
🚴 🚴 🚴 🚴
Tetesan embun membasahi pepohonan, burung burung bernyanyi menyambut pagi yang cerah....
Saat ini Geffen dan Sri Yuki masih tertidur nyenyak, Geffen duduk di kursi sedangkan Sri Yuki meringkuk di kursi belakang, jika kaca mobil tak di ketok mungkin tak satupun bangun dari tidurnya...
Tok... Tok... Tok... Tok...
“Selamat pagi tuan” Begitulah bapak bapak berkumis tebal menyapanya, pas ketika Geffen menurunkan kaca mobilnya....
“Pagi pak” Ucap Geffen ia masih belum sadar jika saat ini ia tak mengenakan kaos, hanya celana panjangnya yang ia pakai semalam, meski basah dikit dikit ia tetap kenakan untuk menjaga si anakonda tidak minta makan lagi.
“Anda sedang berbuat mesum di wilayah ini tuan?” Tanya si bapak melihat bekas kerokan di leher dan di roti sobeknya...
“Astaga, Bapak pemadam kebakaran bukan??” ia langsung menaikan kaca mobil agar si bapak dah melihat maha karya sang istri, hanya kepalanya saja yang terlihat di hadapan si bapak pemadam itu.
“Benar tuan” Jawab si bapak...
“Yang tadi subuh nelpon bapak adalah saya, kemarin saya bersama istri mampir ke terjun itu, dan kami terjebak di tempat ini ketika hujan angin melanda sehingga membuat pohon besar itu tumbang, lihat ini adalah akta nikah kami” Geffen menyodorkan surat suratnya kepada si bapak pemadam.
“Karena istri saya takut terpaksa saya menenangkan istri saya dengan cara itu pak, hah.... Cara pengantin baru pasti bapak tau, Meksi kami pengantin lama rasanya masih baru pak mohon di maklumi” Ucap Geffen pipinya memerah karena malu.
Geffen membaca tanda pengenal si pak pemadam kebakaran, ANAK RANTAU....
“Maaf pak.... itu pohon kapan selesainya” Tanya Geffen yang bingung mau memanggil bapak didepan nya itu.
“Panggil Abang rantau saja tuan muda, sebentar lagi sudah selesai!!” Ucap si pak rantau, karena ia sudah tau identitas Geffen melalui KTP yang tadi Geffen sodorkan...
Geffen kaget mendengar nama ane dari orang itu. Abang rantau yang tau kekagetan Geffen langsung menjelaskan tetang asal muasal namanya, “ Nama anak rantau ini pemberian dari almarhum ibu saya tuan, maklum dulu ibu saya pada waktu hamil saya kerjaanya merantau terus, kami asli orang jekardah merantau ke dempok, terus ibu melahirkan di Makdura tuan muda” Jelas si Abang rantau membanggakan perjalanannya semasa menjadi embrio hingga menetas.
“Oh baiklah” Ucap Geffen.
Dalam hati bang rantau berkata, “Aku jika melihat pasangan muda yang baru kawin, jadi rindu si Zainab istriku yang cantik jelita tiada duanya, meski badannya sudah persis truk gandeng kelebihan muatan tapi Abang rantau tetap cinta.” Ucap si Abang rantau yang lagi merindu kepada istrinya yang ia tinggalkan di kampung. Seperti namanya, ia hidup merantau semenjak dalam kandungan hingga saat ini.
__ADS_1
~15 menit kemudian
Pohon beringin sudah tak menghalangi jalan, lalu geffen memberikan uang 50 juta pada si bang rantau untuk ongkos jasa angkat mengangkat itu....
Geffen melaju mobilnya, ia membiarkan Sri Yuki tertidur nyenyak di kursi belakang, Ketika menjumpai sebuah toko baju ia langsung turun membelikan daster untuk sang istri, dan membeli baju kaus dan beberapa potong pakaian di toko pinggir jalan itu.
Yang bisanya memakai barang brendit saat ini ia membeli pakaian seharga 100 ribu 3 potong, asal ada dulu untuk di pakai sang istri ia rela memberi baju kelas rombengan itu.
