewek cantik ke cewek yang buta arah. Tidakkk!!! runtuk Indi dalam hati
Kemarin sebelum Kak Andira berhasil menemukan Indi di daerah yang sama sekali ngga dikenalnya, ada ibu ibu baik hati yang mengajaknya mampir kerumahnya,mungkin merasa kasihan setelah sempat melihatnya kebingungan.
Rumah ibu tersebut tepat berada dibelakang halte bis yang dimana Indi sudah cukup lama berdiri disana. Tentu saja awalnya Indi merasa takut karena tidak terbiasa masuk ke rumah otang yang tidak dikenalnya.
Dalam keadaan bingung dan perut yang sudah terasa lapar, akhirnya Indi mengikuti ibu tersebut masuk ke rumahnya yang sedikit memaksa.
Ibu Winda memperkenalkan dirinya sesaat masuk kerumah sambil berjalan ke arah dapur untuk memberikan minum dan menawarkan makan siang yang sudah terlewat.
Dan disitulah Indi baru tahu kalau rumah tersebut adalah rumah Arvin yang menjadi teman satu sekolah.
***
Authornya masih belajar nih
__ADS_1
maaf kalau terdapat buanyak kesalahan penulisan atau typo ya
Si_Ro