Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Sidak Mami


__ADS_3

💐💐💐💐


Ayam tetangga berkokok, burung burung bersahutan menyambut pagi yang cerah....


Sepasang suami istri itu masih terlelap dengan nyaman...


Geffen membuka matanya ia langsung melihat ke sebelah samping, dimana sang istri yang ia peluk semalam. Melihat bantal tidak ada kepala seseorang, Geffen kaget langsung terduduk....


"Astaga aku kira kau kemana, ternyata kepalamu ada di kakiku, kenapa sih kau peluk kakiku dengan erat erat, kan lebih enak peluk di atas atau di tengah" Gerutu Geffen.


"Dasar kebo, semalam aku raba raba untuk di bersihkan dia gak sadar".


"Astaga aku baru tau jika ia tidur seperti jam keliling kampung, dan pantesan di atas kosong. Kakinya satu menindih si anakonda yang terbangun, satunya lagi terselip di sebelah bantal".


Geffen tak habis pikir dengan sang istri yang tidur nya tak beraturan seperti anak balita.


Sri Yuki bergerak Tampa sadar tangannya menyentuh si gundul yang berambut di kaki....


"Dasar murahan amet kau anakonda, baru di senggol udah siap tempur saja" Gerutu si Geffen.


Geffen dengan hati-hati membebaskan dirinya dari Kungkungan si Sri...


" Sarapan pagi ah" Ucap Geffen.


Ia merangkak menaiki pohon Sri Yuki yang lagi molor.


"Tok Tok Tok" Suara pintu di ketuk.


"Huh siapa yang ganggu pagi-pagi" Geram Geffen.


"Biarin saja" Ucap Geffen, ia menaiki tubuh Sri Yuki yang tergulung selimut...


"Tok.... Tok... Tok..." pintu makin tak sabar di ketuk.


"Sit... ganggu konsentrasi saja di luar!" Omel Geffen.


"Ceklek" Pintu terbuka...

__ADS_1


Dan muncullah serang wanita paruh baya yang tengah melihat kelakuan anaknya yang sudah mau memakan anak menantu kesayangan.


"Ohhh mau jadi maling ceritanya" Ucap mami Liana memandang anaknya dengan tatapan intimidasi.


"Eh Mami" Sapa Geffen yang tertangkap basah sedang mau mencolek Sri Yuki salah tingkah. Saat ini geffen tak bisa mengelak dengan posisi yang tak menguntungkan ia mengangkat tangannya mengaku kalah.


"Mami sedang apa di rumah kami?" Tanya Geffen turun dari tempat tidur.


"Tolong kondisikan dong, tutup bokser mu, Mata mami bintitan liat anakonda mu yang sudah miring ke kiri itu" Ucap Mami Liana.


"Eh maaf Mam" Geffen langsing menarik selimut menutupi si cangkul keramat miliknya.


"Ada apa Mami datang kerumah Geffen pagi pagi sekali?" Ucap Geffen yang batinnya juga frustrasi karena sesuatu tak tersalurkan.


"Ini sudah jam 8 Geff, dan Mami datang kesini untuk menjemput Yuki untuk tinggal di rumah Mami selama ia masih menjadi istrimu!" Ucap Mami Liana.


"Apa maksud Mami?" Tanya Geffen bingung.


"Maaf Geffen Mami telah mendaftarkan perceraian mu dengan Yuki ke pengadilan agama, dan Mami minta maaf jika selama ini telah memaksamu menerima dia!" Ucap Mami Liana to the points.


Teriakan Geffen Membuat Sri Yuki terbangun, "Mami ada di rumah?" Tanya air Yuki tengah mengucek matanya khas orang tidur.


"Ia sayang, sekarang kamu mandi dulu ya!, Mami mau berbicara dengan Suamimu dulu!" Tangan Mami Liana mengelus kepala sang menantu.


Dengan semangat Yuki turun dari tempat tidur, ia langsung masuk ke kamar mandi sesuai apa yang di suruh ibu mertuanya itu.


"Pakailah bajumu, Mami akan menunggumu di bawah" Ucap Mami Liana keluar dari kamar putranya.


Tak menunggu berapa menit saat ini Geffen dan Maminya ada di ruang tamu....


"Maksud Mami apa bilang seperti itu kepada Geff?" Tanya Geffen kepada ibunya itu.


"Mami sudah mendaftarkan perceraian mu dengan Yuki dua Minggu lagi" Ucap Mami Liana tegas.


"Kenapa Mami tak menanyakan dulu kepadaku, ini kan rumah tanggaku Mi?" Tangan Geffen terkepal.


"Bukannya ini adalah kemauan mu Geffen" Ucap Mami Liana.

__ADS_1


"Kau jangan lupa dengan ucapan mu akan menceraikannya Yuki setelah ia sembuh, dan Yuki saat ini sudah sembuh, dia hidup normal meski tak bisa mengingat masa lalunya!" ucap ibu Geffen menusuk tepat di jantung putra sulungnya itu.


"Ia itu dulu Mam, sekarang beda, setelah"


"Setelah kau memilikinya seutuhnya" ibu Geffen itu melanjut ucapan putranya itu.


"Ia itu juga maksudku, setelah aku pertimbangan kan aku ingin mencoba Memulai hidup yang baru dengan Yuki" Ucap Geffen.


"Kau mau apakan si Maya jika kau membuka lembaran baru apakah kau akan menceraikan nya, dan memilih hidup dengan Yuki ku yang malang" Ucap mami Geffen memandang nyalang putra nya itu.


"Tidak aku akan memulai hidup baru dengan istri istriku nanti, aku akan berusaha hidup adil dengan mereka".


"Itu tak adil bagi Yuki, bagiamana perasaannya dulu ketika setiap hari kau menghinanya!. Mengacuhkan nya, mengkhianatinya, jika selamanya kau tak menyentuh Yuki, apa Sampek sekarang kau tetap menghinanya sebagai wanita murahan, dan asal kau tau, kami sekeluarga memilihkan istri untuk mu melihat karakter pergaulan, dan kelayakan nya menyandang nyonya Nugraha Geffen" Ucap Mami Liana mempertegas kata katanya.....


Bak di sambar petir begitulah persaan Geffen, hatinya hancur mendengar ucapan ibunya, karena semua perkataan ibunya itu sesuai apa adanya.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungannya🙏🙏


Jagan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Selagi nunggu up Sri Yuki yuk mampir di karya temen emak


__ADS_1


__ADS_2