Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Salah alamat


__ADS_3

🙀 😽 😿 😾


Sambil menunggu Sri Yuki masuk Kamar. Geffen membersihkan tubuhnya yang lengket itu.


“Ceklek” Bunyi pintu terbuka.


Geffen yang tengah mengeringkan tubuh di sebelah almari memperhatikan wanita nya masuk ke dalam kamar, “Sepertinya ia tak melihatku” Ucap Geffen, ia langsung melampirkan handuk di pinggangnya.


Karena lampu di matikan, hanya lampu tidur yang temaram membuat suasana sunyi.


Seorang wanita tengah mengenakan baju tidur sedang berada di depan tempat tidur, karena tak sabaran Geffen langsung, Greppp.


Ia memeluk wanita nya tiba-tiba, “Dasar Isti nakal sedari tadi aku menunggu mu, kau malah lama lama di bawah” bisik Geffen.


“Plak...Plak...Plak” wanita itu memukul lengan Geffen karena memeluknya dari belakang.


“Tunggu sayang, baru setengah hari kau tinggal dirumah ini, kenapa perut seksi mu sudah berlipat lipat?” tanya Geffen meraba perut sang istri.


Geffen memeluk wanitanya sangat erat, sehingga terasa si anakonda terbangun mengganjal pantat wanitanya.


“Tapi tubuhmu tambah tinggi!” Seru Geffen, karena tubuh Yuki tergolong standar wanita Indonesia, yang ia peluk saat ini tingginya khas wanita luar negeri.


Tangan Geffen meraba raba rambut lalu mengabil tangan wanita itu, “Loh kenapa tanganmu jadi keriput, apa demit penunggu pohon tadi merasuki mu” Ucap Geffen ketakutan, Geffen ingin memastikan wajah sang istri dengan menarik wajah Yuki ke depan wajah nya.


“Ceklek” pintu di buka lagi, orang itu melihat seseorang menjulang tinggi di kamarnya.


Orang itu langsung mengabil sapu di depan kamar, menutup pintunya dengan hati-hati agar si maling tidak lari.


Ceklek lampu tidur langsung hidup


“Astaga” ucap Geffen ketika lampu di nyalakan yang ia belai pipinya hampir di seruduk bibirnya Ternyata eh ternyata.....


Buk....Buk....Buk... Maling, kau datang kesini mau merampok ku bukan.... Buk... Buk...dari mana kamu tau jika aku lagi banyak uang” Ucap Sri Yuki menggebu gebu memukuli punggung Geffen.


Sedangkan Geffen masih syok mulutnya terkunci, handuk kecil yang ia pakai untuk menutupi anakonda hilang entah kemana..


“Ma Mami” Ucap Geffen terbata bata.


Mendengar suara orang yang dikenal Sri Yuki berhenti memukuli orang yang dia sangka maling.

__ADS_1


“Abang, sejak kapan Abang sampai di rumah, sedari tadi kita sedang menonton TV di bawah, Sri tak melihat mu!” Ucap Sri Yuki.


“Astaga dragon” Ibu Geffen meliahat tubuh polos putranya, dan mata ibunya melihat si anakonda pingsan karena kaget.


“Yuki sayang ambil linggis di dapur” perintah Mami Liana.


“Baik Mam” Sri Yuki langsung keluar meninggalkan ibu dan anak itu.


Untung kejadian tadi Sri Yuki menutup pintu lagi agar malingnya tak masuk kedalam rumah. Jika tidak keributan terdengar ke luar kamar.


“Sudah tau kesalahan mu nak?” Tanya ibu Geffen.


Mami Geffen mencari handuk yang terlepas dari pinggang putranya. Setelah itu ibu Geffen melempar handuk itu tepat di tengah tengah tubuh sang putra.


Mendapat lemparan handuk Geffen baru sadar jika si Anakonda di lihat perwujudan nya oleh sang Mami.


Geffen yang tak berani berdiri karena sudah telanjur malu, wajahnya memerah mengingat rayuan maut yang di lontarkan Geffen kepada sang Mami.


“Anak ku sayang, mana kata katamu tadi, yang bilang perutku berlipat lipat, dan kulitku yang keriput?!” Ucap Mami Liana mengintimidasi putranya.


Meskipun yang di bilang Geffen benar adanya, tapi kan Mami Liana ingin di kenal wow di rumah ini, suaminya saja selalu memuji dirinya yang cantik setiap hari.


Geffen langsung bersujud, “Ampun Mam, Geffen salah, tadi Geffen kira yang berdiri adalah Yuki” Geffen mengakui kesalahannya.


Dalam hati Geffen menggerutu, “Dasar istri tak peka, apa dia tak sedikitpun iba kepadaku?, atau bela suaminya seperti kapan hari ketika Mami memukul ku dengan sendal”.


“Sekarang akui dosa dosa mu, anak semprul” Ucap Mami Liana memegang linggis di tangannya dengan cara elegan dan menakutkan.


“Baik baik Mi Geffen mengakui, Aku datang ke sini karena merindukan istriku”.


“Dari mana kamu masuk?!” Tanya Mami Liana.


“Aku loncat tembok Mom, lihat tanganku luka luka” Geffen memperlihatkan tangannya kepada kedua wanita itu.


“Astaga Geffen, kau naek lewat tembok itu, kau tak merusaknya kan?” Tanya Mani Liana.


“Tidak Mam, aku tak merusak tembok” Ucap Geffen yang sedih karena Mami nya menanyakan tembok nya takut rusak.


“Syukurlah, jika tembok rusak habis kau ditangan kakek bocah nakal, kau tau kan tembok itu bersejarah dan kenangan bersama nenekmu” Omel Mami Liana.

__ADS_1


“Sekarang kamu pulang!” Usir Mami Liana.


“Mam Jagan usir Geffen, ini sudah malam Petrik yang mengantar ku sudah pulang, jika anak mu di begal orang gimana?, atau di bawa oleh Tante Tante girang bisa berabe peranakondaan ku Mam?!” Ucap Geffen memelas.


“Ia juga, jika kau di begal oleh Tante Tante girang nantik kau kenak virus H.I.PE kan lebih bagus, biar aku tak susah susah mendaftarkan perceraian kalian, karena lagi sebentar kamu jadi almarhum”.


“Sayang kau tak apa kan jika menyandang gelar cerai mati?” Tanya Mami Liana.


“Ampun Sri, ampun Mam, Geffen kapok Geffen tak mengulanginya lagi” Ucap Geffen.


“Mam linggis itu Mami mau apakan?” tanya Yuki.


“Mami mau memotong si Anakonda yang tadi berani beraninya berdiri di dapur Mami” Ucap sang Mami.


“Ampun mam tadi Geffen salah alamat, dan salah Mami juga ngapain masuk kekamar Yuki” Ucap Geffen membela diri.


“Jika Yuki yang masuk mungkin sudah habis anak Mami kau garap” Ucap si Mami yang tepat sekali menusuk jantung Geffen.


Geffen menggaruk kepalanya yang tidak gatal...


“Baiklah kau boleh menginap disini tetapi kita akan tidur bertiga”


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungannya🙏🙏


Jagan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini.

__ADS_1


Sambil menunggu Sri Yuki up, yuk mampir di karya temen ku cerita nya tak kalah bagus loh...



__ADS_2