
🍃 🍃 🍃 🍃 🍃
Mobil Geffen sudah sampai di sebuah restoran elit di ibu kota.
Geffen sebelum turun ia memandang penampilan nya, “Astaga kenapa macem ini aku memilih baju”.
“Petrik kau buka sepatu mu” perintah Geffen.
“Ada apa tuan?” Tanya si petrik.
“Cepat buka Jagan banyak tanya!” Perintah Geffen.
Petrik membuka sepatunya lalu dengan cepat kilat ia merampas lalu menukarnya dengan sepatu yang ia kenakan.
“Pakailah sepatuku, bajumu kan putih” Ucap Geffen, ia melepaskan dasinya, lalu menarik menggenakan jasnya.
“Tapi tuan, sepatu itu pemberian Nona Maya” Ucap petrik kepada bos nya itu, harga sepatu itu pun sangatlah mahal, ia saja mau membeli sepatu yang saat ini tuan mudanya pakek, ia harus mengereditnya sepuluh bulan lamanya, ia masih baru mulai menyicil bulan ini, bosnya main begal aja.
“Jika kamu mau kau ambillah, sekarang jangan ngomel melulu” ucap Geffen yang sudah tak sabar.
“Untung ukuran sepatu kita sama jika tidak pengap nih kaki ” Ucap Petrik.
Setelah urusan sepatu, mereka langsung memasuki restoran, selama 2 jam mereka tengah membahas proyek yang baru mereka buka.
Setelah itu Geffen dan Patrick pergi ke kantor, “Kring..... kring.... Kring” Bunyi hanpone Geffen.
“Ia sayang?” Ucap Geffen.
“Mas kenapa tak menelpon ku sama sekali?” Tanya Maya.
“Maaf sayang Mas sibuk” Ucap Geffen.
__ADS_1
“Aku kira Mas lagi sama kakak” Ucap Maya.
“Yuki dibawa pulang ke rumah Nugraha sama Mami” Ucap Geffen dengan Nanda sedih.
“Emangnya kenapa kalog datang kerumah Nugraha?, bukannya wajar kan Mas menantu pulang mengunjungi keluarga suami!” Ucap Maya bermaksud menyindir Geffen karena tak pernah mempunyai niat untuk membawa Maya ke rumah Nugraha padahal ibu dan adiknya Geffen sudah tau dengan pernikahan mereka.
“Jika hanya berkunjung sih mah tak apa apa, ini mode gawat sayang” Ucap Geffen.
“Gawat gimna bang?, kakak kabur tah dari rumah?!” Tanya Maya sok khawatir.
“Sayang kakek sudah mengetahui pernikahan kita, saat ini beliau sudah mendaftarkan perceraian ku dengan Yuki”
“APAH” teriak Maya ia langsung bangun dari posisi tidurnya ia langsung loncat kebawah.
“Sabar sayang jangan teriak teriak gitu, nanti telinga bayi kita sakit mendengar Mamanya teriak seperti itu”.
“Maafkan Maya Mas, kapan sidang pertama?” Tanya Maya.
“Dua Minggu lagi, Kau tenanglah tinggal di rumah Handoko, Mas berusaha mencegah perceraian itu” Ucap Geffen.
“Tidak sayang, kamu tak salah apapun” Geffen menghibur istri muda nya itu.
“Mas aku merindukan mu” Ucap Maya.
“Aku juga sayang” jawab Geffen.
Dalam hati Geffen, “Aku sangat merindukan mu Yuki, kau lagi apa sekarang?”.
“Baiklah aku tutup dulu telponnya” Ucap Maya.
“Jaga kesehatan kalian, aku juga merindukan mu” Lalu telpon itu ditutup.
__ADS_1
Tululing.... Notifikasi pesan WA di hanpone Geffen berbunyi.
Karena masih di tangan, Geffen membuka pesan itu. Mata nya terbelalak entah apa yang ia lihat, “Sialan” Geffen menendang kursi pengemudi....
Brak....
Petrik yang kaget tanpa sengaja langusung menekan pedal rem, Cekkkiiit.... BRAK mobil itu tabrak dari belakang, karena macet pengemudi itu tidak turun.
Tin..... Tin..... Tin... Tin...
“Tuan jika anda mau bunuh diri Jagan mengajak saya, Saya masih lajang belum pernah merasakan surga duni”.
“Sekarang juga kita pergi ke toko tali tambang, saat ini aku butuh tali tambang 10 Meter”, Ucap Geffen.
Sedangkan di lain tempat, Maya sangat bahagia, tak sia sia memainkan trik untuk memisahkan Geffen dan Yuk.
Maya langsung loncat ke atas tempat tidur. Dengan posisi tengkurap, “Astaga aku lupa bawa aku hamil” Ucap Maya yang sedang tengkurap di atas ranjangnya..
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungannya🙏🙏
Jagan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini