
🦋 🦋 🦋 🦋
Semua orang cepat cepat keluar dari dalam rumah sebelum sang empunya rumah sadar jika mereka menemukan barang bukti atas rusaknya meja makan.
Saat ini para pemegang kunci desa Kandang sapi itu tengah memakan rujak di belakang rumah bosnya, “Kira kira tuan dan Nona menggunakan gaya apa ya sehingga membuat itu meja ambruk??” tanya bibik Via yang memang tugasnya menjadi tukang koran alias tukang gosip yang di sayangi tetangga karena gosipnya mah bukan ngomongin tetangga tapi gosipnya seputaran Cogan segar dan gaya gaya peranjangan.
“Hus, mana embah tau Vi, embah mah mainnya gak mau yang ekstrim takut Vi” Ucap si embah.
“Takut kenapa Mbah??” Tanya bibik Gita.
“Takut encok lah, kasur lebih dahsyat beb suwer dek, betul tidak brownis??” Ucap mbah Nining memeluk suami barunya yang selisih usia mereka 30 tahun itu. Dengan malu malu si brownis hanya mengangguk lalu memalingkan wajahnya.
“Ahhhh, si embah mah sudah pemain bersertifikat cuma sekali kali coba juga di tempat ekstrim Mbah” Ucap Bibik Via memberikan saran.
“Alah Vi kau masih tak ingat kejadian satu bulan yang lalu??” Tanya bibik Gita..
“Ia yang si Via sama bang jago kejepit tempat tidur karena kalian terlalu galak mainya, Aku tak tak habis pikir bagaimana bisa itu tempat tidur seperti roti lipat karena yang jebol di tengah tengahnya tempat tidur” Ucap si Mbah Nining...
“Ya si embah aku tuh lagi seru baca novel novel gesrek sekarang, yang gaya yang bermacam macam, maklum aku ini kan istri solekah ya sering bereksperimen, apa lagi gaya Women Toktok yang lagi Viral di dunia si Sri Yuki itu jadi langganan ku setiap malam” Ucap bibik Via...
Rumpian tentang perranjangan semakin berlanjut hingga 3 jam lamanya, ritual rujakan ala tetangga sudah habis, habis dalam artian buahnya habis, Masako satu renteng habis dan garam satu kilo juga habis mereka makan sambil nunggu sang bos yang lagi molor akibat ronde ke empat.
...----------------...
Akhirnya yang di tunggu tunggu keluar kamar juga, karena melihat jika kekacauan belum di beresi juga hati Geffen gondok, “Mana nih tukang, wahh jika nongol nantik aku kasik penilaian buruk karena tak sampai sampai”
“Ha ha ha ha” Suara tawa di belakang rumah nya terdengar oleh Geffen.
“Uhuk” Suara batuk abang Geffen itu membuat semua orang mencari sumber suara.
“Ehh tuan muda” Ucap serempak, mereka langsung beriri lalu mendekati Geffen yang masih ada di pintu belakang rumahnya.
“Kenapa belum di kerjakan itu meja dan kursi??” Tanya Geffen dengan suara dinginnya.
__ADS_1
“Itu tuan muda” Si brownies bingung mau menjawab apa.
“Tuan muda bagaimana mau di perbaiki pintunya, sedangankan anda bersama nyonya muda sedang Nana Nini dikamar itu” Ucap Mbah Nining.
“Astaga” Geffen meraup wajahnya, pasti para bibik ini sudah melihat dirinya dan Sri Yuki sedang polosan didalam selimut karena pintu kamarnya tidak ada.
“Tunggu disana dulu, aku mau memindahkan istriku kekamar sebelah dulu” Ucap Geffen..
“Tuan jangan lupa di wastafel anda” belum selesai bicara si bibi Via mulutnya langsung di bekap oleh bibi Gita.
Geffen langsung menoleh ke wastafel, dan wajahnya langsung merah bak kepiting rebus ketika melihat karung goni sang istri yang bergelantungan, sungguh geffen ingin menggali kuburannya sendiri, ia langsun kekamar mengabil amplop coklat yang berisi 50 lebar uang 100 ribu lalu memberikan amplop itu kepada si embah Nining.
“Uang ini uang tutup mulut beserta ongkos perbaikan disini silahkan di bagi rata. Jangan ada yang keceplosan mengungkit tentang kejadian ini!!” Geffen langusung mengambil keresek pembungkus moci alias kutang sang istri yang bertengger manis di depan matanya.
Setelah memindahkan sang istri ia langsung sembunyi di dalam kamar dan mengunci rapat rapat pintu kamar membiarkan orang orang itu membereskan kekacauan.
...----------------...
Bau wangi masakan terdengar di Indra penciuman Sri Yuki, tadi malam karena ritual berakhir sampai jam 3 pagi, membuat Sri Yuki lemas tak berdaya hingga pagi menjelang.
Kriuk kriuk bunyi perut yang keroncong, “Ahh lapar sekali” Serunya.
Sri Yuki bangun dari tidurnya. Ia mengambil kaos besar milik sang suami lalu ia mengenakannya.
Kaki Sri Yuki melangkah mendekati dapur ternyata sang suami tengah memasak untuk nya, dan tanpa malu malu ia langsung memeluk suaminya dari belakang.
“Sudah bangun, Hem???” Ucap Geffen mengelus tangan kecil sang istri.
“Lapar bang!!”
“Duduklah masakannya sudah siap, mari kita makan dulu hari ini kita akan memancing ikan di Empang Mbah Nining”
Geffen langsung membalikkan tubuhnya, ****GLUK****, ia menelan air liurnya...
__ADS_1
“Sayang kau menggoda Abang dengan berpenampilan seperti ini ya??”
“Ahhh tidak, aku lapar bang aku hanya mengambil baju Abang agar cepat sampai disini. Berikan aku istirahat, semenjak kita sampai disini kau tak pernah cuti mengasah cangkul mu itu” Protes Sri Yuki.
“Baiklah hari ini cuti dulu, aku kasian juga selalu menemaniku beronda setia malam”
Mereka makan dengan nikmat, sesekali Geffen menyuapi makanan kedalam mulut istrinya itu.
Tululang..... Tululing...
Tululang.... Tululing... bunyi handphone Geffen berdering..
“Bang ada telpon tuh, cepat angkat dulu” Ucap Sri Yuki.
“Baiklah” Geffen mengabil handphone nya lalu mengangkat panggilan itu...
“Ia Nino, apa apa??” Tanya Geffen ternyata sang adiknya lah yang menelpon.
“Kak pulang kak, Mami kecelakaan” Ucap Nino.
^^^~To be continued^^^
...Terimakasih atas dukungannya🥰🙏🙏...
...JANGAN LUPA...
...Like episode karya untuk mendukung karya receh emak otor agar semakin semangat berkarya👍...
...Dan komentarnya🗣️ juga ya🤗, biar emak otor makin semangat untuk up yang banyak, jika komentar rame kagak dapet gocek tapi dapet semangat dari reader duh hati si emak jadi berbunga bunga seperti kebon tetangga sebelah😂🤣....
...Vote dan hadiah nya 🔥🎁🌹☕...
...Lope Yuyu all 😘🥰...
__ADS_1