
Kediaman Keluarga Park Tokyo Jepang
Pagi ini di kediaman Hideo dan Fayza, diadakan acara lamaran Alessandro Moretti ke Sakura Park. Hideo dan Fayza sengaja hanya meminta keluarga yang di Tokyo saja yang datang karena lebih suka Keluarga hadir di puncak acara saja.
"Kan kalian bisa melihat dari live streaming" ucap Fayza ke saudara - saudaranya dua malam sebelum acara lamaran.
"Tapi aku tetap berangkat kok Fay. Aku, Haris, Hoshi dan Rina mau ke Tokyo" ucap Freya. "Lagipula sekalian tengok teman - teman dunia lain..."
Ucapan Freya membuat semua sepupu perempuannya melengos sebal.
"Frey, aku saja yang di Tokyo, tidak pernah mau kesana!" omel Emi sebal.
"Lha yang disana lihat mbak Emi sudah bosan, kalah awu..." balas Freya cuek. "Siapa juga yang berani sama kamu mbak. Muka aja sudah kayak ratunya setan..."
Emi mendelik. "Reseh lu Frey!" umpatnya membuat para wanita - wanita cantik yang sudah tidak muda lagi itu tertawa geli.
"Oh Fay, katanya Shinichi minta pelangkah?" tanya Gandari, istri Abiyasa O'Grady.
"Iya mbak. Ichi anakku sing mbarep dhewe bin ajaib itu minta pelangkah coba ke Ale."
"Minta apa?" tanya Arimbi, istri Bimasena Baskara.
"Aku tidak tahu. Sakura sudah tanya ke Ichi cuma dijawab 'Ada deh!' Duh semoga bukan yang aneh-aneh dan diluar nalar deh..." keluh Fayza.
"Semoga tidak minta tujuh bola Dragon Ball saja" kekeh Nura Blair, istri Alaric Blair.
"Duh, Mateng nek Kuwi!" celetuk Mariana, istri Ayrton Schumacher.
Fayza menatap Mariana dengan wajah panik.
***
Dan kini di ruang tengah kediaman keluarga Park sudah ada beberapa keluarga duduk disana. Tampak Benigno dan Marjorie duduk mengapit Alessandro. Tanpa diduga, Raffa Moretti pun datang bersama dengan seorang gadis cantik berambut hitam dan bermata coklat terang yanb diperkenalkan sebagai kekasihnya, Katrina Richardson.
Alessandro tersenyum saat melihat Sakura keluar dari kamarnya didampingi oleh Shinichi Park. Gadis itu lalu duduk diantara kedua orangtuanya berhadapan dengan keluarga Moretti. Yang membuat surprise semua orang, Sakura memakai hanbok berwarna pink pucat dan pink.
Alessandro dan Raffa melongo melihat Sakura yang dandanan nya berbeda karena mereka mengira akan mengenakan kimono atau kebaya, mengingat masih ada keturunan Jawa meskipun prosentasenya 1%.
"Hei, papaku orang Korea. Jadi wajar kan?" ucap Sakura saat melihat kedua pria itu melongo. "Heh, muka rata! Ingat yang di sebelah kamu!"
Raffa berdehem. "Masih saja tidak berubah! Tetap judes!"
Katrina tersenyum sambil menepuk paha Raffa. Katrina sudah tahu semuanya tentang hubungan kekasihnya dengan Sakura dan dirinya mau datang bersama Raffa karena ingin tahu seperti apa gadis yang sempat menjadi rebutan. Dan Katrina mengakui bahwa Sakura gadis yang menarik da. bisa melihat tidak ada tendensi Sakura tertarik dengan Raffa, berbeda saat menatap Alessandro yang penuh cinta.
Hoshi dan Rina hanya tersenyum smirk mendengar ucapan keponakan mereka yang dikenal seenaknya sendiri.
__ADS_1
"Baik kita mulai saja..." ucap Hideo yang sudah tampak gemas dengan keributan unfaedah di acara lamaran.
***
Setelah acara basa basi dan memastikan kembali keseriusan Alessandro ke Sakura, giliran Shinichi yang memberikan speech nya.
"Uno..."
"Park.."
"Kita langsung saja. Sejujurnya kamu bukan kandidat yang pas buat adikku, Sakura karena badanmu penuh dengan coretan yang tidak bisa dihapus tapi ya sudahlah. Sudah tergambar di sana" ucap Shinichi dengan wajah datar membuat Raffa dan Hoshi memegang pangkal hidungnya.
