Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Ritual di Meja makan


__ADS_3

🐼 🐼 🐼 🐼


Saat ini pasangan yang memulai babak baru tengah berjalan bergandengan tangan menuju rumah mereka, Geffen menggandeng Sri Yuki seperti ayah mengandeng anaknya untuk menyebrang jalan, entah kenapa kedua orang itu masih merasa canggung.


“Mami mau kemana?” Tanya Geffen melihat ibunya sudah cantik dan rapi dengan dandanan cetar membahana melebihi Sahroni...



Visual Mami Liana usianya 55 tahun coyy, perawatan di bengkel kecantikan tentunya.


“Mami mau pergi berbulan madu dengan papi, kalian boleh berlibur disini selama 2 Minggu, kerena sebentar lagi ulang tahun tetua Handoko kita akan bersama sama menghadiri acara itu. Ingat Geffen dua Minggu jika tidak kau tau apa yang akan terjadi” Ancam Mami Liana.


Geffen memalingkan wajahnya, “Mami tentang perceraian kita, apa Mami tak bisa menolong ku?” Ucap Geffen ia memandang penuh harap kepada sang Mami tercinta.


“Ayoo kita masuk Mami ingin membicarakan sesuatu dengan kalian” Ucap ibu Geffen masuk lagi kedalam rumah.


“Sebenarnya ayah, kakek, tak tau dengan pernikahan mu dengan Maya” Ucap Mami.


“Kenapa Mami berbohong kepada ku, lalu tentang perceraian” Ucap Geffen dengan suara tinggi.


Plak.... Mami Liana memukul lengan putranya itu...


“Jangan memutus omongan orang tua” Ucap Mami Liana..


Tangan Sri Yuki mencubit pinggang Geffen, “Aaawwwww.”


“Jangan pernah membentak Mami” Ucap Sri Yuki...


“Ohh,,,, menantuku, sini peluk Mami biar Mami semangat mencari jodoh untuk mu setelah kau meninggalkan Casanova KW ini”


Greppp, Geffen memeluk wanitanya yang ingin berdiri dari sampingnya.


“Dasar suami posesif” Ucap Mami Liana, Mami sangat bahagia melihat kebucinan putranya terhadap sang istri.


Dalam hati Geffen berkata, “Sepertinya yang harus ku khawatirkan sebagai perebut istriku adalah Mami ku sendiri.”


Mami Liana membuka tasnya, lalu mengeluarkan amplop coklat dari dalam sana, “Bukalah” Ucap sang Mami.


Geffen membuka amplop itu, lalu matanya tercengang melihat foto fotonya bersama Maya, dan foto pernikahannya dengan Maya juga ada di sana padahal pada saat pernikahan itu tak satupun boleh mengabil gambar mereka.


“Mami bisa menjelaskan semua ini??” Tanya Geffen....


“Seharusnya Mami yang menanyakan itu padamu Geffen, kenapa kau begitu ceroboh, kau bayangkan bagaimana jika foto foto itu jatuh ke tangan kakek???” Ucap Mami Liana dengan suara dingin.


“Pada saat aku menikahi Maya tak ada seorang pun yang tau, bahkan supir yang ku bawa juga ku turunkan di tengah tengah jalan”.

__ADS_1


“Sekarang kau harus berhati-hati sepertinya ada yang mau bermain main dengan keluarga kita, sekarang kau harus berpikir dan buktikan Presdir Nugraha Group tak bisa di anggap remeh.”


“Mami pulang dulu, para bibik aku liburkan, nikmatilah bulan madu kalian dan jangan lupa Mami order cucu dari kalian, Mami sudah tua dan merindukan bau bedak bayi di rumah kita.”


Mami Liana bangun dari kursi, “Sayang Mami sudah menyediakan baju dinas peranjangan untuk mu, Mami harap ketika kalian pulang dari sini Mami mendengar kabar gembira. Dan untuk kamu Geffen tunjukkan pesona mu, Mami ingin melihat hasil dari asahan cangkul mu, jika sukses mama mau minta tas merek keremes yang terbuat dari kulit badak” Tanpa menoleh Mami Liana pergi dari tempat itu...


Wajah keduanya langsung bersemu merah, “Sayang mandilah dulu, katanya mau makan, di dapur Mami sudah menyiapkan makanan untuk kita” Ucap Geffen mengelus surai rambut Sri Yuki.


Sri Yuki langsung lari kekamar mandi. Geffen tersenyum melihat tingkah Istrinya yang polos dan malu malu kucing.


