Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Terbongkar


__ADS_3

🌴 🌴 🌴 🌴


Mendengar ucapan Maya, kedua orang itu langsung terdiam...


“Hahahahaha” Geffen tertawa dingin.


“Kau ingin aku menceraikan istriku???” tanya Geffen. Dada Sri Yuki dag Dig dug der...


“Kau bermimpi lah sepuas yang mau inginkan, karena ucapan mu ini semakin aku meragukan mu, karena apa???”


“Satu.... Mami ku kecelakaan tak ada yang tau, semua ini di rahasiakan dari publik.” Ucap Geffen melangkah mendekati Maya.


“Dua.... Foto pernikahan kita ada di rumah besar Nugraha, emangnya itu Foto ada kakinya sehingga datang kerumah Nugraha sendiri, kau kira aku bodoh???. Bukanya pada saat kita menikah hanya wali yang kau bilang pamanmu yang tau dan pak kiai, kecurigaan ku semakin besar terhadap mu Maya” selangkah lagi Geffen mendekati Maya.


“Ketiga..... Aku curiga bahwa kau lah dalang dari atas kecelakaan menimpa Yuki dan kedua orang tuaku, jika semua itu terbukti adalah dirimu maka aku tak akan melepaskan mu.” Geffen ingin memukul wanita ini, tapi ia sudah berjanji kepada Sri Yuki ia tak akan pernah memukul wanita lagi, dia hanya menarik rambut Maya agar melihat wajahnya.


“Meski kita memiliki kenangan yang indah di masa lalu. Aku tak akan memaafkan mu, dan aku tak keberatan anakku lahir di penjara, disana kau bisa di awasi sehingga ketika kau melahirkan, dengan mudah aku mengambil anakku dari tanganmu” Ucap Geffen.


“Dasar penjahat masih training, membuat kecelakaan di tempat yang sama, jika memang kau yang merencanakan kecelakaan Mami, maka aku akan membuat mu sengsara hingga kau tak ingin menunjukkan wajah mu itu” Ucap Sri Yuki dingin dan tak main min dengan ucapannya.


“Pilihlah kau mau mengakui kejahatan mu, atau kami akan menyeret mu keluar dari sini, polisi sudah menuju ketempat ini, ayahku dan Nino juga sudah berada di perjalanan juga” Ucap Geffen.


“Baiklah aku akan mengakui kesalahan ku di kantor polisi, silakan ikat tangan ku agar aku tidak kabur” Ucap Maya menyerahkan tangannya.


“Tapi biarkan aku masuk penjara diam diam, jangan sampai media tau, karena Kakek ku lagi kurang sehat, bukannya Yuki sangat di sayang oleh Kakekku” Ucap Maya.


Yang di bilang Maya memang benar, kakek Handoko lah yang selalu memikirkan masa depan Yuki. “Jika aku percaya kepadamu nanti kau malah ngelunjak” Ucap Geffen.


“Bukannya di rumah sakit ini ada CCTV aku tak bisa mengelak lagi, toh identitas ku sudah ketahuan” Ucap Maya sedikit berotak ketika tangan nya sudah di pegang lengannya .


Tililit... Tililit.... Tililit...

__ADS_1


Geffen langsung mengangkat panggilan itu, “Maaf tuan jalan menuju rumah sakit macet, ada kecelakaan besar yang membuat kita tak bisa langsung kesana” Lapor si polisi.


“Kita tahan wanita ini di kamar mandi dulu, Jangan sampai lepas sambil nunggu pak polisi” Ucap Sri Yuki.


“Baikalah mari kita pergi” Ucap Geffen menarik tangan Sri Yuki.


“Hey kalian jangan mengunci ku didalam sini” Teriak Maya menggedor pintu....


Dor...


Dor...


Dor...


Dor...


Wanita itu menggedor pintu itu tiada hentinya, “Aduh telingaku sudah sakit mendengar teriakan kesayangan mu itu bang” Ucap Sri Yuki.


“Tolong ada darah” Teriak Maya.


“Bang katanya ada darah” Ucap Sri Yuki mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan sang suami.


“Biarkan saja sayang wanita itu pasti hanya mencari simpati kita” Ucap Geffen Memeluk tubuh Sri Yuki.


“Bang lihat tangan wanita itu berdarah” Ucap Sri Yuki menunjukkan pintu kaca kamar mandi yang sudah ada darah cap telapak tangan menandakan wanita itu memang benar benar terluka.


Geffen langsung melihat ke arah dimana istirnya menunjuk, Mata Geffen terbelalak. Cepat cepat ia membuka pintu.


“Tolong Tolong anak ku, aku mohon” Ucap Maya dengan nada lemas, bibirnya memucat.


Geffen langsung mengangkat tubuh Maya keluar dari dalam kamar ia berlari di ikuti oleh Sri Yuki, karena panik mereka mebawa tubuh Maya yang banyak mengeluarkan darah itu keluar kamar mencari dokter kandungan.

__ADS_1


“Tuan Geffen” Panggil seorang perawat.


“Ada apa lagi ini Sus??” Tanya Geffen.


“Anda dimintak ke ruangan dokter karena nyonya Liana butuh bantuan anda, beliau saat ini keritis, ini tak bisa di wakilkan karena ini antara hidup dan mati Nyonya Liana” Ucap si perawat.


“Bang sana biarkan aku yang mengantarkan wanita ini, lihat wajahnya dia tak mungkin bisa kabur, Mami yang utama” Ucap Sri Yuki.


Suster itu memberikan kursi roda lalu Geffen langsung menundukkan Maya disana. “Setelah mengurus Mami aku akan menyusul, semoga tuhan menyelamatkan bayi ini ya sri” Ucap Geffen, mau bagaimana pun dia sangat mencintai darah dagingnya.


Geffen langusung mengikuti suster. Sedangkan Sri Yuki mendorong kuris roda Maya yang mau masuk ke dalam Lift... karena lantai itu Kusus keluarga Nugraha saja maka sepi tidak ada siapa siapa.


Saat ini Lift khusus itu sampai di lantai 2, lagi satu lantai lagi Sampek di lobi. Maya bangun tanpa sepengetahuan Sri Yuki ia langsung memencet Lift, lalu keluar dari lift...


“Maya” Teriak Sri Yuki, melihat madunya itu lari....


^^^~To be continued^^^


...Terimakasih atas dukungannya🥰🙏🙏...


...JANGAN LUPA...


...Like episode karya untuk mendukung karya receh emak otor agar semakin semangat berkarya👍...


...Dan komentarnya🗣️ juga ya🤗, biar emak otor makin semangat untuk up yang banyak, jika komentar rame kagak dapet gocek tapi dapet semangat dari reader duh hati si emak jadi berbunga bunga seperti kebon tetangga sebelah😂🤣....


...Hadiahnya juga🎁🌹☕...


...Vote 🔥🔥...


...Lope Yuyu all 😘...

__ADS_1


__ADS_2