
🍀🍀🍀🍀
Nino yang saat itu mendengar ucapan Maya tentang kehamilannya entah kenapa ia sangat bahagia, ada peluang untuk cintanya di masa depan.
Selama 3 Minggu ia sudah bertekat jika ia akan menerima Sri Yuki meski kelak Sri Yuki hamil akibat perbuatan kakaknya.
Wajah sumbringah ia tampilkan ketika keluar memasuki lift untuk pulang kerumah, ia mau memberi tahu kehamilan Maya pada ibunya, dan ia akan jujur kepada sang ibu jika ia mencintai Sri Yuki.
Nino tau berapa sayang ibunya kepada Yuki, Ketika mau masuk kedalam mobil tiba-tiba Hanponenya berdering.
"Tululang....Tululing... Tulang... Tululing" begitulah kira kira bunyinya,
*(entar emak update biar tambah keren, karena emak belum update emak kasik yang jadul dulu, Server emak tak mampu di unduh karena kapasitas otak yang minimalis😂, yang ada emak dapet pemberitahuan seperti ini 'memory otak anda penuh, silahkan bersihkan terlebih dahulu, baru melakukan pengunduhan'.)
Meliahat Nama Yuki ♥️ , mata Geffen tercengang, ia mengucek matanya, dan mencari tempat tertuduh agar lebih jelas si penelpon.
Kalian pengen tau kenapa Sri Yuki sudah bisa pegang HP?, yang jelas Sri Yuki sudah di Les sama Miss Sarinem.
Setalah memencet tombol hijau untuk menyambungkan panggilannya, ia terdiam mendengar suara orang sebelah. Nino masih tak berani bersuara dulu, karena ia takut ke GR-an. Siapa tau Sri Yuki lagi belajar memencet Telpon dan saat ini ia di jadikan kelinci percobaan.
"Nino" Itu suara yang ia dengar, suara merdu pujaan hatinya.
"Ia Sri?" jawab Nino.
"Bisakah kau datang ke rumah ku?" Tanya Yuki dengan panik.
"Sri kau tak apa-apa?, tunggu aku sekarang kesana" Ucap Nino.
"Cepat Nino Aku dimakan Jin pria selama tiga Minggu ini tolong aku"Ucap Sri Yuki dengan heboh.
Makin panas dah bang Nino, Ia langsung masuk kedalam mobil ia menacap gas, mobil yang di kendarai Nino mobil Tamia eh salah mobil Lamborghini Aventador itu melesat membelah jalan.
Nino mengaktifkan headset di telinganya, "Sri , Sri kau mendengar ku?" Tanya Nino.
"Ia Nino aku masih disini" Ucap Yuki yang masih setia memegang benda Pipi di tangannya.
Benda yang bentuknya persis tempe itu ia genggam dengan hati-hati takut jatuh.
"Sekarang kau tarik nafas lalu keluarakan" Ucap Nino, ia sebagai dokter menenangkan pasiennya agar tak setres.
Sri Yuki menarik napas lalu "DUTTTTTTT" ia membuang gas dengan sangat kencang.
__ADS_1
sampai telinga Nino berdengung, "Sri bunyi apa itu?" Tanya Nino.
"Katanya suruh tarik nafas dan keluarkan" Ucap Sri Yuki.
Sedangkan Nino yang mengerti, ia ingin tertawa terbahak bahak dengan kepolosan wanita ini, "Baiklah sekarang kau kesana, aku dijalan , lagi sebentar sudah sampai".
~5 menit kemudian
Nino sudah di besmen apartemen, ia langsung menaiki Lift untuk sampai di apartemen Sri Yuki.Karena tau paswor Apartemen ia dengan mudah masuk ke rumah milik Geffen itu.
"Sri" Panggil Nino.
"Disini" Teriak Sri Yuki.
Mendengar jika Sri Yuki membalas panggilan nya, ia langsung naek ke lantai dua. "Kriyek" bunyi pintu kamar Yuki yang Nino buka.
dan terpampang lah Sri yang lagi mengeluarkan semua barang barang Sahara nya, "Nino kau tak membelikan aku karung pas datang kemari?" Tanya Sri Yuki.
"Tidak, kau tak minta kepadaku tadi" Ucap Nino bingung dengan wanita yang tengah mengeluarkan baju alias barang barang Sahara miliknya.
"Sekarang kau ke pasar dan belikan aku karung atau buntalan pembungkus pakaian" Ucap Sri Yuki.
"Tidak,.sini aku bisikin" Ucap Sri Yuki.
Sri Yuki naik ke atas ranjang, agar bisa menggapai tinggi Nino yang jangkung, maklum tinggi Sri Yuki Semampai (semeter tak sampai)😂, enggak Sri Yuki tinggi nya 155 cm, sedangkan Nino 185 Cm, lalu ia membisikkan kata kata sama Nino "Disini ada demit yang lagi musim kawin, aku takut nanti aku hamil anak demit bisa berabe, hancur karirku menjadi putri Sri Yuki yang keturunan darah biru ini, bisa bisa darahku menjadi kelabu gara gara di cemari demit kutu kupret yang berdarah hitam, serem bukan, lihat nih bulu kuduk ku berdiri" Ucap Yuki menunjukkan lengannya yang merinding.
