
🚨 Warning barang siapa yang merasakan efek samping, Jagan pernah hubungi emak Liana, silahkan hubungi pasangan kalian, karena obatnya ada di para Abang jago, atau Buk Tina , jika yang jomblo silahkan kocok arisan dulu siapa tau menang undian, lumayan lah koin buat emak melayang😂🤣
🔥 🔥 🔥 🔥
Hari mulai gelap. Hujan tak kunjung reda, jangkrik yang ada di hutan tak seekor pun berani bersuara, mereka mungkin berteduh tapi entah di mana...
Sedangkan di dalam mobil udara dingin saat ini memanas...
Mereka saling memandang, hangatnya kue moci yang bertabrakan dengan roti sobek mereka Mr bread itu hanya di halangi keresek merah pembungkus si kembar, kedekatan di tengah kesunyian ini membuat kedua hati sang pemilik jajanan itu bergemuruh...
bibir mereka sama sama pucat karena kedinginan, “Kau dingin ya?” Tangan Geffen mengelus surai rambut Sri Yuki.
Yuki hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia mencari kehangatan di atas roti sobek legit itu, Sri mengubur kepalanya di dada sang suami, “Bang buka semvak mu, aku tak nyaman sekali duduk di atas sini, segitiga karung goni sudah ikut basah” Ucap Sri Yuki menggerakkan pinggulnya maju mundur cantik....
Otak Geffen yang sudah mulai konslet pun hanya bisa mendengar Buka Semvak Mu... Buka Semvak Mu.... Seperti terhipnotis Geffen membuka popok pembungkus sang sahabat yang hampir terjangkit virus Corokna itu.
Anakonda ya sudah terbangun langsung berdiri tegak siap menantang rivalnya untuk bertarung, Geffen tak melihat kebawah dimana si kepala gundul kakinya yang berambut itu tengah mengetuk ngetuk dapur sang istri.
Tangannya menarik wajah sang istri, “Kamu Jagan takut ya, kan ada Abang disini menjagamu, mari panas kan tubuh kita agar besok kita bisa pergi dari sini dengan selamat” bisik Geffen, lalu langsung menyeruduk bibir Sri Yuki yang pucat.
Serudukan, sengatan, dan tarik tambang lidah membuat suasana semakin memanas, dalam kegelapan ia menggunakan instingnya meraba bagian bagian tubuh sang istri yang sangat menggoda.
__ADS_1
Tangan nya mengelus kulit sang istri yang sehalus kulit lembu, seperti orang buta yang hafal dimana letak pengait keresek pembungkus si kembar merek buk Sri. Ketika sudah menyentuh pengaitnya ia langsung melepas pelindung si kembar kesayangan nya. Semakin lama tangan Geffen turun mengarungi lahan tubuh sang istri, hingga ia merem•as rem•as bagian dapur yang masih terbungkus, Lalu “Kroaaakkk” segitiga karung goni di sobek dari samping...
Plak... Tangan Sri Yuki memukul lengan Geffen, “Kenapa Abang robek, Abang tidak tau jika itu hanya satu satunya yang aku pakai” Sri Yuki mengomel ia tak terima penutup Pralonnya di robek.
“Ya maaf sayang, tangan Abang tak ada remnya, nantik kita akan beli yang baru, berapa pun kau mintak Abang belikan, ” Rayu Geffen, Tangannya sudah berada di bukit rimbun dimana surga dunia nya tertanam alami disana. Tangan nakalnya membelai dan memasukan satu jari kedalam lobang itu lalu mengobok obok ruangan di dalam sana, agar air dari sumber mengalir sebagai pelicin.
“Aaahhhh.... Aku sebenarnya tak masalah, cuma jika aku tak memakai penutup di bawah, nantik ... Aaahhh..nantik yang dibawah masuk angin, dan aku tak nyaman.... aaaahhh Abang...” jerit Sri Yuki karena tanpa aba aba Geffen memasukan si anakonda dari bawah sana....
“Sudah terlanjur sayang, biar anakonda nanti yang melindunginya dari angin malam..... Ahhhh... kau nakal” Geffen merintih karena Sri Yuki menaik turunkan dapurnya, memompa tipis tipis tapi pasti...
“Bang kira kira ban mobilnya aman tidak....Ahhh” jerit Sri Yuki karena bolanya di sundul oleh Geffen tiba-tiba.
“Emangnya kenapa beb?” Ucap Geffen matanya merem melek merasakan goyangan campur sari buk Sri....
“Uhhh... Tenang yang aman gaya goyang Morena atau gaya maling di kejar masa masih aman, asal jangan gaya loncat loncat saja Beb....Uhhh aaahhhh...Masih sempit sayang kamu nikmati.....” lenguh Geffen yang sudah ketagihan dengan genjotan dari atas.
Peluh Sri Yuki menetes membuat Geffen merasa iba, tanpa mencabut di bawah, ia menidurkan sang istri di kursi minimalis itu. Tidak ada ranjang mewah, kursi pun juga kuwalitas premium karena mobil yang mereka bawak hasil sewaan selama satu bulan.
Yang tadi ketakutan dan ingin segera pergi dari tempat itu, saat ini mereka lupa jika ada di hutan, rintihan dan omongan ngawur ke duanya menghiasi pergulatan dahsyat mereka. Pujian Geffen terhadap sang istri membuat pemanis percikan gelora api di dalam diri mereka. Mereka tak peduli ada nyamuk masuk di celah celah kaca, yang ada mereka saling memuaskan satu sama lain.
Bagaimana Abang Geffen tak terpincut dengan Sri Yuki karena dari segi ranjang meski amatir tapi lahan selalu rapet dan wangi, rasanya beda dengan hasil rapet tangan bengkel si buk Maya.
__ADS_1
Jeritan dari keduanya menandakan permainan telah usai, nafas keduanya terengah-engah, tubuh di banjiri keringan sehingga kaki Sri Yuki yang menempel di kaca mobil hingga tercetak.
Sudah seperti kebiasaan baru Geffen yang tak cukup hanya sekali tusuk. Sri Yuki juga imannya hanya setebal plastik kiloan yang tembus pandang itu mudah tergoda, membuat mereka berulang ulang kali melakukan ritual malam ketiga mereka.
“Kriek kriek kriek kriek” Bukan bunyi jangkrik loh ya, tetapi bunyi mobil bergoyang, jika si mobil itu manusia sudah encok juga tuh mobil.....
Yang jelas honeymoon mereka di awali di hutan anta berantah ....
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungannya, selamat malam Jumat para Mak emak yang butuh referensi gaya baru😂 🙏
Jagan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini