
🌤️ 🌤️ 🌤️ 🌤️
Banyak pertanyaan yang terbesit di benak Geffen tetapi saat ini pikirannya seperti layangan putus belum menemui titik terang.
“Tilit... Tililit.... Tililit....” handphone si Geffen berdering.
“Aku angkat telpon dulu ya!!” Ucap Geffen lalu meninggalkan tempat makan itu padahal ia baru menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
“Bik Gita” panggil Mami Liana.
“Ia Nyonya?”
“Kan bibik punya anak delapan tuh, apa saat ini suami bibik masih ketagihan ketika kalian bercocok tanam di atas ranjang?” Tanya Mami Liana.
“Masih dong nyonya, meski saya sudah turun mesin delapan kali dan bibir bawah dirombak sampek delapan kali. Saya masih hot kok nyonya, intinya kita sebagai istri harus sering minum jamu rapet wangi biar suami makin rapet dan wangi tentunya biar dibawah tidak bau terasi” Ucap si bibik membanggakan jamu nya yang manjur...
~Geffen kembali ke dapur ia mengambil segelas air...
“Jika suami bibik kedapatan selingkuh apa yang bibi lakukan??” Tanya Mami Liana.
“Saya campurkan saja minuman suami saya dengan racun sianida, lumayan jika suami saya mati. Disini setiap janda mendapat santunan uang 100 juta dari pemerintah nyonya, terus suami saya itu banyak punya sapi untuk di jadikan jaminan hidup kami hingga anak anak besar nanti” Ucap bibi Gita mendalami peran sebagai wanita yang tersakiti..
“Biyuuurrrrr.....uhuk... uhuk” air yang di teguk Geffen langsung menyembur ke wajah Maya...
“Bibik tak menyesal membunuh suami bibik?” Tanya Sri Yuki.
“Tidak lah Nona muda, coba bayangin jika demi memberikan keturunan kepada suami kita, kita harus rela bentuk tubuh kita yang seperti Sahroni ini berubah menjadi body gedeobong pisang lurus tak berbentuk. Apalagi emak emak rajin hamil seperti saya yang hamilnya itu ke sundul terus!!” Ucap Bibik Gita.
“Ke sundul bagaimana bibik Gita?” tanya Mami Liana penasaran...
__ADS_1
“Ya setelah melahirkan tiga bulan kemudian hamil lagi” Ucap bibik Gita.
“Apa tak tak mencoba mengenakan KB, misalnya KB suntik gitu bik” Tanya Mami Liana penasaran.
“Bukanya tak pernah memakai KB nyonya, KB suntik tidak cocok untuk saya karena setiap dokter menyuntik saya jarum suntik nya selalu patah.”
“Saya 10 kali menggunakan IUD atau spiral tetapi setiap bulan itu alat bobol juga karena bang jago terlalu keras menyundul bolanya.”
“Jika saya ikut KB pil anak saya si Arik itu suka memberikan pil KB saya kepada si Titin akhirnya si Titin tak kunjung hamil hingga di kawinkan sepuluh kali.” Bibik Gita menceritakan putrinya yang selalu memberikan pil KB miliknya kepada sapi peliharaan mereka.
“Implan juga pernah saya gunakan, kerena saya pekerja keras sehingga si implan geser ujung ujungnya kebobolan lagi. Buk bidan saja Sampek setres menerapkan dua anak lebih baik di keluarga kami, akhirnya ujung ujungnya si Abang jago di Vasektomi agar tak ada lagi anak ke sembilan dan seterusnya.”
Sambil mendengar cerita bibi Gita tangan Sri Yuki menepuk punggung sang suami agar berhenti batuk batuk...
Sedangkan si Maya langsung mengelap wajahnya menggunakan tisu basah yang selalu ia bawa, tak lupa kaca yang selalu ada di kantong bajunya, ia mengecek apakah bulu anti badainya lepas terkena semburan si embah dukun dadakan, ia melanjutkan makanannya sambil mendengarkan cerita si pembantu...
“Apa yang bibik lakukan sama si pelakor?” Tanya Sri Yuki.
“Hanya itu bik hukuman nya?, jika bibik melihat suami bibi tengah ehem ehem sama wanita lain di rumah bibik apa yang bibik lakukan??” Tanya Sri Yuki...
“ Oh tidak Nyonya muda, Berbeda lagi jika kedapatan ngangkang di atas atau di bawah suami saya, akan saya cukur gundul rambutnya lalu tak seret keliling kampung tanpa mengenakan baju satupun lalu saya buat menjadi konten di media sosial. Sepertinya tidak buruk jika di Opo-lutut di Tok Tok biar Viral sekalian nyonya muda, biar itu wanita jera, lalu pensiun dari profesi per-Pelakoran yang tengah marak saat ini.”
“Upload bibik Gita” Ucap Mami Liana membenahi bahasa linggis si bibik.
“Nah itu yang saya maksud nyonya besar, maklum orang kampung yang tak bisa bicara bahasa Linggis, yang saya tau hanya Yes No dan No yes saja” Ucap si bibik menggebu gebu...
Maya menyentuh rambutnya yang ia rawat selama ini, kakinya ia rapatkan satu sama lain, Maya tak bisa membayangkan mulut bawahnya di cabe satu kg oleh Sri Yuki.
“Lihat ini nyonya bulu kuduk saya merinding, jika saya liat pelakor disini, saya ingin sekali meracuni makanannya” Ucap si bibik sambil memperlihatkan bulu kuduknya yang berdiri, sepertinya si bibik mendalami cerita yang menjadi ciri khas film di TV ikan terbang itu.
__ADS_1
“Uhukkk... Uhukkk...” Maya batuk batuk hingga tersedak....
Tiba-tiba ada seorang nenek nenek masuk dari dapur, “Kenapa nih Git?” Tanya si nenek..
“Tau nih mbah Nining, sepertinya Nona itu kesurupan deh” Ucap bibi Gita tanpa bersalah, sedari tadi ia bercerita dengan Mami Liana keasikan sehingga tak mendengar Geffen batuk dan Maya tersedak makanan...
“Cepat ambil air comberan” Perintah Embah Nining, bibirnya komat Kamit, entah mantra apa yang dia ucapkan....
Kira kira buat apa ya air comberan?????
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungannya🙏🙏
Jagan lupa
Like👍
komentarnya ya, biar emak otor makin semangat ngetiknya, jika komentar rame kagak dapet gocek tapi dapet semangat dari reader duh hati si emak jadi berbunga bunga🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
Mampir yuk di karya kawan emak satu ini karyaknya baru launching**..
__ADS_1