
🌱 🌱 🌱 🌱
Melihat seseorang tengah menatapnya dengan tatapan membunuh membuat Geffen merinding buru buru ia langsung duduk di lantai.
“Ampun mi Geffen khilafah” Sujud si Geffen sambil memegang telinganya.
“Apa kesalahan mu jelaskan!!!” Ucap Mami Liana kepada anak sulungnya itu, yang bertamu kerumah Geffen di Desa Kandang Sapi ya si Mami bule kece badai asli Turkeh itu, mertua idaman para menantu menantu seantero jagat per nopelan.
“Salah Geffen banyak mi” Ucap Geffen.
“Sebutkan.. Satu” Ucap sang Mami judes.
“Geffen membawa kabur menantu kesayangan Mami??” Geffen mengakui kesalahannya.
“Dua!!” Lanjut Mami Liana.
Geffen terdiam, ia bingung Dosa yang mana lagi yang harus dia beberkan kepada sang ibu ratu, sedangankan dosa si Geffen semakin hari makin membengkak seperti bunga hutang di bank yang tak mampu di lunasi.
“Dasar anak nakal... Kau mau bermain kucing kucing dengan wanita yang sudah pernah makan kemenyan dan bunga kantil ini, hah...”
“Jika tidak mendengar ucapan mu dengan si Suparman kemarin, Satu bulan Mami akan kecolongan menantu. Kau tak lupa bukan jika dua Minggu lagi si” Ucapan Mami Liana langsing di potong oleh Geffen.
“Ampun mi tolong kali ini saja bantu Geffen, aku tak ingin bercerai dengan Yuki, asal mami tau kemarin aku sudah menanam bibit di kebun sebanyak 5 kali, aku yakin bibit super ku itu akan menjadi anak Mi” Ucap Geffen.
*(Jika lupa sama si Suparman kalian bisa ingat jika dia adalah pengacara si Geffen yang muncul di eps Sri Yuki mengejar copet😂)
“Astaga Geffen, dasar suami tengik, sukanya yang geratisan aja, kau sudah bangkrut ya sehingga tak mampu menyewa penginapan” tangan Mami Liana langsung menjewer telinga putranya yang duduk di bawah kakinya.
__ADS_1
“Bukan itu Mam kemarin kami terjebak pohon tumbang sehingga tak bisa melanjutkan perjalanan kita, ya terpaksa kita tidur di mobil Mom” Ucap Geffen membela dirinya.
“Dasar anak ceroboh bagaimana jika mobilmu yang kau buat menjadi markas bercocok tanam dadakan itu tiba-tiba ada paparazi lewat, astaga besok tak akan ku biarkan Yuki berduaan dengan dirimu lagi, Dasar Buaya buntung”
“Awwww..... Ampun mi Geffen khilaf apalagi cuaca sangat mendukung. Apa papi sama Mami jika kedinginan tak mencari kehangatan?, toh kami halal loh Mi. Laki-laki emang buaya buntung Mam, karena wanitalah yang punya lubang Buaya” Jawab Geffen memijit betis sang Mami agar luluh.
“Bagaimana jika Yuki hamil ya???” Ucap ibu Geffen sedikit terhasut oleh ucapan si Geffen.
Dalam hati Geffen berkata, “Ayo Mi luluh dikit kenapa sih mi, bukannya Mami paling takut Yuki di ambil mantu oleh ibuk mertua lain.”
“Ahhh jaman sekarang banyak kok duda nyarik janda, atau perjaka mau beli satu geratis satu alias nikahin emaknya langsung dapet anaknya” Ucap Mami Liana membuat geffen menganga.
“Pokoknya aku tak mau cerai titik” Ucap Geffen.
“Kau apakan Maya jika kau tak mau melepas Yuki Geffen?. Jangan lupa itu perut si Maya makin lama makin besar, tak mungkin kan tiba-tiba model kelas kakap yang selalu kau cintai itu dikabarkan hamil di luar nikah dengan sodara iparnya, atau kau mau menyogok media jika si Maya saat ini terjangkit penyakit busung lapar gitu?!!!.”
“Ingat Geff, di mata negara dan masyarakat itu kau adalah suami Yuki berarti kau adalah sodara ipar Maya, jika kau menceraikan Yuki, lalu kau langsung menikahi Maya bisa jelas di berita gosip warga +62 jika pelakor semakin di depan, bisa habis kau di keroyok Mak emak berdaster, apalagi kau bersama dia adalah publik figur.”
“Biarkan Geffen yang mengurusi rumah tangga Geffen Mi, Geffen janji tak lama lagi Geffen akan membereskan masalah Geffen sendiri, tolong rayu Papi Mi biar tak memisahkan aku sama Yuki” Geffen memohon.
“Bangun dari sana, kau tak malu di lihatin kedua istri mu itu” Ucap si Mami.
Geffen menolehkan kepalanya, ia baru sadar jika ada seorang wanita tengah duduk di kursi sebelah pintu.
“Maya kenapa kau ada disini?” Tanya Geffen memicing kan matanya, ia sangat yakin jika Maya tak tau tentang rumahnya ini.
Wajah Maya memucat, ia bingung mau bilang apa kaki Maya bergetar karena bingung mau menjawab apa ia lupa dengan alasan apa ia muncul di rumah suaminya itu.
__ADS_1
“It...It” Mulut Maya berat mau mengucapkan kata kata.
“Apa Mami yang mengajakmu kesini?” Tanya Geffen kepada sang Mami.
“Jangan pernah menuduh Mami, Mami datang kesini setelah wanita itu baru sampai di rumah ini” Ucap Mami Liana ketus.
“Mi Sri lapar... Abang Geffen belum memberi ku makan sedari kemarin” rengek Sri Yuki agar memutus percakapan yang membuat suasana semakin memanas, dan tujuan Sri Yuki memotong pembicaraan itu agar Geffen berpikir ulang Tetang madunya itu.
“Duh menantu Mami kasian banget, pasti kau hanya di perah sama si Casanova Abal Abal itu kan sayang, yuk bibik Gita tadi sudah masak mari kita makan sama” Ucap Mami Liana menarik sang menantu...
Entah si Maya tak tau malu atau gimana ia juga ngikut aja ke meja makan, Mereka makan dengan tenang, Geffen pun diam ia memikirkan kedatangan Maya ke rumah itu yang tiba-tiba.
Dalam hati ia berkata, “Bagaimana Maya bisa tau tempat ini ya??, selama ini aku tak pernah mencampuri urusan Maya mungkin karena aku terlalu sibuk hingga kurang mau tau tentang Maya, tapi aku sedikit aneh dengan kedatangan Maya kerumah ini, padahal rumah ini adalah rumah ku untuk menenangkan diri, Mami tak akan membawa Maya kesini, aku tau seberapa besar Mami tak menyukai Maya.”
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungannya🙏🙏
Jagan lupa
Like👍
komentarnya ya, biar emak otor makin semangat ngetiknya, jika komentar rame kagak dapet gocek tapi dapet semangat dari reader duh hati si emak jadi berbunga bunga🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini.