Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Kaya dalam semalam


__ADS_3

🌾 🌾 🌾 🌾


Malam ini Sri Yuki tengah duduk di ruang keluarga setelah menyantap makan malamnya dengan keluarga Nugraha, minus Nino karena ia saat ini sedang bertugas malam di rumah sakit....


“Yuki apa yang akan kau lakukan setelah benar benar sehat?” Tanya kakek.


“Aku akan mencari uang yang banyak kakek” Ucap Yuki riang.


“Aduh cucu menantu ku ini kasian sekali punya suami kaya tapi masih mau mencari uang, apakah suamimu tak pernah memberikan uang kepadamu?” Ucap kakek


“Tidak kakek, rupa uang pun aku tak tau!” Ucap Yuki.


Kakek masuk keruang kerjaanya, ia kembali mebawa kotak hitam.


“Sini mendekat sayang, nantik kakek kasik uang yang banyak untuk mu!” Ucap kakek.


Yuki dengan riang mendekati si Kakek. Tingkah menggemaskan Sri Yuki seperti anak kecil membuat ayah dan Mami Geffen tersenyum kecil.


Kakek membuka kotak itu yang berisi emas batangan, uang Rupiah, dolar dan mata uang luar negeri dan ada tiga kartu yaitu hitam tanpa limited, biru, gold.


“Pilihlah yang mana yang kau inginkan!” Ucap Kakek, mengelus surai Sri Yuki yang tengah terperangah melihat isi dari kotak itu.


Tangan Sri Yuki gemetar menyentuh kotak itu, semua orang serius memperhatikan apa yang akan Sri Yuki pilih, karena sejujurnya kakek tengah mengetes sifat baru dari cucu menantu nya itu setelah sadar dari koma.


“Permisi kakek” Ucap Yuki dengan sopan.


Semua orang sangat menyukai kesopanan dan rasa hormat Sri Yuki kepada orang yang lebih tua.


Tak hanya di situ, gerakan dan kesopanan Sri Yuki sama persis dengan nona nona bangsawan yang sudah di latih dari kecil.


Gerakan makan saja sangat lah teratur meski Sri Yuki mengenakan tangan menyantap makanan nya tetapi gerakan itu sangatlah anggun. Semua orang memaklumi karena Sri Yuki lupa cara beradaptasi dengan Modern.


Semua orang memerhatikan apa yang Yuki lakukan. Yuki mengambil emas didalam kotak, Mereka kira Yuki langsung mengambil emas dari dalam kotak.


Tapi kembali lagi yang mereka hadapi adalah Sri Yuki orang jaman dahulu, tanpa di prediksi oleh semua orang, Sri Yuki langsung menggigit emas itu sedikit, “Awww emak asli” Seru Yuk kegirangan.


Ia mengangkat emas batangan itu ke udara, untuk memastikan ia benar benar emas asli, setelah diyakini asli ia langsung memasukkan emas itu hati hati kedalam kotak.


Semua orang tersenyum dalam hati melihat kelucuan Sri Yuki, “Kakek kertas-kertas ini apa namanya?”.


“Ini adalah uang sayang!” Ucap si kakek memberi tahu.

__ADS_1


“Kenapa warna, gambar, dan ukuran mereka tak sama, ada yang sama ukuran tapi gambarnya beda beda” Ucap Yuki menurunkan 10 tumpukan uang yang berbeda-beda.


“Sayang yang berwarna merah ini adalah uang 100 Ribu, lihat gambarnya, ini adalah gambar presiden pertama kita”.


“Yang warna biru adalah uang 50 Ribu, lihat baik baik nominal nya setengah dari uang yang merah tadi”


“Yang ini USD, ini mata uang asing yang mendunia, kamu bisa membelanjakan uang ini di luar negeri” Kakek memberi tahu Sri Yuki nama nama mata uang kepada cucu menantu nya seperti mengajari anak TK.


Setelah tau, Yuki memasukan kembali uang uang itu kedalam kotak, lalu ia menutupnya, “Sayang kenapa kau memasukkan kembali semua uang itu?” Tanya Mami Liana.


“Aku kan hanya ingin tau wujudnya saja” ucap Yuki polos.


“Hahahahahaha......Ambillah sayang apa yang kau inginkan di dalam saja” Ucap kakek mengelus kepala menantunya.


