
😱 😱 😱 😱
Udara di ruangan amatlah sesak, iblis Maya yang tak memikirkan apa apa lagi selain melenyapkan. Rupanya ia sudah gelap mata dan semua keburukan sudah meracuni dirinya.
Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga, semakin pandai bangkai maka tercium juga, kejahatan sekecil apapun lama lama pasti akan ketahuan juga. pepatah ini emak nyomot di istilah orang, bukan hak cipta ane sendiri 🤣😂.
“Plak” Seseorang memukul punggung Maya.
“Ceklek” lampu kamar langsung menyala..
“Kau mau apakan Mamiku bere•ngsek” Maki Geffen. Ya yang menyentuh punggung Maya adalah Geffen, sejujurnya mereka terkena efek samping obat tidur, karena bau kentut Sri Yuki dan Abang Geffen membuat udara di kamar sebelah langsung pengap, maklum orang kuno itu hanya mau makan ubi jalar dalam seminggu ini, dan Geffen pun ikut makan ubi melonggarkan saringan kenalpot itu, jadinya mereka berlomba bau kentut siapa yang mampu membangunkan keduanya.
Maya yang menggunakan masker langsung melihat kebelakang, dan tanpa ia duga tangan Geffen langsung mencekik leher Maya, ia menekannya kedinding.
“Bang lepas bang lepas, itu orang bakal mati jika gak Abang lepasin, liat matanya putih” Ucap Sri Yuki yang bertugas menjadi tukang hidup lampu, ia langsung mengambil alih tugas itu karena ia takut salah menghajar, biasanya menghajar si penjahat malah suaminya ia buat babak belur...
Tangan Sri Yuki langsung menarik masker di wajah Maya, dan terlihat lah mulut Maya yang mangap mangap kayak ikan louhan di angkat ke daratan.
“Ma-Maya”Ucap Geffen kaget lalu melepas cengkraman di leher istri keduanya itu, ia tak pernah menyangka istri keduanya ini tega mau mencelakai Keluarganya.
Sedangkan Maya langsung mengambil nafas sangatlah banyak seakan ia tak bernafas setahun lamanya, Jantungnya berdetak amatlah kencang ia tak menyangka rencana yang ia susun akan berakhir seperti ini. Tapi ya sudah tertangkap mau bagaimana lagi coba. Setalah ini ia tak bisa berpura pura sok lugu dan menerima apa adanya.
“ Bisa kau jelaskan ini semua Maya” Ucap Geffen dengan nada dingin yang menusuk tepat di jantung Maya, bulu kuduknya pun juga ikut merinding seperti ada genderewo siap membawanya ke kamar pengantin.
“Ak” Baru buka mulut Sri Yuki langusung membekap mulut Maya kuat kuat sehingga wanita itu pingsan dalam hitungan satu menit
“Cepat kau panggil dokter bang, Mami butuh perawatan, serahkan wanita ini kepadaku, jangan bilang siapa siapa tentang kejadian ini” Ucap Sri Yuki mengangkat tubuh Maya dengan enteng.
__ADS_1
Tingkat Sri Yuki yang bar bar ini masih membuat seorang Geffen kaget, apalagi ini hanya 1 menit wanita itu langsung pingsan tanpa di gebukin, padahal sebenarnya kain yang digunakan Sri Yuki untuk membekap mulut sang rival yaitu kaos kaki Geffen yang kotor jatuh ke air, lalu kaus itu di masukan kedalam lemari sepatu tanpa di jemur, proses fermentasi si kaus kaki itu terjadi 3 bulan lamanya dan sang pelaku fermentasi itu adalah Sri Yuki sendiri.
Sri Yuki langsung membawa Maya ke dalam kamar mandi di kamar sebelah ruang rawat sang Mami.
...----------------...
~30 menit kemudian
Maya membuka matanya dan ia langsung melihat dua algojo siap memangsanya, karena ia mual akibat bau menyengat itu ia buru buru membuka kloset lalu muntah sampai ia lemas, “Uekk... Uekk”
“Nah loh bunting nih, Astaga gue lupa jika nie anak lagi bunting” Ucap Sri Yuki.
“Katakan apa yang aku lihat ini adalah dirimu sesungguhnya Maya!!!” Ucap Geffen tanpa berbelas kasih.
Maya yang tadinya lemas langsung berdiri tegak dan memandang sepasang suami istri itu.
“Maaf semenjak kau ingin membuang ku setalah aku hamil anakmu seperti ini hati ku yang lembut mejadi batu mas. Jika dulu sebelum ada bayi ini ada aku bisa melepaskan mu, tapi lihat dia baru ada di dalam perut kau sudah membuat anak ini mengalami broken home” Ucap Maya, ia tak berani membeberkan semua kebusukannya.
“Karena Mami mu adalah orang yang paling ingin menjauhkan ku dengan mu dan anakku” Ucap Maya.
“Kenapa kau harus mau membunuh Maya???” Ucap Geffen sejujurnya sudah mulai curiga karena yang ia dengar dan lihat tadi bukanlah Maya yang selama ini ia kenal.
“Aku hilaf Mas” Ucap Maya berakting...
“Air matamu sudah tak mempan di mataku Maya, aku sudah mendengar Ucapan awalmu kepada Mamiku, entah apa yang kau bisikkan kepada ibuku yang tengah tidak sadar itu” Ucap Geffen.
“Baiklah sudah ketahuan ya Jika aku memang bertujuan membunuh ibu mu, ia aku ingin sekali membunuh wanita itu yang selalu menolak diriku”
__ADS_1
Pyarrr... Sri Yuki menampar wajah Maya sekuat tenaga hingga wajah ini membengkak sebelah.
“Kenapa kalian mau memenjarakan ku???”
“Tak semudah itu kali, jika kau memenjarakan ku maka kau harus siap siap anakmu lahir di penjara, dan kabar pernikahan kita akan terbongkar di publik” Ucap Maya yang memang punya akal bulus yang sangat licik.
“Kau licik Maya”
“Aku seperti ini semenjak kau ingin menceraikan ku pada saat aku mengandung, seorang ibu akan jahat demi masa depan anaknya” Ucap Maya.
“Apa mau mu???” Tanya Geffen...
“Aku mau kau ceraikan Yuki dan nikahi aku secara sah, jika tidak aku akan menghancurkan keluarga Nugraha” Ucap Maya.
Duarrrr....
^^^To be continued^^^
...Terimakasih atas dukungannya🥰🙏🙏...
...JANGAN LUPA...
...Like episode karya untuk mendukung karya receh emak otor agar semakin semangat berkarya👍...
...Dan komentarnya🗣️ juga ya🤗, biar emak otor makin semangat untuk up yang banyak, jika komentar rame kagak dapet gocek tapi dapet semangat dari reader duh hati si emak jadi berbunga bunga seperti kebon tetangga sebelah😂🤣....
...Hadiahnya juga🎁🌹☕...
__ADS_1
...Votenya juga ya🤗 🔥🔥🔥🔥...
...Lope Yuyu all**...