
🙈 🙈 🙈 🙈
Geffen mengangkat tubuh sang istri setelah kerumunan itu di bubarkan. Ia memasuki Lift yang akan membawanya ke lantai rumah sakit khusus untuk keluarganya.
Sri Yuki memandang wajah suaminya dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan. Tangannya dengan erat rangkul leher sang suami.
~Sri Yuki POV.
Ketika aku merasakan putus asa. kau selalu datang bak malaikat tak bersayap untuk melindungi ku!.
Kehangatan mu selalu aku rasakan, meski kau bukan dirinya dan dirinya bukan dirimu. tetapi tubuh ini, rasa yang familiar ini, aku merasakan kalian adalah satu orang yang sama.
Terimakasih sudah menolong kami, jika aku tak mengandung aku bisa bertarung. Tetapi seorang ibu tidak akan sanggup menyakiti darah dagingnya. Karane bagi diriku anakku adalah belahan jiwaku.
Hari ini aku melihat seroang wanita hamil yang tega menyakiti anaknya, sungguh kaki ku terasa lemas. Aku tak percaya dia bisa melakukan hal itu kepada darah dagingnya sendiri.
Terimakasih sayang, kau telah datang tadi untuk melindungi kami. jika kau tak datang, entah apa yang akan terjadi kepada kami.
Aku mencintaimu, Tapi bukan sekarang waktunya yang tepat aku mengungkapkannya padamu.
“Hem ... Sayang kenapa kau melihatku seperti itu? Aku tau jika aku ini tampan.”
“Kau tak mencurigai ku seperti orang orang tadi bang?” tanya Sri Yuki memandang wajah suaminya.
“Aku percaya padamu, kau ingat tadi suster yang mencegat kita di jalan?” Tanya Geffen, Sri Yuki langusung menggunakan kepalanya.
“Itu hanya jebakan untuk kita, agar kita terpisah. Aku yakin rencana ini bukan hanya dilakukan oleh satu orang saja.” Geffen mulai menelaah semua yang terjadi.
“Aku harap kakek tidak tau kejadian ini ya bang!” Ucap Sri Yuki.
“Kakek tak akan tau masalah ini karena rumah besar kita berada di tengah hutan, kita tak memiliki tetangga, dan tim IT kita sudah memutuskan koneksi internet kerumah dan Antena TV dirumah di putus semua. jadinya kakek tak tau apa apa tetang kecelakaan yang menimpa keluarga kita.” kata Geffen menenangkan sang istri, lagian rumah mereka aman karena di kebun sekeliling rumah para harimau sudah Nino lepas untuk menjaga keamanan rumah mereka, bodyguard pun menjadi pertahanan luar saja.
Ting ...
Pintu lift terbuka, lalu Geffen melangkah membawa sang istri ke kamar yang
mereka tempati.
Sesampainya di kamar, ia langsung membawa sang Istri kekamar mandi untuk membersihkan tubuh sang istri yang kotor.
__ADS_1
Sebelum di periksa dokter, ia membersihkan terlebih dahulu tubuh Istrinya. Dirasa sudah cukup memandikan sang istri ia langsung menarik handuk yang menggantung di dinding, lalu membungkus tubuh mungil itu. dan membawa keluar dari dalam kamar mandi.
Geffen mendudukkan tubuh Sri Yuki diatas kasur, memakaikan baju untuk istrinya. lalu ia membersihkan dirinya sendiri di kamar mandi.
...----------------...
Tok ... Tok ... Tok ...., Bunyi pintu diketuk.
“Masuk!” perintah Geffen.
Para dokter yang bertugas untuk memeriksa Sri Yuki langusung masuk kedalam kamar, mereka membawa peralatan medis.
Para dokter tak ada yang berani bersikap tidak ramah kepada Sri Yuki, karena mereka semua masih sayang profesi mereka menjadi dokter, dan rumah sakit itu adalah rumah sakit impian bagi para Dokter.
“Dari hasil pemeriksaan luar dalam Nona Muda sudah selesai tuan muda, luka luarnya hanya bonyok saja, di dalam masih aman kok, sepertinya kulit Nona Muda tebal sehingga dapat melindungi yang dalam dalam dengan baik” Ucap Dokter spesialis luar dalam.
“Mari kita periksa bayi di dalam rahim anda dulu Nona!” Ucap dokter spesialis kandungan, Suster menaikkan baju milik Sri Yuki.
Geffen memegang tangan sang istri ketika para dokter melakukan pemeriksaan bayi mereka. Saat ini dokter tengah mengoleskan gel di perut Sri Yuki.
“Bisa anda lihat, Tuan muda!. Nona Muda!” ucap sang dokter kandungan.
