Belum Jadi Mantan

Belum Jadi Mantan
20. PENJELASAN SIGIT


__ADS_3

Indi tidak mempercayai apa yang dilihatnya. Sigit tepat berada di depannya. Mengulurkan tangan yang memegang helm.


“ Please Indi, aku cuma pengen ngomong.


” Sigit akhirnya memohon karena Indi tidak menunjukkan niat untuk mengikutinya.


Indi sekuat tenaga menahan diri untuk tidak mengumpat. Tangannya gemetar menerima helm dan melangkah menaiki motor yang dibawa Sigit.


“ Kuatlah Indi! Ini adalah yang terakhir!” Indi terus memberi mensugesti dirinya sendiri. “Bersabarlah sebentar lagi! Jangan tunjukkan kelemahanmu sedikitpun. Laki laki breng**k ini tidak pantas kau tangisi!” jampe jampe yang Indi ucapkan dalam hati.


Sementara itu di sekolah, Andira melihat Arvin yang terlihat sedang kebingungan.


“Lo nyariin siapa Vin?” Tanya Andira yang membuat Arvin berbalik badan dan kaget.


“Maaf kak….aku nyariin Indi” Jawab Arvin merasa bersalah


“Di kelas ngga ada?!”Andira turun dari motornya dan mulai ikut mencari Indi. Andira meminta izin satpam untuk diperbolehkan masuk dan mencari adiknya.


“Ngga ada kak! Tadi aku udah ke kelasnya dan Indinya ngga ada” Arvin tambah panik


“Gue coba cari ke kelasnya lagi dan toilet, Lo coba cari teman genknya Indi! Siapa tahu diantara mereka ada yang tahu keberadaan Indi!” Andira membagi tugas


“Ok kak !” Jawab Arvin langsung berlari mencari Indi kembali


-


“Gimana? Ketemu ngga?!” Tanya Andira pada Arvin melalui sambungan telepon


“Ngga ada jejak kak, semua temen genknya juga ngga ada yang tahu. Mereka cuma bilang kalau tadi Indi memang keluar kelas duluan setelah membaca pesan dari hp nya.” Jawab Arvin menjelaskan info yang didapatnya.


“Sigit!!” Ucap Andira lirih, tapi masih bisa terdengar oleh telinga Arvin. Arvin yang mendengarnya langsung terbelalak. Mengkhawatirkan keadaan Indi yang mungkin saja benar sedang bersama Sigit.


“Lo tau ngga?! Dimana biasanya Indi, kalo lagi sama Sigit?!” Tanya Andira

__ADS_1


Arvin berpikir. Menggali semua ingatan tentang Indi. Tempat dan makanan apa saja yang menjadi favorit Indi.


“ Ayo kak! Sepertinya Arvin tahu tempatnya” Jawab Arvin mengajak Andira untuk segera meninggalkan sekolahnya dan mencari Indi.


-


Disinilah Indi berada. Di tempat inilah Indi dan Sigit biasa menghabiskan waktu berdua. Di warung bakso langganan Indi.


“Kenapa belom pesen Ndi?” Tanya Sigit pada Indi yang masih terlihat enggan melihat ke arahnya.


“ Aku ngga laper!” Jawab Indi ketus


“ Aku pesenin seperti biasa aja yah?” Tawar Sigit masih berusaha meminta perhatian Indi.


Indi tidak menjawab. Hanya duduk diam dengan posisi yang sangat tidak nyaman. Pesanan Sigit datang, untuk Indi dan juga dirinya sendiri.


“Indi…aku sayang sama kamu.” Sigit menyentuh tangan Indi “Aku ngga cinta sama Rosita. Aku juga ngga tahu kenapa semua ini terjadi. Aku minta maaf Ndi.” Sigit memandangi raut wajah Indi yang sangat kecewa terhadapnya


Sigit tentu tahu, kalau kata maafnya tidak akan mengembalikan apa yang sudah terjadi. Kata maafnya juga tidak akan mengembalikan kebersamaan mereka berdua. Sigit tetap harus bertanggung dengan perbuatannya dengan Rosita.


“Semua itu terjadi begitu saja Ndi. Aku juga ngga nyangka kalau ternyata Rosita….” Sigit menghentikan kata katanya karna Indi memotongnya


“Berapa kali Kak Sigit melakukan itu?” Indi tertunduk dan mulai menangis


“Apa!” Sigit kaget dengan pertanyaan dari Indi. Sebenarnya inilah yang sangat ditakuti Sigit.


