Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Pelakor dan istri sah


__ADS_3

🍒🍒🍒🍒


Hari ini Geffen mengajak Sri Yuki ke kantornya, ia berjanji setelah urusannya selesai ia akan membawa Sri Yuki jalan jalan ke Mall untuk mengingatkan masa lalu.


Tadi Mami Liana hanya datang mengecek keadaan Sri Yuki karena si Nino lagi sibuk dengan urusan rumah sakit milik mamanya, karena Geffen mengajak Sri Yuki jalan jalan, Mami Liana langsung mendadani penampilan Sri Yuki agar memukau.



Sri Yuki anak yang sangat pintar ia mudah mempelajari segala sesuatu termasuk menggunakan sendal jari kelingking, Karena ini adalah pertama kalinya Geffen mengajak Sri Yuki kemana mana maka Mami Liana sedikit berlebihan mendandani Sri Yuki.


Jika kalian ingin tau bagaimana keadaan lobang Pralon beserta kue bingka nya, maka jawabannya adalah urusan lobang lobang sudah di beresin oleh dokter Liana mertua idaman seantero jagad raya, obat ampuh bin ajaib pun sudah di oleskan makanya sekarang Sri Yuki bisa berjalan lenggok kanan dan lenggok kiri....


Sampek Abang Geffen pun pengen ngamar lagi liat body gitar sepanyol milik sang istri apa lagi goyangan aduhainya, anakonda pun butuh obat untuk menghilangkan migren secara ampuh di lobang kuburan Sri Yuki.


Apalagi sekarang dandanan Sri Yuki sangat menggoda pak imam eh salah iman😁, kue moci pun mengembang seperti batok kelapa akibat ulah si Abang Geffen yang suka memerah Zusu buk Sri, makin montok dah tuh zuzu.


Paman Sontol yang sudah siap mengantarkan majikannya itu, sedikit agak silau melihat pasangan muda tiba-tiba kompak mengenakan baju, meski tak bergandengan tapi mereka jalan seperti orang gerak jalan, karena langkah kakinya mereka beriringan.


Singkat cerita mobil sudah terparkir rapi di depan pintu, dan keluar lah pasangan tak rukun tapi selalu hot jika di atas ranjang.


semua mata memandang dua orang itu, dan pandangan memuja para karyawan kantor kepada istrinya tak luput dari pengawasan Geffen.


"Mas" panggil Maya yang entah dari mana datangnya.


"Eh kakak juga ikut?" Tanya Maya dengan senyum Pepsodent.


"Kamu kerja juga disini?" Tanya Yuki kepada madunya.


"Tidak aku ingin makan siang sama mas Geffen nanti, makanya aku datang kesini, maklum anak kami ingin makan dengan ayahnya" Ucap Maya berusaha memanas manasi si Sri Yuki.


"Oh" hanya itu jawaban Sri Yuki.


"Ayo kita masuk, ini sudah agak siang, dan tumben sayang kamu juga datang kesini tidak bilang bilang mas?" tanya Geffen.


"Entah kenapa aku ingin makan dengan kalian, tadi rencananya aku datang kesini mau mengajak mas makan siang dengan menjemput kakak agar kita bisa menyesuaikan diri hidup bertiga" Ucap Maya manis.

__ADS_1


Didalam hati Maya menjerit ia pun mengumpat, "Sejak kapan aku datang harus melapor, bukannya aku terbiasa datang kesini seenaknya, meski setiap aku datang aku sendiri yang menelpon dulu agar mencari simpati mas Geffen".


Akhirnya drama ketemu madu itu selesai, tiga orang itu berjalan memasuki lobi, dan saat ini mereka berdiri di depan Lift,


"Abang aku mau naek tangga saja ya?" Ucap Sri Yuki yang ragu masuk kedalam kotak besi yang membuatnya mabuk.


"Jika kamu naek tangga, yang ada lobang Pralon mu menganga lagi Sri, dan aku yakin itu masih sakit" Ucap Geffen, ia tak ingin Istri nya ini membuat ulah, di depan semua orang ia langsun menggendong Sri Yuki ala bridal style.