Emang si Sri kecapekan atau emang keturunan kebo ia selama 2 jam tidur, tak ada tanda tanda nya ia akan terbangun....
..._________________...
Mobil Geffen sudah memasuki sebuah gapura yang memiliki tulisan besar di atasnya “Selamat Datang Di desa Kandang Sapi”...
Tak lama ia sampailah di sebuah Vila kecil di tengah-tengah sawah dan perkebunan di sekelilingnya, Ketika mobilnya sudah sampai. Kelaur lah seorang wanita paruh baya dari dalam Villa itu....
“Selamat datang tuan muda” Sapa wanita itu.
“Panggil Via aja tuan muda, sekarang jaman milenial, bibik tua ini juga ingin keren tuan muda” Ucap si bibik via ...
“Terserahlah saya capek, tolong panggilin terapis atau yang bisa ngobatin pinggang dan pegal pegal di tempat ini” Ucap Geffen.
“Oh ada Sabahat rumpi saya tuan muda, tangannya ajaib pokok nya, namanya embah Nining tukang urut seantero jagat desa Kandang sapi ini” Ucap si bibik Via.
“Boleh saja bik asal Jagan kau Bawak tukang pijat sapi sekalian, saya tunggu dikamar” Ucap Geffen.
“Silahkan tuan muda, Tadi Si Empok Gita sudah membereskan tempat tidur anda” Ucap bibik Via..
“Kemana dia?” tanya Geffen kepada pembantunya, ia memang mempunyai dua pembantu bertugas membantu membersihkan rumah, dan rumah meraka tak jauh dari Vila itu.
“Oh Empok Gita lagi nganterin si kembar Asri dan Arik ke TK mereka harus berangkat pagi karena si kembar maunya mengendarai sapi pergi sekolah tuan muda. Kami sudah menyiapkan makanan untuk anda sedari tadi” bibik Via melapor ke bosnya itu kemana Gita pergi.
Karena ke dua anak bibi Gita masih balita baru memasuki TK 0 kecil manjanya minta ampun, mereka mau sekolah harus di antar mengendari sapi, jika tidak ia tak mau masuk kelas.
__ADS_1
Makanya pagi pagi sekali sebelum suami bibik Gita berangkat ke sawah untuk membajak ia mengantarkan anak ke tujuh dan ke delapan nya itu ke TK terlebih dahulu.
Dalam hati bik Via berkata, “Semalam kita gantian ngeronda nungguin ke datangan anda tuan muda, tapi anda tak nongol nongol, Sampek hangus tiket malam Jumat saya sama si Abang jago”.
“Bagaimana kabar bibik dan keluarga?” Tanya Geffen yang sudah 5 tahun tak pernah datang ke tempat itu.
“Alhamdulillah baik, cuma si Nurmala semenjak jadi janda dia merantau keluar negeri menjadi TKWEH di malas-siha tuan muda” Bibik Via menceritakan tentang putri satu satunya itu.
*(mohon di maklumi si bibik Via ini mempunyai 6 orang anak, hanya si Nurmaya saja perempuan yang lain bertiang semua).
“Oh baiklah, aku istirahat dulu, istriku masih tidur” langsung mengambil tubuh Sri Yuki lalu membawanya ke dalam rumah.
Geffen langsung meletakkan tubuh sang istri keatas ranjang, lalu ia memutari ke bagian sisi yang kosong, Geffen menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang yang empuk, saat ini tubuhnya benar benar terasa letih..
BARAKKKKK......
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungannya, hari ini emak nyewa nama karakter beberapa pembaca yang selalu heboh komentar di lapak sebelah dan disini, lope lope yu yu all, terimakasih atas segala dukungannya, yang lain jika belum pernah nempel namannya jangan berkecil hati nantik nunggu giliran 🤣😂🙏🙏
Jagan lupa all
Tolong di Like 👍 episode nya sungguh like sangat berarti bagi karya ini, dan tentu nya penyemangat untuk emak penulis geratisan ini.
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
__ADS_1