Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Pengakuan Geffen


__ADS_3

🍄🍄🍄🍄🍄🍄


Geffen dengan tergesa-gesa memasuki apartemen yang di tempati oleh istri keduanya itu.


"Mas aku takut sendiri, entah kenapa semenjak hamil aku takut tinggal sendiri" Ucap Maya.


"Tenang sayang ada mas, dan bayi kita, kamu kenapa sayang?" Tanya Geffen, ia mengelus bukit busung lapar milik Maya.


"Cup" Geffen mencium kening si Maya.


"Cup" Maya langsung menyeruduk bibir Geffen. Ia menyengat rakus bibir Geffen.


Semakin lama tarik tambang bibir Geffen dengan bibir Maya semakin sengit, Maya yang sudah haus belaian ia mengambil alih kendali ia menyengat sang suami dengan tegangan tinggi.


Jari lentiknya dengan cekatan melepas rombengan di tubuh suaminya, ia menurunkan ciuman nya ke bagian bawah, tiba-tiba aksi Maya langsung terhenti.


33e


Geffen yang memang butuh pelampiasan menerima langsung belaian istri keduanya, "Sayang Kenapa berhenti?".


"Jelaskan mas istri Mas ada berapa?" Nada penuh penekanan


"Kenapa kau menanyakan pertanyaan seperti itu sayang?" Geffen bingung.


"Jujur saja padaku Mas" Ucap Maya dengan mata memerah.


"Aku hanya memiliki istri kamu dan Yuki sayang" Ucap Geffen.


"Mas bohong, mas ada maen diluar sama" Tuduh Maya.


"Sayang aku setia kepada kalian tak satupun wanita lain lagi selain kalian"Ucap Geffen.


"Aku yakin mas habis menikmati sore panjang dengan wanita lain dan mas tak bisa mengelak" Teriak Maya meluapkan emosi nya.


"Maya benci Mas, baru Maya hamil Mas sudah nambah selingan, bagaimana perasaan kakak jika tau Mas memilik wanita lain lagi" Maya mendorong Geffen dengan air mata yang bercucuran seperti di Pancoran.

__ADS_1


"Dengar sayang, dengarkan Mas, ini tanda Yuki yang memberikannya padaku".


"DUARRRRRRRRRR" Bak tersambar geledek di musim panas, ucapan Yuki tadi siang terngiang-ngiang di benaknya. Tadi siang Maya menganggap semau kata kata Yuki hanya bualan belaka untuk memanas manasi Maya.


"APAH" Teriak Maya tanpa sadar.


"Kenapa kau harus teriak sayang?"


Ucapan Geffen membuat Maya kelabakan, ia baru sadar jika keceplosan, ia langsung memutar otak, "Kau bohong Mas kau ingin menyembunyikan wanita lain, lalu kakak yang kau jadikan tameng, pokonya Maya mintak cerai sekarang juga Mas"


"Sayang dengar, aku tak membual, mulai sekarang aku akan berusaha menerima dirimu dan dirinya sesuai dengan keinginan mu!, bukannya ini cita cita kamu untuk masa depan kita kelak hidup rukun dengan keluarga kita yang harmoni dan menerima satu sama lain" Ucap Geffen mengingatkan Maya yang selama ini membujuknya untuk bersikap adil.


Nah kan, Saat ini Maya seperti memakan beling yang ia tancapkan di tubuh orang lain.


Dalam hati Maya menjerit, "Kau emang sudah melewati batas jala*Ng kecil, ok jika kau main terang terangan aku akan melawan mu juga dengan dengan terang terangan, aku yakin jika kamu sudah menyiapkan perang besar untuk menghadapi ku di kemudian hari, dasar wanita tak tau diri ".


"Benar kah itu?" ucap Maya Setelah terdiam sedikit lama.


"Baiklah sekarang Mas pulang kerumah kakak!".


Dengan santainya Geffen meninggalkan Maya, jika Geffen yang dulu, jika disuruh pulang ke rumah Yuki maka ia akan menolak dan mencaci istri pertamanya itu.


Hati Maya saat ini bukan lagi panas, malahan tambah gosong. Sepeninggalan Geffen bukannya tidur ia malah mengamuk sehingga mengalami kram perut yang berujung pergi ke rumah sakit lagi tanpa dampingan suaminya.


..._________________...


Sedangkan di tempat lain, Sri Yuki ia sedang patroli di dalam rumah, karna jiwanya yang kepo dengan barang barang jaman modern, ia tak bisa diam sedikit pun.


Sri Yuki memasuki ruangan kerja milik Geffen, ia memeriksa satu satu barang didepan mata, dan matanya melihat Wine berjejer rapi disana.



"Botol apa ini, apa botol jamu?, jika aku minum satu paman marah tidak ya?" Ucap Sri Yuki menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Aman kan?, Toh si paman tak akan pulang lagi jika kerumah ulat Ket Ket" Ia mengabil asa wine yang berada di depan mata.

__ADS_1


Dan pilihan Sri Yuki pada satu botol yang berbeda sendiri, tanpa ia sadari botol yang Sri ambil adalah wine kesayangan suaminya.


Shipwrecked Heidsieck (1907)


Wine yang memiliki umur sekitar 300 tahun ini memang memiliki harga yang sangat fantastis yaitu sekitar 275 dollar AS untuk satu botol atau sekitar Rp. 3,4 Miliar jika dirupiahkan. Wine yang satu ini memiliki kualitas terbaik dan dipercaya memiliki rasa yang manis. Shipwrecked Heidsieck juga sudah dilelang dengan harga 275 dollar AS.


Sri Yuki mencari cara membuka tutup botol, setelah tutup botol terbuka ia langsung mencicipi Wine itu sedikit, "Aw lidahku sedikit terbakar dan rasanya pahit pahit manis sangat enak meski rasanya aneh sekali. pahitnya seperti pahitnya temulawak sangat menonjol, tetapi tidak ada aroma temulawak" Ucap Sri Yuki langsung meminum wine itu dari botolnya Sampek habis.


"Yuki....Yuki....Yuki" Panggil Geffen mencari istrinya itu di segala penjuru rumah.


"Clek" ia membuka ruang kerjanya dan terlihat sang istri tengah teler mentahbiskan satu botol besar wine kesayangan.


Sri Yuki merasa naman dipanggil ia bangun, "Ahhh aku terbang" Ucap Sri Yuki yang sudah teler, kakinya terseok Seok sehingga membuat Geffen dengan sigap menangkap tubuh nya yang aduhai....


"Ah kang mas kau menjemput ku di dunia asing ini?" Tanya Sri Yuki mengelus rahang Geffen yang mengeras.


"Kau meminum yang mana Sri" Ucap Geffen yang melihat botol kesayangan sudah kosong melompong.


"Terimakasih sudah menjemput putri kakang....Cup" Sri Yuki langsung menyeruduk kan bibirnya dan bibir Geffen.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungannya🙏🙏


Jagan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.

__ADS_1


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2