Between Two Brothers

Between Two Brothers
Makan Siang


__ADS_3

RR's Meal West End London


Eagle mencoba mencicipi sebuah macaron dan sponge cake imut buatan Elane. Wajah pria itu tersenyum lalu memanggil Eric dan Jenny, sous chef nya.


"Anda memanggil kami chef?" tanya Jenny.


"Coba kalian cicipi pastry buatan Miss Moon."


Eric dan Jenny menatap Elane. "Miss Moon, saya tahu anda jago pastry, tapi melihat bentuknya begini, saya jadi tidak tega makan..." ucap Jenny yang tampak sayang untuk memakannya.


"Tapi kalau tidak dimakan, nanti jamuran" celetuk Eric. "Whatever deh!" Pria Flamboyan itu pun mengambil satu cake Elane. "Ok, meskipun aku tidak tega, ini enak! Semuanya serba pas. Tidak ada rasa berlebih jadi untuk acara minum teh cocok."


Jenny pun mengambil satu dan tampak suka dengan rasa pastry buatan Elane.


"Jadi ? Lolos seleksi kah?" tanya Elane sambil bergantian menatap ketiga orang disana.


"Lolos, Miss Moon. Dan saya yakin, pelanggan kita yang kaum wanita, auto tidak mau memakannya" cengir Jenny.


***


Eagle mengantarkan Elane sampai di parkiran mobil dan tadi semua sepakat weekend ini akan dipamerkan pastry buatan Elane untuk acara Kawaii Saturday khusus ladies. Eagle dan Eric sepakat weekend ini dibuat tema yang berbeda agar menarik perhatian para kaum wanita.


"Sabtu akan saya bawa pastry nya kemari jam satu siang sebelum acara minum teh jam tiga" ucap Elane sambil berjalan beriringan dengan Eagle.


"Elane, maaf tadi kamu harus melihat kejadian tidak mengenakan..."


"Apakah itu pacar anda?" tanya Elane dengan wajah santai.


"Bukan, dia yang mengejar - ngejar aku. Baginya aku love at first sight tapi sayangnya aku tidak ada perasaan padanya."


"Boleh tahu dia siapa? Karena melihat wajahnya seperti familiar."


"Namanya Clarissa Moretti."


Mata Elane terbelalak. "Desainer itu? Dari rumah mode Morr?"


"Yup. Kenapa Elane?"


"Mereka pernah pesan pastry dengan toko kami tapi saya hanya bertemu dengan asistennya jadi saya tidak mengetahui seperti apa pemiliknya."


Eagle mengangguk. "Eh, kita makan siang dulu yuk Elane."

__ADS_1


Elane mengernyitkan dahinya. "Makan siang?"


"Tidak di restauran aku. Kita ke sebuah cafe kecil beberapa blok dari sini. Milik temanku yang difabel dan dia spesialis masakan timur tengah. Kita jalan kaki saja. Mau? Soalnya cafe dia agak tersembunyi, kalau naik mobil repot parkirnya."


Elane tampak ragu-ragu tapi tiba-tiba suara perutnya berbunyi membuat wajahnya memerah dan Eagle tersenyum geli.


"Tuh, cacingmu saja sudah demo. Yuk kita kesana." Eagle berjalan dua langkah di depan Elane yang mengikuti pria itu dari belakang. "Jangan berjalan di belakang aku Elane. Kenapa?"


"Nanti perut saya berbunyi lagi..." jawab Elane sambil tersenyum kikuk.


"Santai saja. Ayo, jalan seperti tadi, di sebelah aku" ajak Eagle.


Elane pun berjalan di sebelah Eagle menuju cafe yang dimaksud. Sepuluh menit kemudian mereka tiba di sebuah cafe kecil tapi ramai pengunjungnya. Cafe itu menjadi satu dalam satu rumah dua lantai dan memang tempatnya sedikit tersembunyi dan hanya bisa satu mobil lewat tapi orang lebih suka berjalan kaki dan kendaraan mereka diparkir di area yang sudah disediakan dekat jalan raya.


Eagle pun masuk ke cafe itu mencari temannya sedangkan Elane hanya mengikuti pria itu.


"Abdullah! Kamu dimana bro?" seru Eagle ke arah belakang. Elane melihat ada beberapa orang sibuk memasak disana baik wanita maupun pria.