Indi pasti sudah mendengar perihal dirinya yang sudah tidur dengan Rosita. Mendengar berita dari orang lain yang mungkin saja sudah ditambah atau malah dikurangi dan menimbulkan prasangka dan rasa yang lebih menyakitkan. Dan karena itulah dirinya diharuskan menikahi Rosita. “Dua kali” Sigit menjawab dengan nada lesu


Air mata Indi tambah deras. Terus tertunduk dan tubuhnya bergetar. Walaupun tidak menimbulkan suara yang keras, tapi tetap saja itu adalah tangisan yang sangat memilukan.


Indi berusaha sangat kuat untuk tidak lagi menumpahkan air matanya. Tapi melihat laki laki yang dicintainya duduk di depannya dan mengakui dirinya yang telah meniduri wanita lain, itu sangatlah berat. Orang yang telah mengisi hari hari manisnya kini harus terpaksa dia lepaskan.


Tangan yang biasa menggenggam tangannya, mulai sekarang tangan itu akan menggenggam tangan wanita lain. Parahnya, wanita itu adalah orang yang dinggapnya sebagai kakak. Wanita yang sangat dikaguminya karena sifat mandirinya.

__ADS_1


Dua orang yang sama sama disayangi oleh Indi. Kini dua orang itu malah menyakitinya secara bersamaan . menggoreskan luka terdalam sebagai orang terdekat. Penghianatan terindah


Saat Indi sudah mulai bisa mengendalikan hatinya, tiba tiba


BRUUK….DUK…BRAAK…


Andira menghajar Sigit tanpa ampun. Hilang sudah kata persahabatan dari mulutnya. Hanya ada umpatan dan makian. Andira menyeret menarik kerah baju Sigit dan menyeretnya keluar dari warung bakso.


“Dasar baj***an lo! Brengs*k!!” Andira sudah tidak terkendali.“Masih kurang lo nyakitin hati Indi hah! Kurang aj*r banget lo! Berani beraninya lo bawa Indi tanpa sepengetahuan gue hah! Anj**g lo! “


Arvin mendekati Indi yang terpaku melihat kakaknya menghajar Sigit. Sungguh Indi tidak pernah melihat Andira semarah ini.


Sigit yang mendapat tonjokan dan juga tendangan dari Andira hanya diam saja tanpa membalas. Sigit terus melihat ke arah Indi, memandangi bulir bulir kecil yang masih mengalir dari mata indah Indi.


Sigit benar benar merasa hancur. Hancur karena kisah cintanya yang berakhir karna kesalahannya sendiri. Dan hancur karena persahabatannya dengan Andira juga tidak bisa lagi diperbaiki.


“Itu hadiah pernikahan lo dari gue dan Indi” Andira menunjuk bekas kekerasannya di wajah Sigit dan meninggalkan mantan sahabat terbaiknya itu.


Andira sudah selesai meluapkan amarahnya saat Arvin menghampirinya dan bertanya “ Apa ngga papa kak?” sambil menunjuk luka dibibir Sigit.


“Biarin aja. Itu malah masih kurang. Gue masih punya rasa kasian dan menghargai persahabatan gue selama ini sama manusia yang ngga punya hati ini.”


“Oh” Arvin hanya menganggukkan kepalanya “ Bukannya dua hari lagi hari H nya kak?!” Tanya Arvin pada Andira mengenai jadwal pernikahan Sigit dan Rosita


“Biar semua orang tahu kalau dia manusia brengs*k” Andira masih mengeluarkan kata kata kasarnya


Indi sudah naik di atas motor Andira dan memakai helmnya. Arvin juga mengikuti di belakangnya. Tapi Arvin seolah teringat sesuatu dan berbalik,berjalan cepat ke arah Sigit yang masih terduduk di pinggir jalan.


PLAK!!


Arvin menampar Sigit. Arvin berjongkok di depan Sigit dan mengucapkan kata kata yang disimpannya dengan menampilkan senyum sinisnya.“Itu pembalasan dari gue, karna lo udah berani menyakiti hati Indi.”


Melihat apa yang dilakukan Arvin pada Sigit, Andira menyunggingkan senyumnya. Senyum yang mengejek dan menertawakan keadaan Sigit saat ini.

__ADS_1


***



__ADS_2