Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama

Berbagi Cinta = Belenggu Cinta Yang Sama
Putri yang tertukar


__ADS_3

🎄🎄🎄🎄


Saat ini mereka sudah duduk di resto, di kamar VIP mereka bertiga tengah duduk dengan Geffen terhimpit, di kanan istri pertama, sedangkan di kiri istri kedua..


Mereka sedang menunggu hidangan datang.


Haccciiiihhh hacciihhhhh... Bunyi Sri Yuki bersin.


"Aduh kamu pilek Sri" Ucap Geffen.


"Bagaimana kagak pilek, Abang sih janji cuma mau gaya Oreo dan janji durasi menitan doang mana?, Abang malah ingkar, Sampek air dingin Abang belum berhenti nyangkul.


"Dan air dalam baskom cuma tinggal setengah karena Abang obok obok airnya di obok obok, para tulang Sampek kretek kretek membuat adek ini jadi mabok gini" Ucap Sri Yuki yang emang sengaja menghidupkan api unggun di atas kepala si madu.


"Yaa maafkan Abang Sri, Abang ke enakan, dan besok besok Abang isi jam di setiap kamar mandi kita" Ucap Geffen.


Uhuk... uhuk.... Maya batuk batuk, ia tersedak air liur nya sendiri.


"Sayang kamu kenapa?, apa karena kamu nunggu Mas kelamaan, jadinya kamu terjangkit penyakit sama dengan Yuki?" tanya Geffen khawatir.


"Tidak Mas aku tadi malahan ketiduran, jika Mas tak mengetuk pintu maka sekarang aku masih ngebo, sepertinya anak kita ini suka tidur, semenjak ada dia aku bawaannya ngantuk terus" ucap Maya yang memamerkan jika ia lebih berharga dari Sri Yuki karena ia memberikan anak kepada Geffen.


Sedangkan Sri Yuki menanggapi ucapan Maya dengan santai ia tak merasakan apa apa.


Hajjjiiiimmm....Hajiimmm... Sri Yuki makin bersin bersin.


"Aku pergi dulu Sri mau cari tisu dan air hangat kalian yang akur ya....


"Cup" Geffen mengecup dahi Maya, ia menoleh kepada Sri Yuki ia mau memberi kecupan di kening karena Sri tidak diam dan " Cup" Geffen mencium bibir Sri Yuki sekilas.


Kembang api tahun baru Maya sudah tak bisa ditahan.


Tangan Yuki memencet gelang nya, terlihat jika lampu berkedip dua kali.


"Wanita kampung kau rupanya mau bermain main dengan ku".


"Main apa bibi?" tanya Sri Yuki sok polos.


"Alah jangan sok bodoh ya kamu!, kamu sengaja memamerkan kebahagiaan rumah tangga kalian?" tuduh Maya.


"Bukannya bibi ingin rumah tangga kita langgeng, aku sudah menerima Abang Geffen menjadi suamiku, dan bibi menjadi selir suamiku, aku bingung dengan sifat asli bibi, ayo jujurlah padaku, kau sayang padaku?, apa kau membenciku?" Ucap Sri Yuki yang berakting untuk memanas manasi wanita itu.


"Aku sangat membenci mu, makanya aku akan merebut apa yang kamu miliki, karena kau merebut yang seharusnya milikku sedari kecil" Ucap Maya.

__ADS_1


"Dan hentikan mulut jelek mu itu memanggil ku bibi, karena aku tak menikahi paman mu" Ucap Maya geram.


Sedangkan Sri Yuki mencerna ucapan Maya tentang Yuki asli mengambil sesuatu milik Maya.


"Jika kau mau merebut apa yang aku punya, berarti kau tak mencintai paman Geffen" tanya Sri Yuki.


"Hahahaha, aku tak pernah mencintai laki-laki itu, dia sendiri yang bertekuk lutut di bawah kaki Seorang Maya".


"Sayang" teriak wanita paruh baya yang masih cantik karena perawatan. Dan di belakangnya seorang laki-laki paruh baya yang masih gagah mengikuti langkah sang wanita.


"Mama" Maya langsung bangun dari tempat duduknya.Sri Yuki langsung melihat dua orang asing itu.


