
👻 👻 👻 👻
Kemarahan Geffen meluap-luap. Ia menghajar adiknya dengan sekali jotos.
“Buk ... Kau masih mengharapkan istriku! Padahal istriku sudah mengandung anakku.” Bogem mentah lagi lagi mendarat di wajah tampan Nino.
“Buk ... Aku memang mencintainya! Tapi aku bukan pembinor. Asal kau tau emak online sudah memberikan ku jodoh tapi tak satu rumah dengan mu, masih nganter sama si brondong Tajir!” ucap Nino membalas tonjokan sang Abang.
Sang ayah hanya memerhatikan dua anaknya lagi melakukan adu jotos dan dan adu kekuatan. Karena sudah saling membelit dan mengunci di lantai ayah Geffen hanya mendekat lalu layaknya Kucing lehernya di tarik oleh majikannya, begitulah ayah dua putra itu melerai anaknya.
“Kalian sudah menganggap ayah patung di alun alun kota ya! Jika kalian melanjutkan pertarungan kalian maka sekarang juga, ayah akan membawa kalian ke kasino dimana gulat bebas disana” ucap ayah pria tampan yang merupakan mantan atlet tinju, maka dari itu memisahkan dua Kakak beradik itu adalah hal mudah.
Maka dari itu Mami Liana yang barbar bisa takluk kepada Dedy tampan yang hot ini.
Tuan Danu kaget mendengar kenyataan jika putra keduanya menyimpan perasaan kepada kakak iparnya.
Tapi ia yakin putra kedua yang lebih penutur karena sifatnya mirip dengan ayahnya yang tenang. Sedangkan sang putra pertama titisan si Mami bar-bar dan lebih keras kepala namun hatinya lembut selembut roti sobek.
“Bisa kalian jelaskan apa yang terjadi ini! Kalian tau bukan kali ini kita sebagai keluarga Nugraha yang sedang dirundung masalah besar tidak boleh berpencar?” tanya ayah Danu.
“Ia Ayah, aku kesini ingin memberikan ini kepada kalian kedua, tapi yang aku dapatkan adalah roti jotos dari si pembuat masalah!” sindir Nino lalu memberikan kertas rumah sakit yang sangat penting.
“Salah siapa coba? Yang nyelonong masuk tanpa salam lalu menjanjikan sesuatu yang konyol yang tak mungkin aku wujudkan!” omel Geffen.
“Jangan ngoceh dulu, sekarang kau lihat apa yang aku berikan kepada mu! Setelah itu kau pasti akan menyetujui ucapan ku tadi, bagaimana ayah?” tanya Nino yang sedang bercermin melihat seberapa bonyok wajah tampan nya.
“Kau pintar Boy! Mari kita diskusikan dulu dengan kepala dingin.” Ayah Geffen langsung menepuk pipi bengkak Nino hingga sang empunya pipi langusung merintih ke sakitan.
“Aw ... Ayah! Liat liat Napa, jika mau menepuk wajah tampan ku ini, bagaimana jika tepukan ayah membuat ku cacat seumur hidup sehingga aku tak mendapatkan jodoh!” omel Nino kepada ayahnya itu.
30 menit kemudian, telpon ayah Geffen berbunyi.
__ADS_1
Kelontong ... kelonting ... derettt ... dettt deeettt... Tuan Handoko calling 📱
📱“Ia tuan?” jawab ayah Geffen malas.
📱“Bagaimana tuan? Jika kalian tidak mau menikahkan Geffen dan Maya saya akan membuat Yuki selamanya di penjara” ancam ayah Maya.
📱 “Baikalah satu Minggu lagi putraku akan menikah sah dengan Maya dan dihadiri media.”
📱 “Keputusan yang bagus tuan! Sampai jumpa di pernikahan satu Minggu lagi! Jika Maya sudah sehat akan melakukan fitting baju dan tuan Muda Geffen harus memperlakukan putriku dengan baik!” ucap Ayah Maya.
📱 “Baikalah!” ucap Ayah Geffen, ia tanpa say good bay langsung menantikan telepon itu.
...----------------...