"Shin..." tegur Hideo.
"Karena kembang anggrek sudah memilih kamu dan posisinya adalah melangkahi aku jadi aku meminta syarat pelangkah." Shinichi tersenyum smirk dan tampak kejahilan haqiqi di wajahnya.
"Apa itu Park? Semoga bukan sesuatu yang aneh dan sulit diwujudkan. Insyaallah akan aku turuti..." ucap Alessandro datar tapi dalam hatinya, dirinya kebat kebit juga karena tahu pola pikir calon kakak iparnya sering diluar nalar dan absurd.
"Ada tiga yang aku minta."
Semua orang menahan nafas menunggu permintaan pria imut itu.
"Katakan." Alessandro menatap lurus ke Shinichi.
"Satu, aku minta kamu memberikan sumbangan beasiswa untuk kampus Todai jurusan fisika."
"Kedua, kamu harus memasakkan makanan enak-enak untuk Sakura selama seminggu dan harus kamu yang masak."
"Done." Tidak terlalu aneh.
"Ketiga, kamu harus foto bareng dengan Kungkang di kebun binatang Tokyo dan fotonya diletakkan di akun Instagram kamu."
Semua orang melongo. "WHAAATTT?"
"Foto bareng nya bukan dari balik kaca atau kandang tapi harus duduk bareng dengan Kungkang! Tidak boleh sendiri kesana karena aku sendiri yang akan memotret mu!" seringai Shinichi membuat Hoshi tertawa terbahak-bahak.
"Astaghfirullah! Benar-benar pelangkah paling kacau !" gelak Hoshi.
Alessandro menatap kesal ke Shinichi. "Kapan aku harus berfoto dengan saudara jauhmu?"
Sakura cekikikan mendengar ucapan kacau tunangannya ke kakaknya karena tahu kalau panggilan 'sayang' Shinichi dari saudara - saudaranya adalah Kungkang.
"Hari ini!" senyum Shinichi.
"You've got be kidding me, Park! Aku pakai jas bagus ini!" protes Alessandro.
Shinichi hanya menyandarkan punggungnya ke kursi sambil bersedekap.
__ADS_1
Luke, Rin, Hidetoshi, dokter Yuri dan dokter Rika yang hadir hanya bisa tertawa geli sambil menggelengkan kepala.
"Astagaaa! Benar-benar ajaran Yakuza Karatan merasuk ke Shinchan!" kekeh Luke yang teringat almarhum opanya, Takeshi Takara, pria yang sama Membagongkan dengan Shinichi.
Para keluarga besar yang melihat dari live streaming, tidak heran dengan kelakuan Shinichi.
"Dasar Kungkang!"
***
Kebun Binatang Tokyo Jepang
Alessandro menatap judes ke arah Shinichi yang sudah bersiap dengan ponselnya. Sakura bersama Luke dan Rin, ikut serta dalam acara permintaan pelangkah yang paling nyeleneh.
"Ya ampun beneran sudah dipersiapkan oleh Kungkang satu itu!" umpat Alessandro saat zoo keeper area Kungkang atau sloth mengantarkan dirinya menuju area display Kungkang.
Alessandro mengumpat dalam hati sepanjang perjalanan dan zoo keeper bernama Daiki hanya tersenyum melihat bagaimana wajah pria Italia itu terlihat marah.
"Dozou, Moretti-san ( silahkan tuan Moretti )" senyum Daiki sambil mengajak Alessandro ke ruang display yang dibuat taman asri penuh dengan batang pohon, tali dan rumah sebagai sarana sloth atau Kungkang bisa bergerak.
"Ayo, Uno. Duduk disana!" perintah Shinichi sambil menunjuk sebuah bangku tempat Kungkang biasanya tidur.
Rasanya Alessandro ingin mencekik leher Shinichi karena kesal. Tapi memang Shinichi sering unpredictable pola pikirnya membuat Alessandro harus bersabar.
"Screw you Park!" umpat Alessandro yang dibalas kedipan sebelah mata dan tangan berbentuk hati oleh Shinichi.
Kungkang satu ini memang Yaaaa...
Tak lama seekor Kungkang mendatangi Alessandro yang duduk disana dan pria itu hanya diam sampai binatang paling lambat dan malas di dunia itu dekat dengan dirinya.
"Okeeee! Say cheese!"
Alessandro memberikan jari tengah ke Shinichi.
Kungkang aka Sloth
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️