Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Bermalam di hutan


__ADS_3

🙈 🙈 🙈 🙈


Sri Yuki dan Geffen sama sama terdiam di bawah cucuran air terjun yang membasahi tubuh mereka....


Tangan Geffen menarik tubuh Sri Yuki kedalam dekapannya, tubuh mereka merapat, saat ini mereka berpelukan cukup lama...


Geffen mencium rambut Sri Yuki berulang ulang, “Aku mencintai mu!!” bisik Geffen didengar jelas oleh Sri Yuki.


“Maaf aku tak menerima cinta yang cacat dan terbagi” bisik Sri Yuki, membuat wajah Geffen tersirat kesedihan mendalam tanpa di lihat oleh wanitanya...


Geffen memegang kepala Sri Yuki, mata mereka saling melihat, bibir mereka pun hanya berjarak 3 CM mereka saling merasakan nafas dari satu sama lain, Geffen berkata dengan penuh perasaan “Aku akan merebut cintamu agar hanya terpatri untuk ku, tunggu sebentar lagi sayang, aku akan melepaskan nya dan mari kita hidup bahagia setelah ini.”


Ucapan Geffen mampu menghipnotis Sri Yuki, Sri Yuki terdiam mendengar ucapan suami nya itu. Entah siapa yang memulai saat ini bibir mereka sudah bersatu...


Saling melu•mat, saling mencecap, lidah saling membelai, kali ini ciuman bukan ciuman nafsu yang biasa Geffen berikan, melainkan ciuman tulus menghanyutkan perasaan, hingga bibir milik Sri Yuki berwarna merah dan Jontor seperti habis makan bon cabe level 100.


Karena si Anakonda sudah bangun Geffen melepaskan tautan itu, saat ini ia ia menempelkan keningnya dan kening Sri Yuki, mereka tersenyum tulus satu sama lain...


“Mari kita nikmati liburan kita tanpa memikirkan apapun, lupakan tentang perceraian, dan masalah kita sesaat, kita datang ke tempat ini untuk bersenang senang dan menikmati liburan kita.”


“Baiklah” Ucap Sri Yuki ia menunduk karena malu, untuk pertama kalinya ia membalas ciuman suaminya yang menggetarkan hati, biasnya ia hanya menerima dan merasakan saja...


Geffen tersenyum melihat rona merah di pipi sang istri, ia mulai menyadari dibalik ke bar-baran Sri Yuki ada sifat pemalu meski hanya 5% saja, yang lainya malu maluin🤫. Geffen mengangkat tubuh kecil Sri Yuki, lalu menggelitiknya “Abang Abang turunkan aku...Hahahahhaha”


“Tidak akan aku akan melempar mu dari sini.....Hahaha hahahaha” Mereka bercanda dan mandi bersama menikmati kejernihan air terjun.


Saat ini Pasutri itu sedang merebahkan tubuhnya di atas batu besar, sambil menunggu baju mereka kering, memandang langit biru dihiasi awan putih yang menyejukkan jiwa, langit tengah mendung, angin sepoi-sepoi menyentuh kulit mereka. Mereka terdiam dengan perasaan masing masing ...


Dalam hati Geffen berkata, “Tuhan mengapa takdir cintaku sungguh rumit, aku tak bisa menahan perasaan ini, kenapa dari dulu sebelum kecelakaan satu malam ku dengan Maya kau tak menghadirkan perasaan ini tuhan, kenapa dikala aku sudah mencintai nya, menyayangi nya dia akan direnggut dari sisiku??” setes air mata Geffen jatuh, ia langsung menghapusnya.


“Baiklah akan ku turuti keinginan mu, melupakan semua untuk sesaat, aku ingin membuat mimpi ku di zaman dahulu terkabul meski hanya sebulan” Ucap Sri Yuki dalam hati.


“Udara semakin dingin, seperti nya hujan mau turun” ucap Geffen.

__ADS_1


“Abang bajunya masih basah” Ucap Sri Yuki.


“jika dijalan nanti melihat toko kita akan membelinya, Pakailah kemeja itu seperti nya sudah kering aku tak apa apa tidak mengenakan baju atasan, asal di bawah tertutupi.


