Belum Jadi Mantan

Belum Jadi Mantan
31. RAHASIAKAH ?


__ADS_3


"Ada yang ingin aku beritahukan pada kalian berdua. Sepertinya Safira telah kembali, aku takut dia akan mencari Andira.” Nick terlihat sangat serius


“Kamu terlambat Nick. Safira baru saja dari sini. Dia sudah bertemu dengan Andira.” Amrita menceritakan apa yang sudah terjadi sesaat sebelum Nick datang ke rumah mereka. “Aku tidak mau Safira mengambil Andira, Nick”


Amrita mulai terisak di pelukan suaminya. Tangisan yang sedari tadi mampu dia tahan, akhirnya pecah. Nick dan Bagas bisa merasakan kekhawatiran Amrita. Kejadian masa lalu yang tidak ingin terulang.


“Ini adalah salahku. Seandainya dulu aku tidak meninggalkannya, semua ini tidak akan pernah terjadi.” Nick terus menunduk penuh penyesalan


“Aku sudah lama mencari keberadaan kalian. Bahkan beberapa hari mengikuti Andira yang mengantarkan anak kalian Indi ke sekolahnya. Dan sepertinya…. Naura mencintai Andira, karna aku pernah melihat fotonya di handphone Naura.”Amrita menghentikan tangisannya mendengar kata kata Nick.


“Kau kenal Naura?” Amrita yang tidak tahu kalau Nick adalah ayah Naura langsung membelalakkan matanya mendengar pengakuan Nick.” Dia adalah anak keduaku”


“Berarti Naura adalah adik…adik…Bagaimana ini bisa terjadi” dan Amrita kembali menangis.


-


Nick sudah pulang bersama Naura setelah bertatap muka dengan Andira dan sempat juga memeluknya. Pelukan yang lebih terasa seperti ada penyesalan didalamnya. Andira yang masih tidak mengerti dengan tingkah Safira, kini harus lebih bingung lagi dengan perlakuan ayah Naura.


“Terima kasih sudah tumbuh dewasa dengan baik.”


Itulah yang dikatakan Nick saat memeluk Andira.


“Andi, aku pulang dulu ya. Terima kasih untuk makan siangnya”


Naura juga ikut berpamitan pada Andira, sebelum kemudian Nick menggandeng tangannya untuk masuk ke dalam mobil.


Sementara Arvin yang masih betah, belum mau beranjak pulang walau Indi sudah beberapa kali mengusirnya.


“Pulang sono lu, ntar dicariin ibu loh”


“Ya elah emang gue bocah, masih harus dicariin. Lagian kan jaman sekarang udah ada hp Ndi. Kalo perlu kan tinggal telpon. Ntar kalo gue pulang, lo kangen lagi ama gue”


“Idih, pede banget”


“Jelas pede lah, secara gue kan ganteng” Arvin menggoda Indi dengan menaik turunkan alisnya.


“Ganteng dari hongkong”

__ADS_1


“Ndi…”


“Apa?”


“Pacaran yuk”


“HAH!!!"


“Pacaran”


“Siapa?”


“Ya kitalah. Gue sama lo. Arvin dan Indira.”


Arvin duduk santai sambil cengengesan, dan itu malah membuat Indi kesal. Indi tidak menyangka Arvin akan nembak dirinya dengan wajah bloon sambil cengar cengir. Itu terlihat sangat tidak serius. “Ngajak anak orang pacaran, kayak ngajak kepasar.” batin Indi


“Ogah! Udah pulang aja sana. Gue mau belajar. Besok gue kan ujian Vin”


“Ok ok. Gue pulang dulu ya” Arvin menghabiskan minum yang tersisa dari gelas yang ada ditangannya.”Oh ya. Belajar yang bener, besok lu ujian kan. Pulang sekolah gue jemput ya, kan gue libur.”


“Hemm ok” Indi mengantar Arvin sampai halaman depan, dan berjalan menuju kamar Andira yang dari tadi masuk ke kamarnya tanpa keluar lagi.


Satu bulan berlalu


Indi and the genk dinyatakan lulus. Angkatan sekolah yang telah menyelesaikan pendidikannya tahun ini memilih mengumpulkan seragam untuk disumbangkan. Jika biasanya ada yang memilih untuk mencorat coretnya sebagai ungkapan kebahagian karna bisa lulus, kali ini terlihat berbeda.