"Sayang Maya bisakah kamu membuka pintu lift nya?" pinta Geffen...


"Bisa dong Mas" Ucap Maya yang menahan hatinya yang dongkol, dalam hati ia berkata, "Sialan gue dijadikan tukang lift".


"Mas aku kekamar mandi dulu kalian naek lah dulu nanti aku menyusul" Ucap Maya.


"Baiklah" jawab Geffen sedikit, ia langsung masuk kedalam lift dengan Sri Yuki ada di gendongannya meninggalkan Maya yang berdiri bengong di depan lift ia melihat suaminya bersama madunya hingga lift tertutup meninggalkan nya sendiri .


"Sialan dia meninggalkan ku, bisa tidak dia bilang seperti ini, sayang aku akan menunggumu disini ya!, kita akan naek bareng bareng" omel Maya dalam hati.


Maya memasuki bilik kamar mandi untuk menenangkan diri dulu, tiba-tiba dari luar kamar mandi ia me dengar pembicaraan karyawan suaminya.


"Eh kau tak lihat tadi pak Dirut mebawa istrinya kekantor, aku kira istrinya jelek seperti dirumorkan itu" Ucap B.


"Kau benar jika aku jadi pak Dirut dikasik pilihan, aku sikat aja wanita cantik dan manis seperti itu, gak cocok banget jadi pelakor" Ucap si A.


"Kau nih, dia kan menikahi pak Dirut bukan merebut suami orang, mereka kan di jodohkan, orang orang aja lebay bilang kalog nona Yuki merebut pacar nona Maya, bukannya kita tau ya jika pak Dirut itu sudah putus dari dulu" Ucap si B.


"Tapi aku selalu lihat kok nona Maya sering mondar-mandir datang ke kantor Pak Dirut!" Ucap si A.


"Sini ku beri tahu yang namanya pelakor jika seseorang berhubungan dengan suami orang, siapa tau nona Maya lah yang simpanan si bos." ucap si B.


"Tapi jika aku menjadi si bos, ya milih istri sah lah, lihat aja bodinya cin... oh.... alami bener pinggang ramping, dan Cap depan belakang montok, masak kamu gak lihat leher Pak Dirut merah merah, sepertinya mereka habis melepaskan rindu setelah nona Yuki tersadar dari komanya". Ucap Si A.


"Kau benar aku juga melihat nya dan itu masih terlihat di leher Nona yuki dan Pak Dirut, jadi pengen kawin aku" Ucap si B.


"Hus nikah dulu baru kawin jangan jadi wanita murahan loh say, aku tau kau tak pernah pacaran selama ini, yuk kita kembali kerja" Ucap si A kepada si B.

__ADS_1


Sedangkan si Maya apa kabarnya didalam bilik kamar mandi, yang rencananya mau ngadem di kamar mandi malah semakin panas.


Sedangkan di lift hati Sri Yuki kegirangan melihat Maya yang seperti kambing congek karena Geffen menggendong nya di depan umum.


Sri Yuki memejamkan matanya, dalam hati ia berkata, "Aku akan memberikan pelajaran kepada orang yang membuat mu celaka Yuki, aku akan menghancurkan impian orang itu dan tak akan hidup bahagia dengan apa yang seharusnya kau miliki .


"Maaf aku menikmati peran menjadi istri suamimu, jika dia tak menyentuhku aku pun tak Sudi juga ia sentuh."


"Sebentar lagi aku akan Pergi dari sini, menyandang status janda".


"Rugi dong jika janda masih bersegel, janda hanya di pandang sebelah mata, jika janda bersegel kan kita hanya merasakan dipandang bekas sedangkan kenyataan masih ori, orang hanya melihat realita bukan kenyataan".


"Biarlah aku mebawa tubuh ini yang benar benar janda seutuhnya, agar aku tak sakit hati jika di panggil janda. semoga mami Liana membantu ku mengurus perceraian ini secepatnya". Ucap Sri Yuki yang memang ada some ting dengan ibu Geffen yang tengah kecewa dengan anaknya.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungannya🙏🙏


Jagan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Sambil menunggu Sri Yuki up lagi yuk mampir di karya temen emak....


__ADS_1


__ADS_2