
Tiga Minggu Sebelumnya...
Di sebuah bistro yang menjual beranekaragam cake yang menggugah selera, Clarissa Moretti mendatangi bistro itu. Gadis yang berprofesi sebagai desainer rumah mode Morr itu tampak memilih - milih cake. Dan dipilihlah sebuah cake cantik dengan cream putih dan strawberry diatasnya.
"Ini strawberry kan?" tanya gadis berambut coklat terang itu.
"Yes Miss, ini strawberry."
"Oke, ini satu dan capuccino dengan topping coklat."
"Baik Miss."
Clarissa membayar makanannya dan duduk di sebuah kursi dekat jendela. Ketika sedang menikmati capuccino nya, mata coklat gadis itu melihat pria di hadapannya sedang asyik membaca buku.
Bagi Clarissa, di jaman sekarang, sudah jarang melihat orang membaca buku yang benar-benar dari kertas karena rata-rata pasti dari ponsel, iPad ataupun Tab. Pria yang membaca buku real menurut Clarissa is so seksih.
Mungkin merasa dilihatin oleh Clarissa, pria itu mendongak dan gadis itu berpura-pura melihat pemandangan kota London dari balik jendela agar tidak ketahuan kalau dirinya memperhatikan pria itu.
Clarissa melirik dari balik capuccino nya dan terkesima dengan warna mata pria itu. Ya ampun, warna matanya biru sekali. Clarissa sudah terbiasa bekerjasama dengan para model pria yang tidak kalah tampan dengan pria itu tapi entah karena Clarissa sangat suka pria yang membaca buku sesungguhnya, dia menjadi kepo.
Pria itu menyapukan pandangannya dan kedua matanya menatap ke arah Clarissa yang memerah wajahnya saat pria itu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya sopan. Clarissa membalas dengan anggukan kecil. Pria itu pun kembali membaca bukunya sedangkan Clarissa harus menetralisir jantungnya yang berdebar kencang.
Seriously! Kamu itu biasa ketemu orang banyak, jalan di catwalk, kenapa dikasih senyum sama pria itu, kamu macam anak remaja jatuh cinta! Clarissa mengomel dalam hati merutuk perilakunya yang lebay ala teenager.
Guna menghilangkan rasa gugupnya, Clarissa memotong cakenya dan mulai memakannya. Wajah gadis itu terkejut ketika merasakan rasa yang haram di mulut dan badannya.
"Maaf, ini ada kacang pistachio dan almond?' tanya Clarissa.
"Iya Miss."
"Bukan strawberry?" tanya Clarissa panik.
"Maaf Miss. Kami salah topingnya..."
Wajah Clarissa memerah dan dia tahu sudah kena efek dari dua kacang itu di tubuhnya. Nafasnya mulai terasa berat dan yang dia tahu ada seorang pria berkata padanya ...
"Kamu alergi kacang ya? Kita ke rumah sakit sekarang!" Pria itu menggendong Clarissa dan membawanya masuk ke dalam mobil yang sudah dibuka oleh sopirnya. Clarissa hanya menatap nanar ke arah pria yang memeluknya.
"Bertahanlah nona. Kita akan segera tiba ke rumha sakit. Cepat Vin! Dia terkena alergi kacang!" ucap pria itu memberikan perintah ke sopirnya.
Mata coklat Clarissa mencoba untuk tetap terbuka tapi yang dilihatnya hanya sepasang mata biru yang very blue dan tampak teduh.
Ya ampun, Cla... Inhale exhale... Masa kamu malah mikir mata biru itu ...
Sepuluh menit kemudian mereka sampai di rumah sakit St. Thomas dan Clarissa yang sudah tidak mampu berjalan merasakan tubuhnya digendong oleh pria itu dan sayup-sayup terdengar pria itu berteriak.
__ADS_1
"Mana dokter? Gadis ini alergi kacang! Do something!"
Clarissa mencium harum parfum yang dia tahu adalah Bleu de Chanel. Parfum yang memabukkan. Tunggu aku tuh anafllaksis bukan sesak nafas karena parfum seorang pria!
Clarissa merasa tubuhnya diletakkan diatas brankar dan setelahnya para perawat bergegas memberikan epinefrin. Setelahnya Clarissa telelap.
***
Clarissa terbangun setelah terlelap beberapa saat dan orang pertama yang dilihatnya adalah sepupunya Alessandro Moretti.
