Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Terciduk


__ADS_3

💌 💌 💌


Geffen memeluk Sri Yuki selama di dalam lift.....


"Kau masih takut?"Tanya Geffen kepada istrinya itu.


Sri Yuki pun hanya menganggukkan kepalanya...


"Tenang tidak akan ada apa apa!" Ucap Geffen mengelus surai rambut Sri Yuki.


"Ting" Bunyi lift pertanda penumpang telah sampai di tujuan.


Geffen tetap menggendong Sri Yuki tanpa menghiraukan berpuluh pasang mata memandang istrinya dengan lapar.


Dalam hati Geffen menggerutu, "Akan ku buang semau baju pas body di rumah, mulai sekarang aku akan mengajarkan Yuki mengenakan celana panjang dan pakaian Non seksi, enak aja mata semua orang memandang segar pada betis mulus istriku ini"


Sedari tadi Geffen sudah panas melihat semua orang melihat istrinya yang aduhai, ia juga bingung kenapa ketika Sri Yuki menggenakan baju minim lalu di lihat orang batinnya serasa tak terima. Padahal Maya yang notabenenya seorang model yang selalu memperhatikan lekuk tubuhnya di depan kamera ia biasa biasa saja.


"Hey Talita!" Panggil Geffen kepada sekertaris nya yang baru datang.


"Ia tuan?" jawab Talita.


"Berikan kain mu kepada ku, kau belikan baju longgar ukuran istriku" Ucap Geffen kepada yang sekertaris yang memang menggunakan kain penutup paha, karena ia mengendarai motor setiap hari untuk bekerja, agar rok selutut nya tak tersingkap angin.


"Baik tuan muda" ucap Talita, ia langsung melepas kain di pinggangnya.


Geffen langsung menerima kain itu lalu ia menutupi Paha dan betis mulus Sri Yuki.


Sedangkan Sri Yuki bingung dengan apa yang dilakukan suaminya, "Bang kenapa kamu merampas roknya orang?".


"Bukan merampas rok orang Sri, meminjam ala CEO" Ucap Geffen bangga.


"Cih sama aja, aku tak kedinginan kenapa kau bungkus aku dengan kain itu?".


"Liat tuh kebawah, pada saat aku mengendong mu, segitiga karung goni mu keliatan, bisa ternodai mata para karyawan ku" Ucap Geffen gengsi.


"Baiklah baiklah, sebenarnya aku risih pada saat mami memakaikan baju kurang bahan ini kepadaku" Sri Yuki mengakui jika ia tak nyaman dengan apa yang ia kenakan saat ini.


Selama ini ia di rumah menggunakan baju daster atau baju Babi dodol yang selalu membuatnya nyaman.


"Baiklah mulai besok aku akan mencarikan baju baju panjang untuk mu setidaknya panjangnya tiga perempat, jika Abang pulang kerumah kamu wajib menggunakan baju dinas yang Mami siapkan di kamar!" Ucap Geffen.

__ADS_1


"Kok bisa begitu bang, aku tak tau baju apa yang Mami siapkan untuk dinas malam" Jawab Sri Yuki bingung.


"Ada baju jaring ikan, baju jalan menuju sorga, menuntut mu menjadi istri soleka, baju tembus pandang, nanti Abang mau entar malam Sri pakek tuh baju dinas pada saat kita mau bercocok tanam".


"Entah Sri tidak mengerti, pinggangku panas bang di gendong seperti ini, mana kita belum nyampek nyampek lagi" Omel Sri Sri.


Bagaimana tidak lama, jika saat ini pasangan Mehong itu masih berdiri di depan tempat duduk sekretarisnya. Bahkan omongan Geffen dan Sri Yuki di tangkap dengan baik oleh telinga telinga kepo seantero jagad perkantoran.


Telinga Geffen merah mendapat teguran dari konsumen buk Sri akibat kelamaan di gendong.


Geffen terburu buru masuk kedalam kantor ia tak menurunkan Sri Yuki.


Geffen duduk di atas kursi dengan Sri Yuki berada di pangkuannya, semenjak mengucapkan menerima Yuki menadi istri seutuhnya ia seakan tak bisa jauh dengan Sri Yuki, perhatian Geffen hanya tertuju kepada Yuki sehingga ia melupakan Isti keduanya yang juga ada di kantornya.


