
🍜 🍜 🍜
Gubrak..... Pintu kamar Geffen dan Sri Yuki di dobrak dari luar, sehingga pintu itu bobol dan terlepas.
Bukan cuma Geffen yang kaget Sri Yuki yang tengah molor pun ikut kaget hingga bangun dan terduduk...
Apalagi yang mendobrak pintu bukanlah Mami Liana atau pun istri kedua si Geffen melainkan seekor sapi besar yang masuk kerumah mereka...
Mooooo.... begitulah bunyi sapi betina itu...
“Astaga... sapi siapa ini???” Pekik Geffen yang langsung berlindung di belakang punggung Sri Yuki yang masih setengah sadar...
Seseorang ibuk ibuk berpenampilan nyentrik datang, rambutnya yang berwarna pelangi membuatnya selalu merasa habis turun hujan, karena selalu ada pelangi di rambutnya...
“Maaf tuan muda, sapi saya lepas di depan sana, kami lagi ramai ramai tengah melakukan upacara kawinan si Titin, malah talinya terlepas sehingga masuk kerumah anda” Ucap Bibik Gita merasa tidak enak karena kedatangan tuannya di sambut oleh sapi nya yang ia beri nama titin itu....
“Cepat kau bawa itu si sapi, dan carilah tukang membenahi pintu kamar kami” Ucap Geffen masih takut karena mata si Titin melihat Geffen tanpa berkedip.
“Tin ayo.. kau ini kenapa sih tin, dikawinin sama si Ringgo sapinya Mbah Nining kau malah kabur kesini, tau aja kau ini jika ada pangeran tampan disini!!”
“Dasar sapi kagak ada ahlak lu tin, jika liat orang tampan saja kau tak berkedip, ingat Tin elu itu sapi bukan manusia, mbok ya naksir nya sama sesama sapi dong” Omel si bibik Gita ketika si Titin tak mau di Bawak ke keluar kamar Geffen, kakinya seperti tertempel lem, ketika di bawa keluar ia masih curi curi pandang kebelakang.
“Sial... Begini nih apesnya punya rumah di desa Kandang sapi isinya sapi aja, karena semua orang disini pelihara sapi, bahkan para sapi disini tidak di tali. Hanya sapi yang mau di kawinkan saja yang di tali agar tak kaget ketika di tusuk dari belakang.”
“Ahhhh... Habis sudah aku tak bisa mesra Mesran jika pintunya tidak ada tutup nya begini!!!” Gerutu Geffen.
Sri Yuki mendengar ucapan suaminya ia ingat bagaimana ia paling ganas semalam. ia ingin keluar dari tubuh Yuki lalu pindah ke tubuh orang lain lagi.
__ADS_1
Sri Yuki melihat bibik yang menarik sapinya tak berani melihat ke arah suaminya. Bagaimana tidak, orang si suami saat ini sedang telan•jang dada sehingga hasil kerokan semalam yang sangat banyak terpampang jelas di depan mata..
Sri Yuki langsung mengubur kepalanya kedalam bantal, “Aduhh malunya aku, tadi malam itu bukan aku pokonya. Ah ini pasti si kecebong yang merasa takut sehingga menghibur diri dengan konser bersama si anakonda. Itu bukan aku pokok nya... Bukan aku” Ucap Sri Yuki dalam hati, ia tengkurep di atas bantal sambil merutuki dirinya yang mudah terpancing godaan nikmati hasil gali tanam sang suami.
“Bangun sayang, ayo kita makan dulu kau tak sabar kan jika kita sudah sampai di tujuan, tadi didalam mobil aku memakaikan mu daster, kau pun juga tak bangun” Ucap Geffen mengelus surai rambut Sri Yuki.
Tak ada jawaban dari sang istri, emang Geffen yang kurang peka terhadap wanita ia mengira jika Sri Yuki tidur kembali, “Ayo kita pergi ke perkawinan sapi, disini sudah menjadi khas desa jika mengawinkan sapi harus beramai ramai dan si sapi kasik jenang merah putih agar perkawinan itu menghasilkan anak sapi yang sehat” Ucap Geffen.
Dengan semangat empat lima Sri Yuki bangun lalu, “Bang aku mandi dulu ya, dimana kamar mandinya??” Tanya Yuki.
“Ayo aku akan mengantar mu kekamar mandi” Ucap Geffen langsung mengambil baju lalu memakainya.
Sri Yuki juga bangun ia mengira jika kamar mandinya jauh sehingga sang suami mengenakan baju, “Ayo ikut abang”.
Geffen bejalan 5 langkah di ikuti oleh Sri Yuki. Tak di sangka sangka Geffen membuka pintu di depan wajahnya, lalu “Mandilah, Abang antar ya” Ucap Geffen...
“Brak”
hanya 10 menit mereka membersihkan tubuh bergantian, mereka mandi ala capung.
Saat ini Sri Yuki dan Geffen tengah berdiri di semak semak kebun mereka tak mau mendekat karena takut di seruduk hewan berkaki empat itu.
“Bang kenapa kalo sapi kawin hanya gaya tusuk dari belakang ya??” Tanya Sri Yuki.
Geffen langsung menggaruk kepalanya bingung mau memberi penjelasan apa, dalam hati ia berkata, “Astaga gini nih jika aku menjadi guru ranjang terlalu pintar, sehingga murid ku pintar mempelajari berbagai gaya”
“Sapi semua bodoh sayang Meraka tidak tau sport gaya yang menantang, yuk kita berkeliling kampung aku akan berbelanja, kau ingin makan apa??” tanya Geffen.
__ADS_1
“Emangnya Abang bisa masak??” tanya Sri Yuki.
“Kau tak percaya suamimu ini padai memasak, asal kau tau suamimu ini multi talenta, Abang pandai di ranjang kau pun tau ke aklian Abang yang satu itu, nanti Abang akan perlihatkan kelebihan Abang yang lain” Ucap Geffen membanggakan dirinya...
“Baiklah baikalah, sekarang kita pulang aku sudah lapar, setelah makan baru kita pergi” Ucap Sri Yuki langsung menarik tangan suaminya yang menjadi sorotan emak emak karena ketampanannya yang hakiki.
NB: Di Bali para sapi tak ada yang di ikat, mereka jalan bebas di pinggir jalan tanpa takut manusia, dan orang jika melihat sapi santai saja seperti liat kucing bepergian.
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungannya, maaf berapa eps ini emak tak memberikan konflik Karena emak ingin menciptakan kenangan manis antara Geffen dan Sri Yuki, jika agak membosankan atau monoton emak mohon maaf ya all, emak masih belajar membuat cerita agar karakter tokohnya lebih hidup🙏🥰
Jagan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
Mampir yuk di karya kawan emak sama sama berbagi cinta
__ADS_1