“Baikalah mari kita kembali ke mobil, aku sudah kedinginan” Ucap Sri Yuki menggigil bibirnya pucat.


Melihat Sri Yuki yang kedinginan, Geffen mengangkat Sri Yuki dalam gendongan nya. Baru selangkah hujan angin besar langsung menerpa tubuh mereka, Geffen berlari mendekati mobil.


mereka terburu buru memasuk kedalam mobil, Geffen langsung menghidupkan mesin untuk pergi dari tempat itu baru memajukan mobil tiba-tiba.


BRUK..... Sebuah pohon beringin tua tumbang menutupi jalan tak jauh mobil mereka terparkir. Beruntung mobil Geffen sedikit maju jika mudur sedikit mobil itu sudah tertimpa pohon besar itu.


Suasana cukup tegang, “Bang pohonnya” Ucap Sri Yuki.


“Sebentar, Abang tengok dulu kondisi di belakang, yakinlah tidak akan terjadi apa apa. Lihat sekitar mobil kita, tempat ini aman karena pohonnya kecil kecil hanya pohon itu saja yang besar sedari tadi kita jumpai” Ucap Geffen.


Geffen turun menembus hujan, ia melihat celah siapa tau ada jalan lain untuk mobil, Setelah di pastikan tidak ada jalan lain ia kembali kedalam mobil...


“Maaf seperti kita harus menghubungi pemadam kebakaran daerah sini dulu sayang, tidak ada jalan untuk keluar dari tempat ini” Geffen membuka hanpone baru yang kemarin ia beli, lalu melakukan panggilan...


Tut... Tut... Tut... telpon tak tersambung....


Sudah 3 kali Geffen mengulang panggilan itu.


Karena sudah jengkel ia memeriksa sinyal ternyata datar alias kagak ada sinyal, “Sial, kenapa aku tak mengecek sinyal dari tadi”.


ia baru sadar jika kursi yang ia duduki basah karena baju yang dia kenakan basah, ia menengok ke sebelah Ternyata istrinya menggigil...


“Dingin ya, sini buka bajumu?” Ucap Geffen.


“Abang mau apa?” Tanya Yuki waspada.


“Jika kamu masih menggunakan baju itu kamu akan sakit lalu mati” Ucap Geffen menakut nakuti Sri Yuki.

__ADS_1


Dalam hari Sri Yuki ia berkata, “Ia jika aku sakit anakku juga ikut sakit, dari pada membahayakan nya lebih baik aku tidak memakai apa-apa di tubuh ku ini!.”


Sri Yuki membuka satu persatu helai bajunya, Geffen memalingkan wajahnya tak urung dia juga melepas bajunya, hanya tertinggal popok basah yang melekat ditubuhnya, “Pakailah jas ini untuk menutupi tubuh mu, agar hangat mari kita pindah ke kursi belakang kursi didepan basah” Geffen memberikan jas kepada sang istri.


..._________________...


Suasana canggung mereka rasakan, sudah 3 jam mereka menunggu hujan reda karena hari semakin petang udara semakin dingin Geffen yang hanya mengenakan popok basah pun menggigil, ia menahan kedinginan tanpa bersuara.


Beruntung nya ada makanan di dalam mobil jadinya mereka tak kelaparan menunggu hujan dan pemadam kebakaran, “Abang dingin” Sri Yuki mengeluh, ia merasakan jika jas itu tak mampu lagi menghangatkan tubuhnya...


“Sini tangannya, Abang hangatkan” Geffen mengulurkan tangannya, tanpa di duga Sri Yuki malah pindah duduk di atas pangkuan Geffen, ia mendudukkan dapurnya yang hanya berbalut segitiga karung goni yang tembus pandang di atas popok basah yang sedari tadi membuat si anakonda pilek dan kedinginan.


“Bang celana Abang basah, lepasin Napa bang, menghalangi banget ini ” Ucap Sri Yuki mengerakkan pantatnya maju mundur cantik.


Pipi Geffen memerah, dingin yang ia rasakan saat ini menjadi panas karena bangunnya naga Api yang sedang bertapa.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungannya🙏🙏


Jagan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini**

__ADS_1


__ADS_2