Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Mulai dekat


__ADS_3

🍒🍒🍒🍒


Matahari sudah di atas kepala tapi pasangan lama nikah baru kawin itu masih setia berpelukan di atas ranjang di dalam kehangatan selimut.


Apa lagi saat ini kepala Sri Yuki ada di atas dada favoritnya, Sedangkan Geffen sudah bagun dari tadi mengelus Surai rambut Sri Yuki yang berantakan. Persis juga sama sarang burung.


"Kenapa kerasa sekali bantal ini?" Ucap Yuki pelan ia menggerak gerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


Gerakan Sri Yuki itu membuat si anakonda yang lagi BOGAN alias bobok ganteng langsung terbangun.


"Sri bisakah kau diam?!" Ucap Geffen dengan suara beratnya.mm


"Entar dulu!, yang bicara itu si Nun apa siapa ya?,


kok mirip sama si kutu kupret paman gepeng ya?" Ucap Yuki masih belum sadar.


"Aw.... sakit sekali kepalaku, pasti ini ulah jamu Acep Acep an alias palsu, biasanya kalog habis minum jamu badan besoknya segar bugar.


"Bahkan kakek kakek aja yang minum jamu bisa lari lari malah aku yang masih belia begini badan remuk Sampek serasa digebukin,"


"Aku harus suruh si nun mengingatkan ku jika suatu saat nanti kita pergi keliling berdua, Nun meminginkan ku agar menjauh dari jamu terkutuk itu" Ucap Yuki panjang kali lebar kali tinggi.


"Bagus ya, ini nih calon istri penghuni neraka, yang suka nyinyir suami di belakang," Geram si Geffen rasa sesak di dada mendengar Sri Yuki membuat nama orang lain.


Settt


Geffen membalik tubuh polos mereka, ia menindih tubuh mungil si Sri Yuki, mendapat serangan mendadak Sri Yuki langsung sadar, "Paman sejak kapan paman di rumah ku?" Tanya Yuki bingung.


"Ayo kita mandi ini sudah siang, aku akan mengajak mu jalan jalan" Ucap Geffen lembut.


"Jawab aku dengan benar benar dulu, sejak kapan paman ada di kamar ku?" Ucap Yuki mengintimidasi suaminya.


"Oh... Itu....Siapa bilang aku masuk kesini sendiri lihat tubuh ku, ulah siapa coba jika bukan ulah mu semalam".


Glek....Sri Yuki menelan air liur nya.


"Banyak banget, rugi aku!" ucap Sri Yuki tanpa sadar, ia memperhatikan tubuh Geffen yang penuh kerokan bibir , dan ucapan Sri Yuki itu masih di dengar Geffen.


Glek.... sekarang malah Geffen yang menelan air liur nya.


Dalam hati ia berkata, " Mampus aku di gebukin nantik sama wanita ajaib ini, aku masih ingat pas dia mengangkat ku dengan santai".

__ADS_1


"I...Itu" Jawab Geffen tergagap.


"Rugi aku, capek capek buat tapi gak ingat apa apa, pantesan pinggang ini seperti terkena timpuk, jika tandanya sudah seperti itu yang jelas aku hebat semalam, tapi kenapa aku bisa lupa, apa karena jamu semalam?" lanjut Sri Yuki.


Ucapan Yuki yang polos sepolos anak TK membuat Geffen ingin ketawa terbahak bahak, dan ada juga rasa ingin menjitak kepala Sri Yuki.


Sri Yuki langsung turun tertatih tatih, "Astaga bibir Pralon ku sepertinya berubah menjadi kue bingka, nyeri"


Grep..... Geffen langsung mengangkat tubuh Sri Yuki ala bridal style, dan Sri Yuki langsung refleks memeluk leher Geffen.


Kaki Geffen melangkah sambil mata mereka saling pandang, mata mereka terkunci desiran ****** beliung di dada membuat keduanya langsung tersihir pesona masing-masing.


"Clek" bunyi suara pintu menyadarkan Yuki.


