Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Pindah rumah


__ADS_3

🍀🍀🍀🍀🍀


Setelah drama pahlawan pahlawan akhirnya Sri Yuki sampailah di sebuah rumah minimalis yang sangat asri.


"Wah rumah rumahnya sangat indah" puji Sri Yuki.


"Kita akan tinggal di kawasan sini" Ucap Geffen.


"Emangnya siapa yang mau tinggal denganmu?" Tanya Sri Yuki memicingkan matanya.


"Aku kan suamimu, ya kau harus tinggal denganku" Ucap Geffen.


"Hemz Sri aku mau juga tinggal dengan mu" Ucap Si Nino.


"Tidak aku akan tinggal di gubuk ku sendiri, Paman kau pulanglah ke rumah Maya, kasian orang hamil kau tinggalkan sendirian".


"Cekittttt" Geffen langsung menginjak rem tiba-tiba.


"Duk" Dahi Nino yang langsung terbentur bagian depan mobil karena kakaknya ngerem mendadak.


Sedangkan Sri Yuki yang tak memakai sabuk pengaman langsung terjungkal tak etis sehingga segitiga karung goni berenda terpampang jelas, penampakan barang penutup lobang Pralon itu dilihat oleh si Geffen yang ingin memastikan isterinya.


"Paman bisa tidak membawa gerobak tandunya" Teriak Sri Yuki tersungut sungut.


"Ya maaf aku mengingat sesuatu di kator jadinya mengerem mendadak".


"Baiklah, cepat kau turunkan aku, aku sudah caper, setelah itu kalian pulanglah, nantik ongkos sewa gubuk aku bayar kepada Nino".


"Pulanglah kakak aku akan membatunya beres beres rumah!" Ucap Nino dengan nada semakin.


"Siapa bilang kalian boleh dua dua an , di rumah sudah ada bibik Juleha dan paman Sontol yang akan datang pagi, siang dan malam mereka utusan Mami untuk menjaga menantunya, rumahnya tak jauh dari sini" terang Geffen.


"Baikalah baikalah sekarang kalian pergi dari rumahku, besok aku akan mencari kerja, hari ini aku butuh tidur".


Mau tak mau dua orang laki-laki tanpan itu pergi dari rumah Sri Yuki.


Dalam hati Geffen merutuki dirinya,"Kenapa aku semakin hari semakin pikun?,oh pasti Maya marah padaku"..


"Sri aku tak bisa lama lama, ada sesuatu yang harus aku kerjakan, jaga dirimu baik baik, entar malam aku usahakan pulang kerumah ini...Cup" Ucap Geffen mengecup kening Sri Yuki di depan Nino.


"Apa sih....." Sri Yuki langsung menarik bajunya dan mengelap bekas ciuman Geffen di depan orangnya.

__ADS_1


Aksi Sri Yuki membuat wajah Geffen memerah, sedangan Nino langsung tertawa terbahak bahak, "HAHAHA HAHAHA"..


"Plak ... Jagan meledekku, kau pulang sendiri saja kerumah aku sudah menyuruh mang Sontol mengantarkan mu, jika kau tak pulang dalam 5 menit, maka mang Sontol aku pecat".


"Ok.. Pergi sana, Pasti harimau betina mu sudah bertanduk" Ucap Nino yang tau jika Maya ada di kantor Geffen.


..._________________...


Tanpa mereka sadari Maya menemukan bukti CCTV Geffen yang masih hidup karena laptop nya belum Geffen matikan.


Maya meliahat sendiri bagaimana Geffen merebutkan Sri Yuki dengan Nino.


"Wah kau pintar juga mencari tangkapan besar ******* kecil, tapi akan ku pastikan kau tak mendapatkan salah satu dari keduanya" Ucap Maya menekan pulpen milik Geffen hingga "KREK" pulpen pun patah.


"Kau mau main main dengan ku, Jagan salahkan aku jika menghalalkan segala cara untuk memisahkan kalian".


"Halo"


"Kirim alamat wanita itu kepadaku"


"Baiklah"


..._________________...


Saat ini Geffen dilanda setres karena perasaannya plin-plan, yang awalnya ingin melepas Sri Yuki, sekarang ia ingin memiliki.


Hatinya tak bisa berbohong. Entah sejak kapan Geffen memiliki perasaan terhadap istri pertamanya,


~Geffen POV


"Tuhan bisakah aku memiliki keduanya?".


"Entah kenapa aku tak rela dia bersama dengan laki-laki lain, sedangkan Maya dia adalah cinta dan wanita pertama dalam hidupku".


"Ahhhh...Kamu kenapa plin-plan Geffen Yuki tak menginginkan mu, dia mau pergi jauh darimu".


"Dan anakmu butuh kejelasan, karena kau hanya menikah sirih dengan Maya" jerit baring Geffen sambil membawa laju kendaraan semakin kencang.


"Tapi aku tak sanggup jika melepaskan Yuki, aku tak bisa memungkiri semenjak dia tersadar dari koma aku mencintainya".


"Bolehkah aku egois?"

__ADS_1


"Aku seakan terikat benang dua wanita sekaligus"


"Cintaku sudah terbagi, jika aku melepaskan Yuki hatiku sangat sakit, aku hampir gila melihat dia berduaan dengan laki-laki lain".


"Bagaimana jika Yuki juga hamil anakku?"


"Aku harus membicarakan semua ini dengan Maya"


Geffen langsung langsung menancap gasnya kembali ke kantor.


"Maya pasti yang paling mengerti aku, jika Maya yang meyakinkan Yuki untuk mempertahankan rumah tangga kita bertiga, mungkin di masa depan kita akan bisa hidup di satu rumah, Yuki bisa menganggap anak ku dan Maya menjadi anaknya, karena setahuku dua wanita itu saling mengasihi."


"BRAK" Karena banyak melamun Geffen menabrak tong sampah di depan kantornya.


^^^~To be continued^^^


Maaf upnya tak teratur,


Kondisi emak yang kurang sehat akibat tensi rendah 60/30 jadinya emak banyak istirahat.


Bagi teman teman author emak ucapan kan banyak banyak terimakasih masih mensuport karya emak yang receh ini, emak mohon maaf selama lebih dari seminggu ini dukungan emak kepada karya kalian hilang alias emak kgk hadir.


Karena kondisi yang tak memungkinkan emak mohon maaf sebesar besarnya sekali lagi emak emak ucapkan karena belum bisa mampir.


untuk para reader emak usahakan karya ini cepat up karena even tinggal 2 Minggu lagi🙏🙏


Terimakasih atas dukungannya🙏🙏


Jagan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini

__ADS_1


selagi menunggu Sri yuki dan antek anteknya 😁, yuk mampir di karya temen emak



__ADS_2