Kali ini mereka mandi di tempat terpisah karena merasakan cacing didalam perut demo mintak pembagian sembako makanan.


..._________________...


30 menit kemudian


Dua orang itu tengah makan dengan diam karena sudah kelaparan. Tak butuh waktu lama semua sudah habis tak tersisa. Setelah selesai Sri Yuki membereskan meja itu lalu membawa peralatan makan yang kotor ke tempat cuci piring.


“Abang lepasin aku mau mencuci alat makan kita” Ucap Sri Yuki, ia merasakan tangan kokoh memeluk pinggang nya, serta rasa geli dari ciuman yang Abang Geffen berikan di leher jenjangnya.


“Biarkan saja, nanti Abang yang cuci, Sayang aku merindukan mu” Ucap Geffen......


“Ahhh,,, Abang” Sri Yuki merintih manja.


“Bukannya kau ingin merasakan cintaku ini sayang??” bisik Geffen sambil meniup nafas hangatnya , sehingga mengundang getaran dahsyat dalam diri Sri Yuki.


“Ia tunjukkan cinta mu” Ucap Sri Yuki yang sudah terhipnotis rayuan Casanova KW itu.


Geffen menarik tubuh Sri Yuki agar menghadap nya, ia langsung menyeruduk bibir sang istri dengan penuh kelembutan sambil menggiring tubuh sang istri ke atas meja makan tanpa melepaskan kunyahan bibirnya.


Geffen mengangkat tubuh sang istri, lalu mendudukkan di atas meja makan, “Bang pamali duduk di atas meja” Ucap Sri Yuki melepaskan tarik tambang bibirnya...


“Tak apa sayang, kita ritualnya di atas meja makan” Ucap Geffen dengan suara beratnya, ia langsung mematuk bibir sang istri lalu membuka resleting gaun di punggung sang istri. Tangan nakalnya langsung membuka pengait keresek pembungkus kue moci, lalu menarik gaun kebawah sehingga tak tersisa.


“Ohhh,,, ahhhhh Abang” karena Geffen langsung mematuk kue moci yang melambai-lambai di depan wajahnya, tangan satunya memencet tombol di ujung si moci yang masing menjadi pengangguran....


“Bilang sayang, kau mau anakonda abang”


“Ahhh cepet masukin bang”


Geffen langsung mencium sang Istri, tangan Sri Yuki membuka celana sang suami, kebetulan Geffen tak mengenakan kaos.


Setelah sama sama polos, Geffen langsung mengangkat satu kaki Sri Yuki di pundaknya, sedangankan satunya lagi bergelayutan ke bawah...


“Aku datang Sayang.....”

__ADS_1


Jlleeeebbbbb.......


Si anakonda masuk kedalam memenuhi lubang pralon, “Aaaaahhhhh” Jerit keduanya.


“Ooohhhh,,, sempitnya” Geffen merasakan sensasi candu untuknya.


Sedangkan Sri Yuki matanya merem melek karena merasakan tusukan nikmati yang sangat dalam mengenai bola kecil di ujung sana.


Plak... Plak... Plak... bukan tamparan tetapi guncang dahsyat di atas meja bergoyang....


“Ohhhhh Abang mau keluar” Ucap Sri Yuki sambil Merintih.


“Sama sama sayang” Ucap Geffen, ia mengencangkan laju goyangan sodok tariknya.


“Pokonya aku Mau 5 ronde sayang”


“Ohhh Abang, sodok mie bang”


“Ok sayang tunggu abang”


Kriyek.... kriyek... kriyek... Meja itu semakin terguncang sehingga batu bata pengganjal dua kaki meja itu hancur, meja tak seimbang tiba-tiba...


GUBRAK........


Kok emak merinding ya, bulu kuduk semua terbangun....


Kira kira ada yang panas dingin tidak ya🤣


Kaburrrr


^^^~To be continued^^^


...Terimakasih atas dukungannya🥰🙏🙏...


...JANGAN LUPA...


...Like episode karya untuk mendukung karya receh emak otor agar semakin semangat berkarya👍...


...Dan komentarnya🗣️ juga ya🤗, biar emak otor makin semangat untuk up yang banyak, jika komentar rame kagak dapet gocek tapi dapet semangat dari reader duh hati si emak jadi berbunga bunga seperti kebon tetangga sebelah😂🤣....


...Hadiahnya juga🎁🌹☕...


...Vote 🔥...


...Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini....

__ADS_1


...Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini....


__ADS_2