"Kenapa sih paman main gendong gendong, mataku sakit melihat entu si anakonda menjulang ke atas, dan mataku jedding melihat buah kelereng yang gondal gandul".


"Jangan liat kebawah, nih liat badan Abang yang seksi dan roti Mr bread kesukaan mu".


"Abang itu apa sih man?" Tanya Sri Yuki.


"Jangan panggil aku paman panggil Abang aja Beby" Ucap Geffen yang sudah mulai mengeluarkan racun racun gombalnya.


"Namaku Sri bukan Babi!, Baikalah aku akan memanggil paman Abang, tapi aku mau tanyak kenapa mau kekamar mandi serasa mau ke pasar ya lama sekali?".


..._________________...


saat ini keduanya sedang gosok gigi, dengan Sri Yuki duduk di depan kaca, Geffen membatu Sri Yuki sikat gigi, setelah itu ia mengelapkan bibir Sri Yuki yang masih tertinggal busa sisa pasta gigi.


Perlakuan Geffen terhadap istrinya membuat Sri Yuki semakin waspada, ia curiga dengan tingkah laku suami dadakannya itu.


Bagaimana kagak emak bilang suami dadakan arwah nya nancep di tubuh Yuki Handoko langsung jadi bini nya si Geffen.


Padahal ia kan sebagai wanita pengen dong dirias cantik ala ala penganten, mau bagaimana lagi yang namanya takdir Sri Yuki hanya mengikuti perjalanan hidup barunya.


"Mari kita mandi" kali ini Geffen tidak mau mandi di baskom lagi, takut di tinggal, saat ini mereka mandi di bawah Pancoran modern 😂.


Geffen memandikan Sri Yuki Dengan hati-hati dan penuh perjuangan apalagi si anakonda mintak makan, sedangkan ia merasakan lapar yang melanda dan ia yakin saat ini lobang Pralon butuh di servis dan perawatan akibat cindera semalam.


Setelah beres dan Sri Yuki juga sudah memakai daster rumahan ia berjalan ngangkang seperti huruf V kebalik.


"Kenapa kau jalan seperti itu, lurusin kaki mu, jalanmu persis orang setelah di sunat".

__ADS_1


"Bagaimana mau lurus bibir bawah ku bengkak, Sepertinya Paman lupa mencabut nya tadi, serasa ada yang mengganjal di bawah sana" Ucap Yuki polos.


Karena tak tega melihat istrinya, Geffen langsung mengangkat tubuh sang istri lalu mereka turun kebawah. Ternyata di bawah sudah ada yang menunggu Meraka keluar dari kandang.


"Mami" Teriak Sri Yuki melihat mertuanya.


Ia langsung loncat dari gedongan Abang geffen.


"Aw..." Sri Yuki merintih.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya mami Geffen memandang intimidasi kepadanya sang anak.


"Bibir bawahku bengkak sekarang menjadi Mam" Ucap Yuki.


Mami Liana bingung, ia melirik Geffen, si Geffen mau menjelaskan sama Maminya dengan kode melihatkan hasil kerokannya di leher.


Karena sudah mengerti kode sang anak ia langsung, "Pasti sakit ya sayang?" Tanya Mami Liana mengelus kepala sang menantu.


"Sakit Mam, apalagi sekarang sepertinya Sri butuh rapet wangi Mam, karena ulah si anakonda bibir bawah mangap kagak mau mengatup".


"Nanti Mami Kasik obat, dan mami Carikan segitiga besi buat kamu biar kagak ada maling masuk disana, apa lagi malingnya yang suka nyangkul di lahan orang mami aja gemes pengen potong cangkulnya biar jera sekalian" Mami Liana tau jika anaknya sedang mencuri kesempatan dalam kesempitan. Tetapi didalam hatinya ia bahagia melihat anaknya berhubungan dengan Yuki menantu kesayangannya.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungannya🙏🙏


Jagan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Sambil nunggu Sri Yuki yang lagi permak lobang Pralon yuk mampir di rumah kawan emak... ceritanya very very good....

__ADS_1



.


__ADS_2