Selain seragam, mereka juga sepakat mengumpulkan dana untuk diberikan untuk yayasan amal yang berada disekitar sekolah. Kegiatan baik yang memberi manfaat untuk orang lain.


“Nih…buat lo” Arvin menyerahkan sebuket bunga untuk Indi di hadapan Bagas dan Amrita juga Andira. Hari ini adalah acara perpisahan untuk Indi dan teman teman seangkatannya.


Indi terlihat cantik dengan balutan kebaya yang sudah disiapkannya sejak dinyatakan lulus. Menyisihkan waktu untuk berdandan yang beda dari biasanya dari pagi, dibantu Amrita tentunya.


“Makasih ya Vin” Indi menerima bunga pemberian Arvin dan mengajaknya foto bersama keluarganya.


Andira langsung pergi ke kafe tempatnya bekerja, setelah hadir di acara kelulusan adik tersayangnya. Andi memang sudah cukup lama bekerja di kafe itu, bahkan dirinya bisa dikatakan sebagai karyawan pertama.


Evans adalah sahabat Andira yang sudah dikenalnya dari pertama masuk dunia kuliah. Umur mereka terpaut sekitar 2 tahun. Rencana awalnya adalah Evans akan kembali ke Amerika setelah lulus, tapi dirinya malah lebih tertarik untuk membuka usaha kafe terlebih dahulu sebelum baik ke negaranya.


Andira menjadi orang pertama yang mendengar rencana Evans yang kemudian berjanji untuk ikut membantu memulai usaha. Tidak mudah memang. Apalagi saat itu Evans tidak memiliki modal penuh yang dibutuhkan untuk membangun usaha dari nol.

__ADS_1


Beruntung Evans memiliki teman yang mau diajak kerja sama. Dia adalah Naura. Darimana Evans kenal dengan Naura?.


Untuk mendekati Andira yang terkenal dengan sebutan es batu, Naura membuat dirinya menjadi teman Evans juga. Apalagi saat mendengar kalau Andira akan terlibat langsung dalam mengelola kafe milik Evans, maka Naura dengan suka rela menjadi Investornya. Tentu saja dirinya membuat perjanjian dengan Evans, kalau Andira jangan sampai tahu.


Awalnya Evans tidak tahu apa alasan Naura menyembunyikan fakta dirinya sebagai investor kafe miliknya. Tapi seiring dengan waktu, Evans bisa melihat ketertarikan Naura pada Andira. Tidak mau ikut campur, tapi sedikit demi sedikit ikut membantu mendekatkan dua manusia yang sama sama keras.


Yang satu keras ingin mendapatkan dan yang satunya lagi keras ingin menjauhkan.


“Aneh” itulah yang bisa terpikirkan oleh Evans.


Tapi pada hari dimana Andira membawa kedua orang tuanya beserta adiknya makan dikafe untuk makan bersama, Evans terpaksa membuka rahasia Naura sebagai investor kafe miliknya.


-


“Lo mau sampai kapan sembunyi terus Ra?”


Naura yang sedang meminum jus yang berada ditangannya itu mendongak menatap Evans. “Sampai waktu yang tidak ditentukan”


“Kenapa lo ngga nembak dia langusng aja sih? Sebentar lagi Andira lulus kuliah dan mungkin lo bakal jarang ketemu, atau malah ngga akan pernah ketemu lagi dikampus.”


Naura menyandarkan kepalanya dikursi yang didudukinya, menghembuskan nafas dengan perasaan frustasi. Entah harus dengan cara apalagi dirinya membuat Andira membuka hatinya.


Terkadang Andira menunjukkan sikap hangat padanya tapi terkadang juga malah sangat cuek dan tidak peduli. Seperti main tarik ulur.


***


Note


Sepertinya Author akan segera menyelesaikan cerita season 1 ini, lalu berlanjut ke season ke 2 dengan judul cincin janji.


Di season kedua ini author akan menceritakan tentang Indi dewasa dan juga Arvin . tentunya ditambah dengan kisah Andira dan Naura



Ini covernya ya


Authornya fans kim rae won, jadi sengaja minjem wajahnya buat sampul he... he


Semoga tertarik untuk membaca season 2

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2