"Nun,,,, berapa menit wanita itu sampai di ruangan ini?" Tanya Sri Yuki dalam hati, semakin hari nun semakin pintar, Sri Yuki tak butuh bicara sendiri untuk berkomunikasi dengan Nun, ia cukup bicara dalam hati saja.


"Saat ini Maya memasuki lift putar, dan 5 menit lagi ia sampai di ruangan ini" Lapor Nun.


Dalam hati Sri Yuki berkata, "Mari tunjukkan pesona mu Sri "


Yuki meraba raba roti sobek suaminya, sedangkan suaminya lagi serius mengecek berkah sebelum pergi keluar untuk berkencan.


"Sri Jagan mancing mancing deh" Ucap Geffen yang menikmati sengatan jari lentiknya tangan mujarab Sri Yuki.


"Dasar genit, dan nakal" Ucap Geffen, tapi tangannya ia mengelus rambut panjang Sri Yuki membiarkan istrinya yang mulai membuka satu persatu kancing kemejanya.


Emang si iman milik bang Geffen hanya setebal rambut di kaki anakonda, ia langsung melepaskan pekerjaannya.


"Nakal ya....." Ucap Geffen langsung menyeruduk Sri Yuki yang lagi meraba raba apa yang ingin dia raba.


"Diam Napa sih bang, aku hanya ingin main memilah Milah belanjaan" Ucap Sri Yuki.


"Kau harus bertanggung jawab Sri, Sepertinya kursi ini juga boleh nih dibuat goyang dombret".


"Tapi aku mau kamar, bang" Ucap Sri Yuki.


"Ia di sini dulu sebentar baru setelah itu kita pacu hingga kekamar," Karena sudah tak sabar ia langsung melepas segitiga karung goni sang istri, Geffen mengeluarkan si anakonda dari popoknya saja tanpa membuka celana, ia memasukan anakonda terburu buru dengan cara sodok Mis Sri dari belakang.


"Sit....Ahhhhh, sempit" erang Geffen yang menikmati si anakonda kejepit pintu.


Baru dorongan ke 1kali itupun baru kepalanya doang, tiba-tiba, "Ceklek" Pintu di buka dari luar...

__ADS_1


"Sit....Siapa yang lancang masuk" Teriak Geffen yang langsung menarik anakonda dari kuburan barunya.


"Apa sih Mas?, kok marah marah?" Ucap Maya yang nongol dalam ruangan.


Maya terbelalak melihat suaminya dalam kondisi amburadul karena kancing kancing kemejanya sudah terbuka semua, dan terlihat hasil kerokan semalam yang sungguh dahsyat di depan mata, apa lagi segitiga karung goni sri Yuki berada di atas kotak pulpen, warnanya yang kuning membuat barang segitiga itu menyita perhatian.


Sedangkan si pelaku pembuat onar langsung berdiri dari posisinya, "Bang Sri kekamar mandi dulu, gak enak ini sudah becek lengket pula".


Sedangkan Geffen masih terbengong dengan keadaan terciduk istri keduanya sedang mau nyangkul sama istri pertaman.


"Sayang, Maafkan Mas" Ucap Geffen.


"Ah biasa itu Mas, makanya kalog lagi nyangkul mbok ya kunci pintunya!, kan Mas ada kamar di sini" Ucap Maya.


"Maaf sayang lain kali Mas kunci ya, dan kamu tidak marah kan jika aku intim dengan Yuki?".


"Ya tidak lah mas kan Mas itu suami kita berdua, selayaknya Mas harus memberikan nafkah batin kepada kami berdua".


"Terimakasih sayang" Geffen mendekati Maya ia mencium kening sang istri keduanya itu.


"Cup, tunggu Mas di kamar ya sayang".Maya langsung masuk ke dalam kamar nya


Sedangkan Sri Yuki tertawa bahagia Melihat rival nya menahan kemarahan di dalam hatinya, "Aku tunggu sampai kapan kamu bertahan dengan acting sok baikmu itu Maya".


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungannya🙏🙏


Jagan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini

__ADS_1


Selagi menunggu Maya marah marah yuk mampir di karya sahabat emak....



__ADS_2