Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Menyusup.


__ADS_3

🍁 🍁 🍁 🍁


Seseorang itu tak lain dan tak bukan adalah Geffen.


Tadi setelah mendapat kiriman Video dari seseorang, ia langsung pergi membeli tali tambang sepanjang sepuluh meter....


Setelah itu ia menyuruh si petrik mengantarnya ke kebun luas yang menjadi halaman belakang rumah Nugraha, dulu nenek Geffen menderita menderita sakit jantung akut, dan membutuhkan udara yang sehat.


Demi kesejahteraan sang nenek, kakek membeli tanah lima hektar di pertengahan kota, lalu mereka membangun istana mewah di pertengahan tanah, sisa tanah mereka tanam pohon pohon hijau di sekelilingnya hingga menutupi keindahan rumah tersebut.


Jika dari jalan orang orang mengira tempat itu adalah hutan tetapi di persimpangan ada sebuah jalan berisi gapura besar dimana ada tulisan Nugraha Home dan sebuah plang tertulis 1Km, ada pos scurity juga disana.


Meski tinggal di kota, tetapi mereka merasakan udara segar dari pepohonan yang rimbun dan minim polusi.


Kesejukan yang di berikan oleh ribuan pohon yang tumbuh subur karena setiap pagi ada mobil Kusus menyirami semua pohon pohon itu, merawat di tanam agar tumbuh sehat dan tidak mati.....


Saat ini Geffen tengah berjalan perlahan dari pohon satu ke pohon yang lain, di ikuti oleh si asisten dari belakang,


“Kau sudah menyuruh mereka meretas CCTV di sini bukan?” Tanya Geffen karena di kebun t


itu di penuhi CCTV.


“Sudah tuan, mereka sudah mengatakan aman” Ucap Petrik.


“Ayo kita bergegas” Ucap Geffen yang mencari lobang tikus, yang biasa dulu Geffen jadikan jalan pintas untuk kabur dari rumah.


Dengan berbekal senter beserta sabit, mereka berjalan di kebun itu untuk kembung terawat tidak ada rumput liar dan hewan melata, Saat ini mereka berjalan sejauh 1Km hingga sampai di tembok tinggi pembatas rumah dan kebun.


Hosh... Hosh.... Hosh.... Nafas keduanya terputus putus....

__ADS_1


“Capek juga, begini jika tak pernah jalan kaki, stamina menjadi kurang” Ucap Geffen.


“Benar tuan, saya tak sempat lari pagi karena selalu sibuk ngurusi semua pekerjaan yang anda kerjaan, dan mengurusi masalah pribadi anda juga” Ucap Petrik tanpa sadar keceplosan.


“Apa katamu?” kata Geffen dengan nada terintimidasi.


“Ti..... Tidak tuan, tadi saya salah bicara. Itu tidak tuan lubangnya?” Tanya Petrik kepada tuannya itu, ia menunjuk Lumbang kecil seperti lubang anjing.


“Ah benar itu lubangnya, Ada pohon salak yang menutup lubang itu” Ucap Geffen.


“Kita bersihkan sekarang tuan” Ucap Nino.


“Cepat kau tebang pohon itu dan Jagan lupa pakai sarung tangan ini, biar tanganmu tak luka, aku akan mengikat tali tambang ini agar bisa dijadikan pijakan tangan nanti ketika menaiki lantai 3....


Sepasang bos dan asisten itu sedang berkerja keras, setalah 1 jam membersihkannya duri duri pohon salat dan terpampang lah lobang yang mampu di masuki anak anak usia 12 tahun.


“Kenapa lubangnya jadi kecil?” Tanya Geffen kepada sang asisten.


Sungguh Petrik ingin sekali melayangkannya sabit itu agar mengenai bosnya yang akhir akhir ini menjadi bodoh.


“Tuan Lihat tubuh anda” Ucap Petrik.


Geffen melihat tubuhnya ia melihat tak ada yang salah dengan tubuhnya, “Ada apa dengan tubuh ku, aku masih tampan malah tambah tampan lagi”, ucap Geffen dengan PD nya.


“Anda memang masih tampan tuan, jika tidak mana mau nona Maya dan Nona Yuki kepada anda, jika 20 tahun yang lalu berati anda masih berusia 8 tahun, jika dilihat dari lubang ini anak usai 12 tahun masih muat masuk. Jika orang tua seperti kita mungkin satu kaki saja yang bisa masuk kedalam sana.


Dalam hati Geffen merutuki dirinya, “Baiklah aku akan menaiki pohon ini kau lemparkan tambang itu ke dinding aku akan melompat dari sana” ucap Geffen.


Geffen manjat pohon dengan kaki gemetar hingga berdiri di atas tembok tinggi setinggi 2 Meter.

__ADS_1


Setalah Geffen turun menggunakan tambang yang di pegang oleh Petik akhirnya ia bisa menyebrangi tembok...


Sedangkan petrik menggerutu, “Astaga waktu satu jam ku menjadi tukang kebun, di gigit semut, di tusuk duri sia sia, kenapa tak langsung menaiki pohon itu coba sedari awal” umpat Petrik menggaruk tubuh yang gatal.


Dirasa sang bos sudah menarik tali tambang ia langsung membereskan kekacauan yang sia sia tadi.


Sedangkan Geffen dengan tekat yang kuat, ia memanjat ke lantai tiga di mana kamar pribadi sang istri, waktu sudah menunjukkan jam 21.00.


“Dimana dia?” Ucap Geffen mencari sang istri yang tidak ada di kamar, ia mengendap endapan keluar dari kamar ia mengintip ke lantai dasar ternyata jam segini isterinya masih berbicara ria dengan keluarganya.


“Wah enak ya, aku sedang merindu yang aku rindukan malah tertawa bahagia, dengan susah payah aku sampai di kamarnya, bukannya ia sambut dengan pelukan haru melihat suaminya lagi, yang ini aku yakin 70% ia tak pernah memikirkan diriku ini selama disini,,, sakit hati Abang Sri" Ucap Geffen...


Geffen kembali kekamar ia langsung mandi karena seharian di tak mandi sekalipun, “Tunggu kau masuk kamar tak akan ku kasik ampun di atas ranjang” Ucap Geffen sambil memberikan tubuhnya.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungannya🙏🙏


Jagan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.

__ADS_1


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2