Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Maya berhadapan dengan Mami Liana


__ADS_3

🌵 🌵 🌵 🌵


“Mas mana kamar kita?” Tanya Maya keceplosan atau sengaja, hanya Maya lah yang tau.


Geffen memandang Sri Yuki dengan tatapan bersalah, empat orang gesrek itu juga memandang Geffen dengan cara berbeda-beda,“ Bibi Via tolong anterin Nona Maya ke kamar tamu ya!!” Ucap Geffen.


Ucapan Geffen di telinga Maya memiliki artian Berbeda, Geffen seakan menegaskan jika ia hanya ingin berbagi kamarnya dengan Sri Yuki.


Hati Maya mendidih, ia tak terima di perlakukan seperti itu oleh Geffen, jika ia tak berperan menjadi orang baik, mungkin ia akan mengambil linggis lalu mengamuk sesuka hatinya.


“Ini air comberan untuk apa Mbah Nining?” Tanya Bibik Gita membawa satu ember air bekas cuci piring, tepat pada saat si Maya baru berdiri, ia sangat takut jika air comberan itu di siram kepada tubuhnya yang berharga.


“Kau siram ke sekeliling rumah, siapa tau ada demit pelakor nyasar kerumah ini, tadi kan kau cerita tentang pelakor Git, siapa tau itu demit pelakor tak terima kau gosipin” Ucap si embah Nining...


“Nona ini kenapa ya kok mintak antar ke kamar tuan muda ya?, Apa Nona mau tidur dengan tuan muda nantik malam?, Kan si tuan suami Nona Yuki?!!” Tanya Bibik Via yang memiliki mulut ceplas ceplos jujur apa adanya, sedangkan tadi Maya di kenalkan sebagai sodara si Sri.


“Ohhh,,, itu saya numpang tidur aja bik, besok pagi pagi saya akan pergi melanjutkan perjalanan saya, asisten saya berada di lokasi tempat kerja sebelum saya melakukan pemotretan besok pagi.”


“Tadi saya melihat Mami Liana di depan rumah ini saya hanya turun untuk menyapa saja. Kebetulan saya mau melakukan pemotretan di kebun kebun sekitar sini besok” Ucap Maya mencari alasan yang kiranya masuk akal.


Ucapan Maya malah semakin muncul tanda tanya besar di otak Geffen, karena tadi Mami nya bilang jika Maya duluan yang sampai di rumah ini.


Si pelakor cap sarden julukan dari Miss.Blue raeder keceh emak itu saat ini pucat pasi, ia baru duduk di rumah itu 1 jam tapi sudah merasakan tertekan karena orang Desa kandang sapi mulutnya kagak ada remnya.


“Biar Mami saja yang mengantarkan Maya ke kamarnya, dia pasti lelah, orang hamil sebenarnya kurang baik bepergian jauh, Mbah Nining bisa tolong pijat tubuh Maya dulu setelah ini ya?!!, jika bayinya kenapa Napa bisa kami yang ada disini disalahkan oleh suami si Maya” Ucap Mami Liana melirik Geffen.


“Baik Nyonya, Vi aku mintak minyak goreng” Ucap si Mbah Nining...


“Ayo kebelakang Mbah di belakang banyak embah mau mintak berapa kilo??” Tanya si bibik Via.


“Sedikit saja Via minyak goreng sekarang mahal, aku mintak sebagai campuran balsem galigatot biar kagak terlalu Hot, maklum orang kota kulitnya kagak kuat yang panas panas.”


“Ohhh ok ok, tadi aku cari embah ke Empang kok gak ada??” Tanya si bibik Via, karena dia yang di beri tugas menjemput si mbah dukun.


“Kau pasti sudah lupa jika aku adalah tukang pijat orderan, kan sudah ku tempel di depan rumah jika ingin ku pijat harus daftar online dulu seminggu sebelum di pijat, jika tak kasian dirimu mana mau aku memijat setelah mendapat panggilan, kau kan tau pasien ku itu 50 orang sehati Vi.”

__ADS_1


“Ohh ia Mbah maaf lupa, embah kan tukang pijat tersukses di kampung ini.”


“Ya sudah, besok besok jika mau pijat daftar dulu ya di telegram embah” Ucap si embah langsung mengambil balsem yang telah di campur minyak goreng.


..._________________...


“Bagaimana rasanya nona Handoko ketika orang yang memang bukan milik kita kau paksakan menjadi milikmu, ahhh pasti itu sakit sekali apa lagi cinta orang itu sudah berpaling dari dirimu” Ucap Mami Liana menyindir.


“Mas Geffen hanya mencintai ku!!” jawab Maya.