"Sayang kau tambah kurus" Ucap si ibu Maya. Ia tak melihat Yuki sedikit pun.


"Ma liat kakak sudah sadar, kenapa kalian tak menjenguknya sama sekali?".


"Oh masih hidup rupanya dia!, aku kira dia akan tiada pada saat kecelakaan itu, jika dia tiada tak ada lagi, penghalang kamu bersatu dengan tuan muda Geffen" Ucap wanita paruh baya kepada Sri Yuki mengintimidasi.


"Waduh cocok banget dah, mulut emak sama anak kgk ada saringnya, ini baru bener jika buah tak akan jatuh dari pohonnya" Ucap Yuki dalam hati.


"Husss Jagan bilang seperti itu Ma, bagaimanapun kakak adalah anak Mama, dan aku lah yang bukan anak Mama sama papa".


"Pa jangan diam, sebenarnya aku memang pantas mengalah kepada kakak, kan apa yang aku sandang saat ini semua milik kakak" ucap Maya dengan nada sedih.


"Tapi darah Mama sama papa mengalir di tubuh kakak, sedangkan aku hanya sebuah kesalahan di masa lalu karena kalian salah membawaku, kami hanya putri yang tertukar" Ucap Maya....


Duaaarrrrrrr......


Sri Yuki kaget mendengar kenyataan ternyata Yuki anak kandung yang di perkenalkan menjadi anak pungut, dan anak pungut menjadi anak kandung.


"Malang bener nasibmu Yuki... Yuki...."


"Tapi kenapa aku bersyukur keluarga mu membuang mu, jadinya aku tak perlu berbakti kepada orang tuamu yang berharap anaknya mati.


"Tidak sayang, Maya adalah putri Papa satu satunya, dan putri mahkota keluarga Handoko adalah dirimu, maka dari itu kami tak mengembalikan mu kepada orang yang berikatan darah denganmu, seusai dengan kata peramal, bawa kau adalah keberuntungan kami, dan seseorang adalah nasib sial bagi kami" Ucap ayah kandung Yuki.


"Terimakasih ayah, Mama, kalian adalah keluarga ku yang tersayang" Maya langsung memeluk kedua orang tua Yuki sambil tersenyum mengejek kepada Sri Yuki yang bengong.


"Nun kamu serap memori orang itu, apa benar dia adalah orang tua Yuki asli?" Ucap Sri Yuki dalam hati.


"Benar putri".


"Otakmu tidak gangguan kan nun, siapa tau ada cerita lain di balik itu, aku mau kau menjabarkan semua tentang Yuki entar malam"

__ADS_1


"Baik Putri"


"Hem" Geffen berdehem....


"Selamat siang tuan muda" Sapa papa Yuki.


"Siang tuan nyonya" balas Geffen.


" Maaf mengganggu makan siang anda tuan muda, saya datang kesini ingin membawa Maya pulang, ulang tahun kakeknya 2 hari lagi, berhubung anda disini saya berharap Anda datang ke Mansion Handoko bersama istri anda".


"Baiklah tuan, kami akan hadir" Ucap Geffen.


*(Nb: nyonya Handoko dan suaminya tak tau tentang pernikahan Maya dan Geffen).


Dalam hati Maya bersorak kegirangan, "Hahahaha aku yakin kamu setalah pulang dari sini akan menangis darah mendengar seberapa orang tua mu tak menginginkan dirimu itu, nikmatilah pembalasan ku anak kampung....Itu balasan untuk wanita yang merebut sesuatu yang berharga milik Maya, Aku ingin kau lenyap dari bumi ini agar dunia tidak tau jika aku bukan putri mahkota Handoko".


Sedangkan di dalam hati Yuki ia bersorak satu bukti sudah di tangan, tangan nya langsung menekan jam tangan pemberian mertuanya, jam itu sangat canggih, ia bisa merekam sesuai keinginan si pengguna, dan jam itu limited edition.


NB: Maaf up sebelumnya ada kata gak sesuai, karena tadi pas baru nulis eh kenak kirim, emak dah revisi biar kalian pembaca gak ikut jedding bacanya 🙏🙏🙏.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungannya🙏🙏


Jagan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Sambil nunggu Sri Yuki up lagi yuk kepo in karya author autor keren di bawah ini,



__ADS_1


__ADS_2