"HAHAHAHAHAHAHA, Mana ada demit sekarang Sri, mana mana tunjukan padaku aku akan lempar dari atas sini biar mati dua kali".
"Kau memang tak percaya, demit itu ada tapi tak bisa terlihat, lihatlah demit itu perbuat padaku setiap malam!" Sri Yuki membuka selendang yang ia pakai untuk menutup lehernya.
Nah sekarang bukan cuma Sri Yuki yang kaget Nino pun kaget, melihat lahan Sri Yuki yang sudah di tanami cap kerokan bibir membuat Nino juga pengen nambahin satu.. hehehe.
"GLUK" Nino menelan air liurnya, "Oh si jin Geffen kupret yang menjadi maling setiap malam rupanya, dan Yuki mau pindah rumah menelpon ku tadi. Sekarang aku mengerti, dan ini adalah nasib mujur untuk ku" Sorak Nino dalam hati.
*(Sedangkan di lain tempat seorang Geffen saat ini tengah panas karena cemburu, bulu kumisnya pun ikut berdiri melihat sang istri membongkar barang saharanya melalui kamera pengintai di Laptopnya, karena rasa cemburu melihat dua sejoli lagi bisik bisikan sehingga ia melupankan istri keduanya yang berada di kamar mandi, ia tinggalkan pulang ke apartemen. Dengan tergesa gesa ia pulang ke apartemen).
"Ayo disni aku bantu, memang banyak demit imigrasi yang yang mengungsi di sini, aku akan mengambilkan koper untuk membungkus semua barang-barang mu".
Dengan semangat mereka menata baju Sri Yuki yang hanya di sukai oleh sang empu. Saat ini Sri Yuki sudah berada di depan Lift.
"Nino kenapa kita tak lewat tangga, aku takut menaiki kotak ini, aku takut roda kerekannya itu putus karena tak kuat mengangkat kita" Ucap Sri Yuki.
__ADS_1
"Sri roda Kerekan jaman dulu untuk sumur di jaman dulu itu kecil, kamu tenang roda Kerekan (kereta timba) di jaman ini sangat besar dan mudah membawamu kebawah, kau tinggal berpegangan di tubuh ku" Ucap Nino.
"Baiklah aku akan mencobanya" Ucap Yuki.
Kaki mereka mendekat di depan lift, tangan Nino memencet tombol 1, "Ting" Bunyi lift terbuka.
Dan ada seseorang sedang berdiri dengan gaya sangat ganteng. "Sayang kau mau kemana?" Tanya Geffen.
"Eh paman" wajah Sri Yuki dan Nino langsung pucat seperti tertangkap basah ngemaling di rumah orang.
"Sri hanya mau pindah rumah" Ucap Yuki.
"Oh pindah rumah ya, Sekarang aku saja yang akan mengajak mu pindah dari rumah ini" Ucap Geffen.
Dan sekali tarik Geffen mempangkul Sri Yuki di pundak, "Terimakasih dek sudah membatu istri Abang, biar Abang mencari rumah baru untuk istri Abang" Ucap Geffen.
"Bisakah kau melepaskannya bang, Maya sudah hamil, dan kasian dia menjadi korban keegoisan mu, biarkan dia bahagia" Ucap Nino dengan tangan terkepal.
"Dia istriku akan selamanya menjadi istriku, aku janji akan berperilaku adil kepada kedua istriku mulai sekarang, jika aku adil selamanya dan membuat mereka bahagia, tidak akan pernah ada yang terlukai, apa lagi nafkah lahir dan batin aku mampu memberikan nya untuk mereka" Ucap Geffen yang sudah bertekad akan mempertahankan dua istrinya sekaligus.
"Tapi aku ingin kau meninggalkanku paman, biar aku menjalani hidup baru, sebentar lagi kalian akan memiliki bayi, dan aku tarik ucapan ku mau berbagi suami, karena setelah aku pikir pikir, agak geli rasanya berbagi ***** dengan wanita lain, Sri yakin diluar sana aku bisa mendapatkan yang masih ori loh paman, yang Ting Ting juga banyak" Ucap Yuki di punggung Geffen.
Ucapan Sri Yuki yang barbar tepat menusuk jantung Geffen ,ia langsung ingat hinaan yang Geffen lontarkan dari mulut nya untuk Sri Yuki selama ini, tangannya melepas tubuh Sri Yuki sehingga wanita itu turun dari pundaknya.
^^^~**To be continued^^^
Terimakasih atas dukungannya🙏🙏
Jagan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini**
__ADS_1