Tiga hari kemudian Maya keluar dari rumah sakit. Dengan hati berbunga bunga.
“Mama aku ingin melihat Yuki di penjara!” ucap Maya.
“Biarkan Maya saja yang kesana di antar supir, Yuki tak akan bisa menyakiti ku karena ada polisi disana! Aku ingin mengabarinya tetang pernikahan kami.” ucap Maya.
“Baiklah, hati-hati ya sayang!” ucap ibu Maya.
Saat ini Maya sekarang di penjara tengah menunggu Sri Yuki selama 1 jam, ia mulai tak sabar, sedangkan yang di tunggu tengah bersantai ria dan merias wajah seheboh mungkin.
Berapa kali bertanya kepada sipir, sipir hanya bilang di penjara ada sebuah kegiatan, sehingga Maya harus bersabar menunggu.
Sri Yuki keluar ketika puas melihat si Maya bosan, “Wah maduku yang cantik jelita! Baru berapa hari masuk penjara wajah mu sudah hancur dan rambut mu persis sarang burung!” ejek Maya, mereka saat ini berada di sebuah loker yang ma a tahanan dan penjenguk bicara melalui telpon, dan bolongan kaca untuk penjenguk memberikan buah tangan kepada tahanan.
Bolongan itu sebesar kepalan orang dewasa, “Tak usah menyindir! Katakan saja sedang apa wanita cacat yang tak bisa memiliki anak datang kehadapan ku yang sempurna ini!” ucap Sri Yuki santai namun ucapan nya setajam silet.
“Aku datang kesini hanya memberikan kabar bawah empat hari lagi aku dan Geffen akan menikah secara resmi dan Geffen akan segera menceriakan mu!” ucap Maya sombong, hatinya menangis, karena selama 4 hari ini ia sedih karena harus kehilangan rahimnya.
“Oh silahkan toh si Anakonda sudah ku buat lumpuh jika bukan di lubang peralon ku! Hahahaha kasian sekali dirimu Maya, sejujurnya yang paling menyedihkan disini adalah kamu! Mengemis cinta pria yang tak mencintai mu, dan seumur hidup kau akan kesepian karena tak bisa memiliki keturunan!” ejek Sri Yuki.
__ADS_1
Tangan Maya kedalam lubang itu ingin menarik Sri Yuki, Tapi dengan sigap Sri Yuki menarik tangan Maya sehingga kepala Maya juga ikut masuk ke lubang.
Sri Yuki langsung menjambak rambut indah itu sehingga sang empu menjerit kesakitan.
“Tolong polisi ... Polisi!” jerit Maya.
“Teriak lah, polisi tak akan mendengar jeritan mu! Aku mau tidur di sel ku, kau usaha sendiri bagaimana caranya kepalamu ini keluar dari kaca ini” ucap Sri Yuki melenggang masuk kedalam meninggalkan wanita itu yang menjerit kesakitan.
“Kau pintar sekali Nun! mulutku asin banget ini, sepertinya Tuti dan Cintya memoles wajah ku agar seperti orang menderita di penjara terlalu berlebihan! Wajah cetar membahana ini sungguh keras dan kaku!” Omel Sri Yuki. Tadi pada saat mobil Maya menuju ke penjara, Nun sigap meretas semua CCTV dan memberikan peredam suara sehingga Polisi tak mendengar ucapan keduanya, dan semua polisi tak bisa melihat kelakuan bar barnya.
“Pintar bukan aku! Aku hanya membalas apa yang dia lakukan di kamar Mami, menghapus bukti atas kejahatan nya!”
Maaf ya emak lelet bgt upnya, masih sibuk RL, mohon doanya untuk keluarga emak yang meninggal, selama seminggu ini dua orang yang meninggal, ku harap reader Belenggu cinta yang sama menunggu up emak dengan sabar ..
Terimakasih sudah setiap memberikan semangat baut karya receh yang super receh ini😘.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungannya🙏🙏
Jagan lupa
Like👍
komentarnya ya, biar emak otor makin semangat ngetiknya, jika komentar rame kagak dapet gocek tapi dapet semangat dari reader duh hati si emak jadi berbunga bunga🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini.
__ADS_1