Belum Jadi Mantan

Belum Jadi Mantan
32. BATAS DAN KENYATAAN


__ADS_3


Naura yang melihat Andira datang, langsung berlari dan menghambur ke dalam pelukan laki laki yang selama ini dikejarnya. Menangis dengan suara yang sangat menyayat hati Andira. Tidak ingin membuat gadis itu tambah sedih dengan menolaknya, Andira membiarkan Naura memeluk tubuhnya erat.


Air mata yang terus mengalir membuat baju Andira basah, tapi Andira tidak memperdulikannya. Pikirannya sekarang malah terus tertuju pada gadis yang masih tidak mau melepaskan dirinya.


Alasan apa yang sampai membuat Naura menelponnya dalam keadaan terisak. Biasanya Andira tidak akan peduli atau setidaknya berpura pura tidak peduli. Tapi mendengar suara isak yang tidak pernah didengarnya, Andira langsung menyambar kunci motornya dan melaju dengan kecepatan yang diharapkan bisa membuatnya cepat sampai tujuan.


“Kenapa?….hiks hiks kenapa?”


Akhirnya Naura mengeluarkan suara, walau sambil sesenggukan yang membuatnya sulit bicara dan juga sulit bernafas tentunya.


Tangan Naura masih setia memeluk tubuh Andira, dan Andira sama sekali tidak menolak.


“Kenapa harus seperti ini kejadiannya?”


Sepertinya Andira sudah mulai mengerti apa alasan yang membuat Naura menangis dengan begitu sedihnya. Alasan yang sama, yang juga membuatnya tidak bisa tidur beberapa hari ini. Sejak pertemuannya dengan Safira dan juga Nick, ayah Naura.


Andira mulai mengelus punggung Naura. Membelai lembut dan mencoba menyalurkan ketenangan. Biar bagaimana pun ini semua memang harus diketahui oleh Naura maupun dirinya.


Batas yang tidak bisa dilewati, karena kenyataan tentang mereka berdua. Atau, kenyataan yang akhirnya membangun batas diantara keduanya.


Tembok besar yang dibangun Andira untuk membuat Naura tidak bisa melewatinya, kini batas itu tidak apa apanya dibanding dengan kenyataan yang menimbulkan rasa sakit.


Andira bukan tidak pernah menurunkan batas itu, tapi malah sudah menghancurkannya. Andira sudah membuka hatinya untuk Naura, hanya saja tidak pernah mengikrarkannya. Sengaja membuat gadis itu berkelana dengan pikirannya sendiri.


Saat Andira siap untuk membalas perasaan Naura, dirinya malah dihadapkan pada kenyataan yang mengikat kakinya.


- Sebelumnya


“Naura…daddy mau bicara” itu yang dikatakan Nick pada anaknya.


Naura duduk didepan sang ayah dengan patuh. Sedari Naura kecil mereka hanya hidup berdua. Ayahnya tidak pernah mau menceritakan tentang sang mommy, walaupun sudah berulang kali Naura bertanya.

__ADS_1


“Hari ini daddy mau menceritakan tentang mommymu. Seperti yang kau inginkan selama ini.” Naura terperanjat kaget


Ayahnya akan menutup mulutnya rapat rapat atau malah menghindarinya, saat dia bertanya tentang dimana keberadaan sang mommy. Tapi sekarang, daddynya sendiri yang akan membuka cerita tanpa dipaksa.


“Daddy dan mommymu adalah pasangan yang saling mencintai. Kami berdua kuliah di kampus yang sama, hanya beda jurusan. Mommymu….. adalah sahabat Amrita, mamanya Andira” Nick memberi jeda sejenak untuk melihat reaksi anak gadisnya itu.


“Awalnya Daddy berencana mengenalkan mommymu pada orang tua daddy setelah lulus kuliah. Tapi ternyata daddy mendapat kabar kalau daddy sudah dijodohkan oleh orang tua daddy, Grandpa dan grandma mu.” terlihat kesedihan di wajah Naura


“Daddy sangat mencintai mommymu dan tidak ingin menyakiti hatinya. Mommymu adalah wanita yang sangat cantik dan juga baik. Dan akhirnya daddylah yang melakukan kesalahan pertama, dengan tidak menceritakan kenyataan tentang perjodohan itu.”


Nick mengingat kembali wajah sang wanita yang menjadi sumber penyesalannya.