“Benarkah??, coba kau tanyakan kepada hatimu, aku yakin kau bukan orang bodoh, aku tau kau mata matai putraku, karena tempat ini hanya Geffen lah yang tau, aku tau tempat ini karena aku lah yang mengawasi tempat di manapun putraku selaku berada.” Ucap Mami Liana.


“Tak bisakah nyonya menyayangiku, seperti nyoya menyaingi Yuki, sebentar lagi saya akan memberikan cucu untuk anda!!” Ucap Maya.


“Hanya Yuki menantuku” Ucap mani liana menegaskan. “Ingat Maya Yuki sudah memiliki Geffen!!. Dan aku yakin lambat Laun Yuki juga akan memberikan keturunan sah keluarga Nugraha. Aku hanya mengingatkan kepadamu jika kau harus bersiap siap tersingkir dari kehidupan putraku, Jagan sampai di saat waktunya tiba kau tak bisa menerima kenyataan itu,” Ucap Mami Liana to the points.


“Mas Geffen sudah berjanji kepadaku, akan menceraikan Yuki ketika Yuki sudah sembuh dan mengumumkan pada dunia jika aku adalah wanita mas geffen satu satunya” Ucap Maya sudah mulai panas mendengar ucapan ibu Geffen yang tak pernah mau mengakuinya sebagai istri putranya.


“Berapa usia kehamilan mu itu?” tanya mami Liana serius..


“Satu bulan” Ucap Maya mantap...


“Mas Geffen tak akan melakukan itu terhadap ku!!!” Ucap Maya mantap dengan tangan terkepal...


Mami Liana membuka jendela, “Buka matamu lebar lebar betapa putraku bahagia bersama istrinya, lihat tawa mereka apakah selama ini Geffen pernah melakukan hal bodoh seperti itu dengan mu??.”


Maya dan Mami Liana melihat Geffen menaiki pohon jambu menggunakan tangga, sedangankan Sri Yuki memegang tangga dari bawah ia melihat keatas...


“Bang... Turun bang” Teriak Sri Yuki.


“Kenapa ini sudah dekat” Ucap Geffen tangannya sudah siap memetik buah jambu yang di inginkan sang istri.


“Mataku sakit, kau tak menggunakan daleman ya tadi??, si anakonda yang persis cacing keremi melambai lambai sangat menyakiti mataku terlihat jelas dari bawah” Ucap Sri Yuki teriak...


Geffen mendengar ucapan sang istri tanpa sadar melepaskan tangannya dari tanggal karena tak seimbang ia terjatuh memegang buah jambu keinginan sang istri....

__ADS_1


Bukk.....


“Bang... Bangun bang...” Sri Yuki berusaha membangun kan Geffen dengan perasaan taku, ia mengguncang tubuh Geffen yang tak ada pergerakan sama sekali, padahal tubuh Geffen terjatuh dari ketinggian tak tak terlalu tinggi apa lagi tubuh Geffen terjatuh di atas rumput yang tebal dan empuk.


Grep....


Geffen langsung menarik pinggang ramping Sri Yuki, sehingga Sri Yuki jatuh kedalam pelukan Geffen. Sadar jika ia di kerjain, Sri Yuki langsung memukul mukul dada suaminya itu, Buk... Buk... Buk... “Dasar suami laknat, aku hampir jantungan tadi karena takut, bagaimana jika Abang mati lalu aku masuk penjara”


Geffen menarik tangan Sri Yuki lalu membalikkan keadaan saat ini Sri Yuki telah di kunci dari atas, “Salah siapa kau mengejek anakonda ku cacing keremi” bisik Geffen dengan suara parau.


Cup.... Ia mencium bibir sang istri dengan penuh perasaan, ciuman itu membuat Sri Yuki mulai terbuai oleh cinta Geffen.


15 detik kemudian ia baru sadar jika saat ini mereka ada di luar ruangan, Sri Yuki menggigit bibi seksi Geffen.


“Awww... kau nakal ya, rasakan ini” Geffen menggelitik pinggir Sri Yuki...


Hahahahaha.... Hahahahahaha


“Bagaimana Nona Handoko?” Ucap Mami Liana.


Tanpa sepengetahuan kedua orang itu seseorang tengah mendengar pembicaraan Mami Liana dan Maya...


^^^~**To be continued^^^


Terimakasih atas dukungannya🙏🙏


Jagan lupa


Like👍


komentarnya ya, biar emak otor makin semangat ngetiknya, jika komentar rame kagak dapet gocek tapi dapet semangat dari reader duh hati si emak jadi berbunga bunga🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥

__ADS_1


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini**


__ADS_2