
💐 💐 💐 💐
Seperti kata sang Mami mereka saat ini tidur bertiga, dengan Mami Liana berada di tengah tengah Geffen dan Sri Yuki.
Grrrookkk Groookkkk Grookkkkkk bukan suara kodok ya, tapi suara mami Liana sedang ngorok.
Geffen tak bisa tidur karena ia tidak suka kebisingan, hingga bantalnya ia jadikan penutup telinga, tetapi tak mempan jiga.
Dalam hati Geffen menggerutu, “Astaga Papi kuat banget mendengar suara kereta Manggarai yang selalu beroperasi setiap malam”.
Geffen terduduk, “Dasar kebo, kamar berisik dia tidur nyenyak sekali!!!!.”
Karena sudah tak tahan, Geffen turun dari ranjang, ia langsung mengangkat Sri Yuki lalu meletakkan nya di tempat dimana posisinya tadi tidur.
Ia juga memindahkan sang Mami ke pinggir di mana Sri Yuki tidur. Geffen menggeser Sri Yuki agar ia bisa merebahkan tubuhnya, lalu ia naik keatas ranjang mencari posisi ternyaman. Lalu ia menarik Sri Yuki kedalam pelukannya.
“Cup...Selamat malam pengacau kecil...!!” Geffen mencium kening Sri Yuki
“Cup.... Hari ini aku sangat merindukanmu...!!” mencium kedua kelopak mata lentik Sri Yuki.
Geffen memeluk tubuh Sri Yuki dengan erat, karena sudah mengantuk dan lelah Geffen tertidur dengan musik dari sang Maminya yang berulang ulang....
Mungkin karena kelelahan ia tertidur sangat nyenyak dengan memeluk Sri Yuki, sedang Sri Yuki tidur layaknya cicak di dinding menempel kepada tubuh Geffen.
..._________________...
Malam berganti pagi, Mami Liana terbangun duluan, yang pertama ia Melihat menantunya di samping.
Karena tak ada di peradaban, Mami berpikir tidak tidak jika menantu kesayangan nya di gondol maling si Geffen.
Mami Liana menoleh di tempat di mana anaknya semalam, matanya terbelalak, “ASTAGA DRAGON..!!!!!!” Jerit Mami Liana.
Jeritan Mami Liana menganggu dua sejoli yang tertidur sangat nyenyak, “Apa sih ribut pagi pagi sekali?” Mata masih terpejam, suara Geffen khas suara serak Bagun tidur.
Sri Yuki juga pun terbangun, ia melihat ke atas dan melihat bantal yang tadi ia tiduri, Matanya terbelalak, karena saat ini mereka berada di posisi canggung.
Yang mana kepala Sri Yuki berada di atas anu si Geffen, dimana lagi kalog bukan di rumah peranakondaan.
__ADS_1
“Aaahhhhh” Jerit si Sri terbangun.
Mendengar jeritan sang istri Geffen langsung duduk, “Bruk” Kepala Sri Yuki dan Geffen bertabrakan.
Cerrrsss..... hidung Geffen berdarah, karena terkena sundulan si Madun, eh salah si Sri.
Darah yang banyaknya membuat sang mami langsung mengambil Kanebo kering untuk menahan agar darah tidak merembes....
Setelah memberi penanganan pertama untuk Geffen. Suami istri itu duduk di lantai seperti pasangan berbuat mesum, di semak semak belukar kebun milik tetangga.
“Jelaskan....!!!!” Ucap Mami Liana mengintimidasi pasangan pasutri Mehong itu.
“Kita hanya tidur Mam” Ucap Geffen.
“Yang Abang bilang benar Mam” jawab Yuki menunduk, meski ia terbilang bar bar tak tahu Malu, tetapi kondisi ini sungguh berbeda.
Dalam hati yuki berkata, “Kenapa posisinya seperti itu?. Apakah ketika tidur aku berjalan, lalu mencari dimana tempat anakonda milik suamiku?. Ini sangat memalukan!!!!.”
“Ma sudah Jagan di bahas lagi!, lihat hidung ku belum mampet, rasanya aku harus memeriksakan diri ke dokter. Siapa tau tulangannya patah, kan gak etis anak Mami yang ganteng ini hidungnya bengkok...!!!.”
Dada Geffen bergemuruh, dalam hati ia berkata, “Mampus dah aku, Bener sekali ucapan si Mami.”
Bukan Geffen namanya jika tak bisa mengatasi masalah, apalagi Semenjak si anakonda mogok makan di rumah Buk Maya, dia menjadi pintar mencari alasan, “Mam semalam setelah manjat tembok aku sungguh sangatlah lelah, dan coba Mami ingat ingat Geffen tidur dimana dan siapa yang pindah tempat tidur?.”
Mendengar suaminya menyinggung siapa yang pindah, rasa malu Sri Yuki saat ini sampek ingin menggali pindah ke tubuh orang lain lagi..
Mami Liana melihat menantunya menunduk ia merasa kasihan, “Sayang jawab Mami, apakah segitiga karung goni mu masih utuh?” Tanya Mami Liana.
“Masih Mami.”
“Keresek pembungkus Moci aman tidak?” Tanya Mami Liana.
“Aman Mom, semua terkendali, mungkin Sri yang pindah tempat semalam” Ucap Sri Yuki yang mengira jika ia yang berjalan ketika tidur.
“Baiklah kau mandilah dulu setelah ini mami akan mengantarmu kerumah sakit untuk memeriksa kondisi mu.”
“Biar aku aja yang mengantar nya berobat ma!!!” Usul Geffen.
__ADS_1
“Jangan, nantik kau mebawa kabur menantuku!!!!”
“Tidak akan Mam, jika itu terjadi maka suruh kakek memecat ku sebagai direktur di perusahaan, aku janji setelah Yuki periksa maka aku akan mengantarnya, toh jam 1 aku ada rapat dengan tuan Mulin,” ucap Geffen sungguh sungguh.
Mendengar ucapan sang putra yang rela di pecat dari perusahaan, ia langsung percaya karena Geffen adalah putra kebanggaan pengembang kekayaan Nugraha hingga sampai di posisi ini, jika sudah mempertaruhkan kekuasaan berarti pria itu sungguh sungguh.
“Baiklah, karena sebentar lagi Mami ada jadwal operasi dan semua orang tidak ada dirumah, dengan terpaksa Mami menitipkan Yuki padamu, sekali ini saja geffen...!!!”
“Sekarang kalian bersiap siap lah, kau beruntung Geffen kakek saat ini tidak di rumah, maka cepat cepatlah berangkat, ingat Geffen tidak ada ngamar di hotel atau di kuburan sekalipun!!!. Mata Mami ada dimana-mana!!.”
“Baik....Baik Mom” ucap Geffen ia melihat sang Mami mengambil benda yang di gunakan sebagai senjata untuk menakut nakuti nya semalam.
“Aman aman, untung Yuki jika tidur meski di gerape gerape kagak bangun, dan aku yakin Mami percaya dengan kata kata Sri Yuki”.
Setelah itu Geffen langsung tancap gas meninggikan rumah membawa Sri
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungannya🙏🙏
Jagan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
Mampir yuk di karya luar bisa milik temen emak, disini kita sedikit belajar tentang agama juga, cus dah
__ADS_1