
🚘 🚘 🚘 🚘
Mobil meninggalkan pelataran rumah sakit....
“Sri kenapa kau terdiam?” Tanya Geffen kepada istrinya itu, semenjak keluar dari rumah sakit hingga di dalam mobil Sri Yuki menjadi pendiam.
“Tidak apa apa bang!” Jawab Sri Yuki.
“Gak usah di pikirin lagi masalah ingatanmu, lambat laun mereka akan kembali secara alami. Sekarang kita akan mengukir kenangan baru untuk kita, jika semuanya ingatanmu tak kembali, maka sedikit demi Sedikit aku akan mengenalkan mu dengan dunia ini. Aku akan menjadi ayah untuk mu mengajari mu seperti bayi yang belajar dan mengenal segalanya dari 0” hibur Geffen agar Sri Yuki tidak murung.
“Siapa yang berfikir kesana, aku berfikir setelah perceraian kita nantik aku akan mencari suami yang lebih muda atau lebih tua, atau mencari bule seperti sepupumu itu juga mantap kayaknya” Ucap Sri Yuki enteng.
Ceeeekkkkiiitttt
Mendengar jawaban sang istri ia langsung menepikan mobilnya tiba-tiba. “Ulangi ucapan mu sayang” Geffen.
“Emangnya tadi aku bicara apa??” Tanya sri Yuki gugup.
Geffen membuka sabuk pengaman. Lalu ia mendekati Sri Yuki, “Percayalah aku akan menggagalkan perceraian kita. Jika perceraian itu terjadi, maka aku akan menjadi dewa pemutus jodoh untuk mu selamanya, sehingga kau kembali ke pelukanku.... Cuppp” Geffen mencium kening Sri Yuki lama.
“kita akan pergi berlibur ketempat yang jauh, tak ada seorang pun yang akan menemukan kita. Dan orang orang di sana tidak satupun mengenali kita” Ucap Geffen.
Geffen melaju mobilnya ke jalan tujuan luar kota, “Maaf Mami, untuk satu bulan ke depan kau tak akan menemukan ku, aku siap menjadi pengangguran untuk waktu ku tukar dengan Yuki.”
Tadi yang Geffen telpon adalah jasa sewa mobil, dan peretas yang meretas CCTV agar tak ada jejak untuk misi kepergiannya hari ini, Ia melaju membawa mobil dengan kecepatan tinggi meninggalkan kota itu.
Tadi ia meninggalkan hanpone dan barang barang Sri Yuki di dalam mobil yang ia tinggalkan di rumah sakit itu, ia hanya membawa uang cash dan makanan yang ia beli dari kantin untuk di jadikan bekal di perjalanan.
Untuk Maya ia sudah meninggalkan pesan agar tak mencarinya, karena ia bilang akan pergi keluar negeri selama 1 bulan, pekerjaan nya sudah di serahkan kepada Petrik yang ia berikan hadiah mobil sport keluaran terbaru, jadi semua sudah tersusun rapi sebelum ia menyusup.
“Paman kita akan kemana?” Tanya Sri Yuki.
“Jangan banyak tanya, tidurlah nanti jika kita sampai aku akan membangunkan mu” Ucap Geffen, tangannya mengelus kepala Sri Yuki.
Sri Yuki mencoba memejamkan mata nya, sebenernya ia tidak tidur, tapi ia lelah ingin bicara dengan sang suami.
__ADS_1
Sri Yuki POV ...
Anakku....
Betapa aku bahagia kau hadir dalam diriku...
Adanya dirimu membuatku merasakan jika aku tak sendiri lagi...
Ada tangan yang aku genggam untuk mengarungi luasnya dunia ini...
Kau bukan kesalahan, tapi kau anugerah yang aku dapat di dunia ini....
Kelak kau yang aku peluk untuk mencari kekuatan ketika aku rapuh...
Keberadaan mu membuat ku terharu, karena aku tak sendirian lagi, seperti jaman dulu, aku yang kesepian....
Dulu aku hanya menangis sendiri didalam kamar karena ayahku tak mencintai ku, ibuku sudah tiada, dayang tak mau dekat dengan ku karena kasta ku begitu tinggi untuk berteman dengan mereka.
Peraturan istana membuat ku terkucilkan, membuatku takut melangkah, para ratu dan selir berlomba lomba untuk membuang ku dari istana, aku benci memiliki ibu banyak...
Aku tak ingin anakku memanggil wanita lain sebagai ibunya, dan ia harus berlomba lomba pencari perhatian mu dengan anak mu dari wanita lain....
Aku tak ingin ada Sri Yuki kecil atau pangeran kecil memiliki nasib yang sama dengan ku....
Cukup diriku yang kesepian hingga akhir hayat, aku tak tau kesempatan hidupku di dunia ini sampai kapan, dan selama aku masih bernafas. Jiwa ini melekat dalam raga aku tak akan membuat anakku memanggil wanita lain sebagai ibunya.
Aku tah munafik jika ada rasa sayang dan cinta untuk mu, tetapi selama kau masih memiliki wanita lain maka maafkan aku aku yang tak akan bertahan disisimu...
terimakasih Tuhan kau sudah memberikan ku anak sebagai temanku melangkah kan kaki di dunia ini....
Mari kita torehkan kenangan terakhir kita, agar aku bisa menceritakan kepada anak kita betapa hangatnya ayahnya kelak.
“Sri Sri” panggil Geffen ketika melihat ada air mata mengalir dari mata terpejam nya Sri Yuki, ia mengira jika jika sang istri mimpi buruk...
“Eh ia bang, ada apa?” Tanya Sri Yuki ia membuka kelopak matanya.
__ADS_1
“Kau kenapa menangis?” tanya Geffen.
“Ah aku bermimpi dimasa sama istri ketiga mu, bang ada air terjun lihat itu!!!” tunjuk Sri Yuki girang...
“Kau ingin mampir ke sana?” tanya Geffen.
“Ia paman, ayok kesana” ucap Sri Yuki.
“Baiklah”
~20 menit kemudian
Mobil sudah terparkir di semak semak dekat dengan terjun, tempat itu jauh dari pemukiman...
Mereka berjalan sepanjang 20 M ke dalam hutan, dan sampailah di terjun yang sangat indah, airnya jernih dan sejuk...
Sri Yuki menarik tangan Geffen lalu “Byurrr” tubuh mereka langsung basah terendam air dingin, “Sri kenapa kau loncat, kita tak membawa baju ganti, bagaimana kita meneruskan perjalanan kita nanti?” Ucap Geffen, membuat Sri Yuki membeku.
^^^~**To be continued^^^
Terimakasih atas dukungannya🙏🙏
Jagan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini**
__ADS_1