"Belakang E ! Ini aku sedang memanggang kambing!" balas Abdullah sambil berteriak.


"Jom. Kita temui Abdullah" ajak Eagle.


Keduanya pun ke halaman belakang dan Elane melihat seorang pria duduk di kursi roda sedang mengawasi alat panggang besar bersama dengan seorang wanita berhijab yang sibuk menyiapkan potongan daging kambing.


"Abdullah bin Gali Dul Somad anaknya pak Haji Ismail" kekeh Eagle.


"Janganlah kamu tambahkan nama tidak jelas mu itu! Istriku sampai mengira itu namaku sesungguhnya!" omel Abdullah sambil tertawa.


"Hahahaha, sorry. Aku ketularan sepupu aku yang suka kasih nama seenaknya. Maryam, apa kabar?" sapa Eagle ke wanita berkulit hitam dengan hijab bewarna merah marun.


"Baik E. Siapa itu, E?" tanya Maryam sembari mengedikkan dagunya karena tangannya sibuk memotong daging kambing.


"Oh perkenalkan ini chef pastry aku, namanya Elane Moon" ucap Eagle dan Elane tersenyum sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Assalamualaikum" sapa Elane.


"Wa'alaikum salam" balas Abdullah dan Maryam bersamaan. "E, kenapa tidak bersama Elane saja? Aku yakin Oom Jendra dan Tante Aruna langsung auto setuju!" celetuk Abdullah.


Mata biru Eagle langsung mendelik.


"Ayo Elane, kita duduk disini" ajak Maryam ke sebuah meja piknik. "Ini tempat khusus kami menjamu sahabat - sahabat kami."

__ADS_1


"Ridwan! Tolong awasi panggangan! Aku ada Eagle!" panggil Abdullah ke salah seorang pegawainya.


"Baik, boss."


***


"Jadi sekarang kamu yang menjadi pemasok pastry ke RR's Meal nya Eagle?" tanya Abdullah sambil mereka berempat menyantap nasi kebuli kambing.


"Kamu tahu sendiri kan, setelah Barry meninggal dunia, penggantinya tidak seusai yang diharapkan para pelanggan. Kurang inovasi dan rasa juga berbeda membuat para pelanggan aku yang kritikus komplain."


"Barry kan sudah mengajarkan ke penggantinya tapi memang sih kalau namanya tangan pasti memiliki aura yang berbeda setiap orang" gumam Maryam. "Oh Elane, kami mengenal Eagle sejak kuliah jadi kami memang akrab."


"Apalagi saat aku mengalami kecelakaan hingga lumpuh padahal saat itu aku dan Maryam baru saja menikah. Dan Eagle lah yang membantu aku untuk bisa stand up dengan membantu cara mengelola cafe karena tahu aku dan Maryam bisa memasak" senyum Abdullah.


"Eagle membantu dari modal sampai semuanya dan kamu tahu, dia tidak mau dikembalikan modalnya" kekeh Maryam. "Katanya cukup dibayar jika keluarga besarnya berkumpul di London, kami yang menyiapkan makanannya."


Elane menoleh ke arah Eagle yang hanya tersenyum simpul. Keempatnya kini duduk berhadapan dengan posisi Abdullah dan Eagle duduk berdampingan, begitu juga Maryam dan Elane.


"Aku membantu kalian itu karena aku tahu kalian mampu dan kalian komitmen. Makanya aku tidak meminta kembali modal yang aku keluarkan" jawab Eagle.


"Sultan mah bebas ya E" gelak Abdullah sambil menepuk bahu pria bermata biru itu. "Elane, kamu tidak ada perasaan apapun pada pria baik hati ini?"


Elane hanya memberikan senyum manis. "Kalian juga kenal dengan Oom Jendra dan Tante Aruna?"


"Kamu sudah bertemu dengan orang tua Eagle ?" tanya Maryam.


"Bertemu langsung belum sih tapi Tante Aruna suka menelpon untuk membicarakan resep masakan dan pastry."


"Jujur E, aku lebih suka Elane daripada Clarissa." Abdullah menoleh ke Eagle.


"Lho memang Miss Moretti pernah kemari?" tanya Elane bingung.


"Pernah" jawab Maryam. "Tapi aku tidak terlalu suka."


Elane hanya mengangguk tidak mau berkomentar banyak karena dia juga seorang wanita juga.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2