Berjanjilah Untuk Setia

Berjanjilah Untuk Setia
One


__ADS_3

Hari yang sangat melelahkan bagi Gheina. kenapa begitu melelahkan. dia hanya sekolah seperti hari-hari sebelumnya. mungkin karena dia kemarin tidur larut, jadi dia kurang tidur.


"kenapa aku hari ini capek banget ya. gak biasanya banget," Gheina ketika sampai dikamar langsung berlari dan menghempaskan tubuh tinggi mungilnya ke kasur.


"aku mau ngerjain kerjaan yang belum beres dari kemaren." Gheina


merogoh kedalam tasnya yang tergeletak tak jauh dari kasurnya. "pulang malem terus, kerjaan banyak banget. belum lagi kerjaan rumah," Gheina mengacak-acak rambutnya, frustasi. "dipikir gak capek apa!?" Gheina melemparkan buku dan kertas-kertas dihadapannya agar menjauh.


"yah! ehhhh....!!!" Gheina melihat kearah jatunya semua yang dia lempar tadi,


kertas yang lumayan banyak itu terkena air.


gawat! gue ngerjain itu lama banget. Gheina merasa seperti ditusuk pisau hingga menembus tubuhnya.


"kenapa? kamu itu berisik banget si! diem kenapa" Sisva merasa terganggu dengan adiknya yang selalu membuat keributan dirumah.


"maaf kak. aku kesel," yaampun kertas itu diinjek! makin ancur hidup aku! kertas tugas itu terinjak Sisva.


Sisva selalu berlaku jahat kepada Gheina. Gheina selalu di kucilkan kakaknya.


hanya satu kakaknya yang bersikap seperti kakak yang normal, kakak pada umumnya. dalam hidup Gheina, semenjak orang tuanya tidak ada Gheina tidak pernah mendapat kata bebas. kedua kakaknya yang sering berada dirumah memperlakukannya seperti pelayan yang harus bekerja untuk


membayar


hutang.


°°°


Gheina mempunyai 3 kakak. kakak pertamanya bernama Ditosyah. kakak keduanya bernama Sisva, dan kakak terakhirnya bernama Reno.


Ditolah kakak yang sangat menyayangi dan disayangi Gheina seperti saudara pada umumnya. Dito selalu melindungi Gheina ketiak Gheina dikucilkan oleh kakak-kakaknya yang lain.


tapi Gheina tetap mendapat gangguan dari kedua kakaknya yang lain ketika Dito tidak ditumah.


kak, aku ngerjain itu susah lo kak. diinjek dengan tidak merasa bersalah kak!? Gheina masih menatap kakak keduanya lamat-lamat. "kak Nitha, i..itu


tu..." Gheina takut kakaknya malah marah padanya. "apa!?" anak ini tuh kenapa sih harus lahir!? "tugas aku kak, sama kakak diinjek." Gheina bicara dengan suara yang sangat pelan, bahkan hampir terdengar bergumam


bicara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"jangan berisik. mending kamu tidur. jangan buat masalah terus!" brakkk... Sisva menutup pintu dengan keras membuat Gheina terlonjak kaget. Gheina segera berlari saat Sisva dirasa sudah tidak berada dekat pintu. Gheina


melihat nasib tugasnya dan dirinya jika diamuk guru BK.


gara-gara kak Sisva tugas ini jadi diujung tanduk


Di sekolah Gheina


"sepi banget sekolah. emang aku berangkat sepagi itu ya? mungkin aku udah terlalu gak betah


dirumah. Gheina tersenyum tipis memikirkan yang dia rasakan dirumah. Gheina berjalan menikmati area sekolah yang masih kosong. walaupun tidak terlalu kosong karena ada beberapa siswa lain yang juga datang sepagi itu.


Gheina sampai dikelas dan menikmati suasana kelas yang sepi. tidak seperti hari-hari sebelumnya, selalu saja gaduh. tapi hati Gheina menikmati kelasnya yang tanpa penghuni selain dirinya.


"akhirnya, aku ngerasain kelas sepi, sunyi, penuh kedamaian." Gheina menuju bangku tempatnya duduk. setelah dia duduk, dia mengambil hpnya. dia asik meng-skroll sosial medianya.


"eh, ada gosip baru. ada berita yang sangat panas di sini. coba aku kiat, apaan sih. sampe banyak banget yang nge repost. heboh banget, aku gak tau lagi."