“Astaga ... Kenapa menjadi dua isinya ya?. gak bener nih pasti aku ke sundul macem bibik Gita. kan yang pas aku diperiksa kemarin oleh dokter Evan hanya satu biji kenapa ini nambah lagi satu ... Apa satunya lagi Mode in Kebon ya, alamak ... Sri ... Sri ... gini nih jika doyan main Sodok mie mulu!” Ucap Sri Yuki dalam hati.
“Dok!” panggil Sri Yuki.
“Ia, Nona Muda?” jawab si dokter.
“Bisa kau pastikan kecebong dalam perutku hanya dua?” Tanya Sri Yuki.
“Benar Nona muda, mereka hanya berdua saja” Ucap dokter.
“Gak lebih kan, karena sepuluh hari yang lalu aku periksa itu kecebong baru satu biji sekarang kenapa di bilang ada dua. Aku takut itu kecebong banyak didalam” Ucap Sri Yuki merinding.
“Kenapa seperti itu Nona?” tanya sang dokter bingung.
“Takut saja, karena akhir akhir ini suami saya menyuntik keseringan siapa tau sekali suntik menghasilkan anak lagi di dalam sana!” Ucap Sri Yuki.
“Ohhh ... Itu Nona Muda, jika perut anda sudah di isi bayi, maka ketika anda berhubungan tidak akan menimbulkan bertambahnya seorang bayi. Mungkin pada saat anda melakukan pemeriksaan keadaan didalam sana masih kecil, karena usia 4 Minggu bayi masih berbentuk gumpalan darah, tetapi sudah terdeteksi.”
__ADS_1
“Lihatlah Tuan dan Nona, dua titik itu adalah bayi anda ....”
Mata Geffen berkaca kaca melihat titik itu, ia tak menyangka bahwa pada saat sepupunya mengatakan selamat kepadanya itu untuk kehamilan istri pertamanya, dulu ia mengira sepupunya mengucapkan selamat atas kehamilan Maya.”
Dalam hati Geffen berkata, “Bagaimana perasaan Yuki pada saat aku cuek atas kehamilannya tempo hari?, Pasti ia bersedih makanya dia ingin meninggalkan ku” Air mata Geffen meleh.
“Cup ... Maafkan aku, sayang! ....” Geffen mencium kening sang Istri...
BRAK ... pintu di buka dengan kasar ....
“Dasar ... wanita pembunuh!” Ibu Maya masuk kedalam kamar pemeriksaan Sri Yuki.
“Mohon jangan berbuat kekacauan di dalam rumah sakit, Nyonya!” Ucap suster pendamping.
Buk ... ibu Maya mendorong si suster.
Ia berlari mendekati ranjang, dengan sekuat tenaga menampar Sri Yuki ... Plak ....
Sri Yuki memejamkan matanya, tetapi ia tak merasakan tamparan di pipi, lalu ia membuka mata ternyata tamparan keras itu membekas di pipi Geffen, tadi Geffen menghalau tamparan itu agar tak melukai sang istri.
“Selama ini aku mengira anda pria baik baik tuan muda Geffen, tetapi saya salah. Anda adalah luka bagi putri saya, dan Maya kami keguguran kalian malah saling mengasihi disini” Ucap ibu Maya yang aslinya ibu Yuki itu menangis.
“Ap ... Apa ... keguguran?!” Geffen langsung terduduk. bagiamana pun bayi di perut Maya adalah darah dagingnya, ia baru merasakan kebahagiaan di anugrahi bayi dari istri pertamanya malah sekarang bayinya dari istrinya yang lain sudah tiada.
“Mungkin Maya salah disini karena mau kau nikahi sirih, tapi tak semuanya dia yang salah karena disini anda yang salah besar. Maya harus kehilangan bayinya sekaligus rahimnya karena istri anda ini. Maka saya selaku ibu Maya menuntut Anda untuk menikahi putri saya. Dan memenjarakan wanita pembawa sial ini!” Ucap ibu Maya yang baru baru ini tau tetang pernikahan putri kesayangannya itu.
“ Selamat Malam, Nona bisakah anda ikut kami ke kantor polisi?” Ucap seorang polisi masuk keruangan itu.
^^^~**To be continued^^^
...Terimakasih atas dukungannya🥰🙏🙏...
...JANGAN LUPA...
...Like episode karya untuk mendukung karya receh emak otor agar semakin semangat berkarya👍...
...Dan komentarnya🗣️ juga ya🤗, biar emak otor makin semangat untuk up yang banyak, jika komentar rame kagak dapet gocek tapi dapet semangat dari reader duh hati si emak jadi berbunga bunga seperti kebon tetangga sebelah😂🤣....
...Vote, Hadiahnya juga🔥🎁🌹☕...
__ADS_1
...Lope Yuyu all😘...