“Bolehkah Kakek, Mami, Papi?” Tanya Yuki dengan mata berbinar.


“Boleh sayang ambillah” Ucap Mami Liana.


Yuki melihat kepada ayah mertuanya, “Ambillah nak, itu kakek sudah mengizinkan nya” Ucapan ayah Geffen.


Yuki langsung membuka kotak itu, lalu mengeluarkan semua uang dari dalam kotak, Sri Yuki mengambil satu lembar di setiap mata uang yang berbeda.


“Kenapa kau hanya mengabil selembar selembar sayang, dan mas batangan, kartu debit kau tak mengambilnya?” Tanya Kakek.


“Ia segini sudah cukup, jika aku mengambil banyak nanti kakek jatuh miskin!#” jawab Sri Yuki.


“Hahaha hahaha hahaha” Tiga orang itu sudah tak sanggup untuk menahan tawanya.


“Cup” Kakek mencium kening Sri Yuki.


“Ambillah semuanya sayang, kakek memberikan semua itu untuk mu” Ucap kakek.


“Tidak tidak kakek, aku tidak mau” Ucap Sri Yuki menggelengkan kepalanya. “Nanti kakek bangkrut, uang dan emas itu sangatlah mahal ini sudah cukup untuk ku” Ucap Sri Yuki dengan nada jujur penuh kepolosan.


“Ambillah sayang, anggap lah itu hadiah kasih sayang dari kakek untuk mu!” Ucap ayah Geffen yang mulai gemas dengan kepolosan menantunya itu.


“Tunggu sayang dari tadi kami heran kepada mu, kenapa kau tak tertarik dengan kartu ini” Tanya Mami Liana mengambil salah satu kartu dari dalam kotak kecil itu.


“Emangnya barang itu bisa di jual Mam?” Tanya Sri Yuki.


“Hahahahaha... hahahaha... Hahahaha....” Tawa semua orang....

__ADS_1


Semua orang tertawa dengan kepolosan Sri Yuki. Jika di hitung uang, emas itu mencapai 5 Miliar, itu hanya seujung kuku dari kekayaan keluarga Nugraha yang menduduki peringkat ke 5 terkaya di Indonesia, di Asia keluarga Handoko menduduki peringkat ke 15.


Belum lagi limited di 3 kartu kredit itu, jika di hitung hitung nominalnya adalah 10 M, itu hanya seujung kuku dari kekayaan Keluarga Nugraha yang setiap harinya mengahasilkan keuntungan 1 Triliun rupiah.


“Kayaknya aku tak bisa menerima nya mam” Ucap Yuki, membuat tawa semua orang berhenti seketika.


“Kenapa sayang?” Tanya Mami.


“Ini terlalu banyak, jika aku di jambret di jalan bagaimana?”.


“Besok Mami akan mengajakmu ke Bank, untuk


menyimpan nya” Ucap Mami Liana kepada menantu nya.


“Ye ye aku kaya dalam semalam, jika aku punya uang sebayak ini, kedepannya aku tak jadi melamar pekerjaan buruh di pasar” Ucap Sri Yuki Girang ia memeluk kakek erat erat....


“Kerjaan apa di pasar sayang?” Tanya Kakek.


“Pekerjaan buruh kuli panggul di pasar tradisional kakek”.


“Mana ada cucu menantu keluarga Nugraha menjadi kuli panggul sayang” Ucap si kakek ketawa mendengar ucapan cucu menantu kesayangannya itu.


“Aku tunggu tunggu masuk kekamar ternyata kau tengah tertawa di bawah sini!” Ucap seseorang.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungannya all, maaf emak belum komentar di setiap Komentar kalian, soalnya emak masih trauma sama akun heater yang menghujat emak akhir akhir ini, dari pada emak liat komen yang menjatuhkan mood emak lebih baik up dengan teratur setiap hari,,, lope Yuyu untuk pembaca setia emak😘😘😘 🙏🙏


Jagan lupa dukung karya emak ya, biar emak semangat dalam berkarya , jika kalian rajin dukung emak dengan cara di bawah ini, emak akan semangat mengetik dan up setiap hari:


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi 😘😘.

__ADS_1


__ADS_2