Gheina hanya bergulat dengan hp dan komen yang ia baca. "hey!" suara besar dan sedikit berteriak membuat Gheina terlonjak kaget sampai melemparkan hpnya ke meja lumayan kencang.


"eh, iya kak. ada apa?" Gheina menyembunyikan hpnya dikolong meja dan menghampiri seseorang yang tadi memanggilnya, sedikit kikuk.


tidak berani menatap kakak kelasnya.


"karna cuma ada lo disini, gue minta lo ke lapang belakang sekarang."


kakak kelas itu bicara dengan nada cuek.


aduh ******. kenapa ni? gue ngelakuin apa ni. gue gak kenal sama dia. gue aja baru liat dia sekarang. Gheina bergulat dengan kecemasannya sendiri. "ada apa ya kak. ngapain kesana" Gheina masih menunduk takut banyak hal.


"gak usah banyak ngomong, lo ikut gue sekarang. atau lo langsung aja ke lapang belakang." orang itu langsung meninggalkan Gheina yang masih tertunduk mematung.


"aku harus ngapain" bergumam sambil memainkan ujung seragamnya. "aku


langsung ke lapang


aja deh, aku takut kalo cowo itu malah... ihh.." Gheina takut dengan isi pikirannya sendiri, dia langsung ngacir


menuju lapang belakang.

__ADS_1


Gheina sudah berada dilapang belakang, sangat luas. Gheina bingung


dilapang itu sepi, tiada satu orangpun.


"apa kakel tadi ngerjain aku. tapi, ngapain. dan aku liat tadi dia juga ke kelas lain. apa dia juga panggil siswa lain. ngapain sih disini. aku juga gak kenal sama dia,"


Gheina menunggu 5 menit. tidak ada juga satu orangpun yang terlihat.


"oh iya. dia panggil aku karna cuma sku ysng tadi ada dikelas. tapi apa yang mau dilakuin dilapang belakang." Gheina berfikir sejenak.


"balik ke kelas aja deh. itu kakel punya dendam apa ya sama aku," Gheina bingung, bahkan dia dan kakak kelasnya itu saja baru bertemu. mungkin Gheina yang tidak menyadari kakak kelasnya, tapi cowo itu mungkin saja mengenal dirinya.


karena tidak ada juga yang datang, akhirnya Gheina memutuskan untuk balik dan bersantai lagi dikelas. Gheina barfikir kakak kelasnya hanya mempermainkan dirinya, karena sampai


sekarangpun tidak ada yang datang ke tempat itu. saat Gheina berjalan menuju kelas, Gheina melihat se gerombolan orang menuju kearah lapang belakang. dan, bersama kakak kelas yang tadi menghampiri dirinya dikelas.


ternyata kakak kelas itu gak ngerjain aku. tapi tadi aku udah nunggu lama banget. Gheina memasang wajah kecut.


"hey!" dia berseru. orang yang sepertinya memerintahkan semua yang sekarang diluar ruangan untuk berkumpul. "elo, cewe yang tadi lagi asik main hp waktu gua ke jelas lo" seruan itu membuat Gheina melotot dan mukanya merah padam.


please disini banyak orang. ih, dia malah ngomong dengan santai gitu. Gheina hanya diam, tidak bergerak dari posisinya.


"sini!" kakak kelas itu menggerakkan tangannya tanda meminta agar Gheina menghampirinya. dia mau ngapain. aku buat salah apa ya sama dia, aku takut kalau dia mau hukum gue. Gheina ragu-ragu menghampiri cowo itu.


"setelah apel ini, gue mau ngomong sama lo."


deg!


Gheina mengingat apa yang dilakukan dia seminggu belakangan mungkin. apa dia membuat dosa atau pelanggaran sekolah. kalau sampai itu terjadi, bukan hanya dia berhadapan dengan guru BK untuk pertama kali, tapi juga dirumah dimaki orang kedua kakaknya yang tidak pernah


menyayangi adik


mereka.


"ayo!"


Bersambung..


hallo holla semuanya. salam kenal. aku mau buat karya yang bisa dinikmati alurnya sama pembaca noveltoon. semoga karya yang aku buat bisa diterima oleh semuanya

__ADS_1


semoga aja kalian yang baca ini suka sama ceritanya.


__ADS_2