"Ale..."
"Bagaimana rasanya? Apa masih sesak? Syukurlah kamu segera dibawa ke rumah sakit karena dua kacang laknat yang berbahaya! Dimana bistronya? Biar aku tuntut!" omel Alessandro yang panik ditelepon oleh pihak rumah sakit kalau sepupunya di IGD.
"Masih ... berantakan..." Tiba-tiba Clarissa celingukan. "Si mata biru mana?"
"Mata biru? Siapa mata biru?" tanya Alessandro bingung.
"Pria yang membawa ku kemari. Dimana dia?" tanya Clarissa sambil terduduk.
"Siapa?" Alessandro celingukan di bilik IGD. Pria tinggi besar itu lalu keluar dan mencari perawat. "Excuse me. Siapa yang membawa sepupu saya kemari?"
"Oh gentleman yang baik. Dia tampak panik saat Miss Moretti terkena anafllaksis."
"Namanya?" tanya Alessandro tidak sabar.
"Masa kalian tidak ada satupun yang menanyakan siapa namanya?" omel Alessandro kesal. "Bagaimana dengan CCTV? Boleh saya lihat?"
"Maaf Mr Moretti, kecuali anda polisi, anda tidak berhak melihat CCTV kami."
"Vaffanculo!" umpat Alessandro kesal.
***
"Siapa yang membawaku kemari Ale?" tanya Clarissa saat Alessandro kembali.
"Tidak ada yang tahu dan tidak ada yang menanyakan namanya! Brengseeekkk!" sungut pria itu.
"Tapi sepertinya... dia pria kaya London."
"Apa maksudmu?"
"Mobilnya... Bentley, Alessandro."
Alessandro mengernyitkan dahinya. Hampir semua orang kaya London punya Bentley tapi siapa yang membawa Clarissa ke rumah sakit? Masa aku harus model Cinderella, mencari pria dengan Bentley yang benar?
__ADS_1
"Semoga aku bisa bertemu lagi dengannya. Karena menurut aku dia pria bermata biru yang sangat seksih..."
"Seksih mana denganku?" goda Alessandro yang mendapatkan pelototan Clarissa.
"Dia seksihnya beda, seksih yang smart. Coba di jaman sekarang jarang melihat pria membaca buku dan itu buku beneran dari kertas!"
Alessandro hanya menepuk kepala Clarissa. "Kamu seleranya memang yang nerd."
***
Sebulan setelah kejadian itu...
Clarissa menemui klien yang hendak mengadakan fashion show di Tokyo. Pihak promotor itu mengajak bertemu di RR's Meal daerah West End London. Clarissa tahu untuk makan di restauran ini harus memesan paling tidak tiga Minggu Sebelumnya untuk makan malam dan kliennya sudah memesan sejak sebulan lalu.
Gadis itu sudah memesan untuk tidak ada makanan yang berhubungan dengan almond maupun pistachio. Pelayan pun memberikan menu tanpa dua kacang tersebut.
***
Dapur RR's Meal
Eagle membaca note dari salah satu waitress nya yang meminta menu pesanannya jangan ada kacang almond dan pistachio. Entah kenapa dirinya teringat gadis yang ditolongnya saat mengalami anafilaksis di bistro tempat dia biasa menenangkan diri.
"Siapa pelanggan ini, Diana?" tanya Eagle ke waitress yang memberikan memo.
"Wanita berambut coklat dan mengenakan gaun hijau bersama dengan tiga orang Jepang, Mr. McCloud. Tampaknya membicarakan bisnis" jawab Diana.
Eagle mengangguk lalu berjalan keluar pintu dapur dan melihat gadis yang ditolongnya hampir sebulan lalu sedang mengobrol yang dia lihat seperti para pengusaha Jepang.
"Eric, yang di meja sepuluh, itu order dari pihak mana?" tanya Eagle ke head waiter nya.
"Dari majalah Cleo dan Marie Claire Jepang, Mr McCloud."
Eagle McCloud mengangguk lalu berjalan menghampiri meja nomor sepuluh itu.
"Selamat malam. Saya Eagle McCloud, chef dan pemilik RR's Meal. Apakah anda dari Tokyo?" sapa Eagle dengan bahasa Jepang fasih.
Clarissa mendongakkan wajahnya dan terkejut melihat siapa yang datang.
Si Mata Biru!
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️