“Daddy membuat mommymu hamil, dengan tujuan agar perjodohan itu gagal. Ingin membuat grandpa dan grandma mu menyetujui hubungan kami, walau dengan terpaksa. Tapi disitulah kesalahan kedua daddy.”


Nick mulai berkaca kaca


“Saat mommymu hamil, grandpa dan grandma malah menemui mommy mu dan menyuruhnya menggugurkan kandungan dan juga banyak menghinanya. Tentu saja mommy mu menolak, tapi saat itu daddy tidak ada disamping mommymu. Daddy sengaja dijauhkan sementara untuk membuat mommymu pergi dari daddy.”


Kini Nauralah yang mulai mengambil tissu untuk mengelap air yang mengalir dari matanya.


Air mata Nick juga mulai berjatuhan.


“Daddy mengetahui kabar itu dari Bagas, ayah Indi. Karna saat itu, Amrita juga melahirkan anak pertama mereka di rumah sakit yang sama. Hanya saja anak Amrita dan juga Bagas meninggal beberapa jam setelah dilahirkan.”


Naura tidak bisa menutupi keterkejutannya. Mulutnya menganga tanpa sadar.


“Daddy sangat marah dengan grandpa dan grandma. Mereka berusaha menjauhkan daddy dari mommymu”


Nick mengepalkan tangannya, menahan emosinya.


“Daddy menikahi mommymu meskipun tanpa persetujuan dari grandpa dan granma. Daddy meninggalkan UK dan mulai merintis bisnis disini, dengan sedikit modal yang daddy kumpulkan selama ini.”


Naura masih duduk dikursinya. Tidak ingin menyela cerita yang sedang dijabarkan oleh laki laki yang saat ini terlihat sangat rapuh. Jika biasanya Nick akan terlihat snagat berwibawa dan juga keren dimata Naura, tapi tidak untuk kali ini.

__ADS_1


“Setelah daddy menikahi mommymu, hidup daddy sangatlah bahagia. Lebih sempurna lagi saat daddy melihat bayi laki laki kecil mungil dan terlihat sangat tampan di dalam box. Tapi kebahagiaan daddy tidak dirasakan oleh mommymu. Mommymu akan langsung menjerit dan juga menangis histeris saat melihat kakakmu.”


Jatuh lagi tetesan bening itu dari mata Nick


“Dengan sangat terpaksa, daddy akhirnya menjauhkan kakakmu dari mommymu. Menyerahkannya pada Bagas dan Amrita untuk dirawat sebagai anak mereka. Tentu mereka sangat bahagia. Daddy tidak punya jalan lain saat itu. Daddy ingin mommymu sembuh. Dan daddy membawa mommymu jauh dari kakakmu maupun dari grandpa dan grandma mu yang tidak merestui kami.”


Naura terus terisak, entah sudah berapa banyak tissu yang terbuang disampingnya.


“Saat mommymu dinyatakan sembuh, dokter tetap tidak mengizinkan daddy untuk menceritakan perihal kakakmu. Dan itu menjadi kesalahan ketiga daddy.”


Nick berhenti bercerita, menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.


“Akhirnya Bisnis daddy berjalan dengan baik. Dan mommymu mulai hamil dirimu, anak kedua kami.”


Naura tersenyum saat Nick mulai menceritakan tentang dirinya.


“Kehamilan kali ini membuat mommymu berubah lebih ceria. Walaupun mommymu harus merasakan morning sickness hampir setiap hari, tapi mommymu tidak pernah mengeluh sedikitpun. Daddy juga sangat menjaga mommymu. Menjaga pola makan dan yang lebih penting menjaga moodnya agar selalu bahagia. Karna daddy tidak mau mommymu mengulang kejadian dulu.”


Nick meraih gelas yang ada didepannya dan menghabiskan isinya.


Belum sempat Nick melanjutkan ceritanya, Naura malah menjatuhkan gelas yang tadinya berisi jus buah kesukaannya.


“Daddy….” Naura menutup mulutnya terlebih dahulu dan mengalirkan air mata lebih banyak sebelum melanjutkan pertanyaannya. “Apa kakakku itu…kakakku itu adalah…adalah…Andira?”


Deg


Nick lupa dengan kenyataaan yang pasti akan membuat anak gadisnya itu bersedih


***


Author Note


Mendekati akhir nih

__ADS_1



__ADS_2