
Sutton, Kediaman Elane dan Hasanah
Hasanah keluar dari kamar usai melaksanakan ibadah malam dan melihat Elane tampak melamun menatap luar jendela rumahnya. Nenek gadis itu pun menghampiri cucunya.
"Ada apa Elane? Kenapa kamu tampak gelisah?" tanya Hasanah.
"Nenek..." Wajah cantik Elane tampak murung.
"Bisa kamu ceritakan pada nenek?"
Elane menolehkan wajahnya ke jendela yang menunjukkan kesibukan area Sutton di subuh pagi ini.
"Apakah soal Eagle?" tebak Hasanah.
Elane mengangguk.
"Dia mengajak kamu berkencan?"
Elane menggelengkan kepalanya.
"Dia tidak mau mengajak kamu berkencan? Why?"
Elane tersenyum. "Bukan Nek, Eagle ingin hubungan kami lebih dekat tapi ... Masyaallah, baru kali ini aku bertemu dengan seorang pria yang casing bule tapi attitude nya sangatlah sopan."
"Sopan bagaimana Elane?" tanya Hasanah yang juga tahu bagaimana sikap Eagle kepadanya karena beberapa kali bertemu untuk mengambil pastry yang banyak dan mobil Elane tidak cukup.
"Nek, jika Eagle hendak ber ta'aruf bagaimana?" Elane menatap Hasanah.
"Serius? Eagle bilang begitu?"
Elane mengangguk. "Katanya mulai sekarang, dia tidak akan menemui aku dan akan dimediasi oleh ibunya atau kakak perempuannya..."
Hasanah terharu mendengar ucapan Elane. "Masyaallah, Elane. Kita tahu kan siapa Eagle McCloud dan nenek tidak menyangka jika pria itu memiliki pemikiran seperti itu. Berarti dia sangat menghormati kamu Elane."
"Eagle bilang dia sangat menghormati mommynya dan kakak perempuannya jadi dia tidak mau ..." Elane memegang dadanya yang terasa sesak. "Apakah dia memang jodohku Nek?"
"Apakah kamu sudah melakukan doa sepertiga malam?" Hasanah memegang tangan cucunya.
Elane mengangguk.
"Dan?"
Elane hanya menunduk. Rambut hitam tebalnya menutup sebagian wajahnya. "Aku melihat... Eagle."
"Tapi kamu masih ingin meyakinkan dirimu bukan? Wajar akan hal itu, Elane. Jika Allah sudah memberikan petunjuk, jangan pernah meragukanNya."
Elane menatap Hasanah. "Aku tidak meragukan tapi hati aku harus dimantapkan terlebih dahulu bukan Nek?"
__ADS_1
"Kamu benar. Tapi nenek yakin, kamu akan mendapatkan pemantapan hati." Hasanah memeluk cucu cantiknya.
***
Rumah keluarga McCloud Siang Harinya
"Jadi? Mommy dan mbak mu datang ke London gitu?" tanya Aruna bersama dengan Nadira di panggilan video bersama dengan Eagle.
"Iya. Aku tahu ini seperti ta'aruf terlambat tapi aku ingin kalian sendiri yang menilai Elane. Yang tahu aku bagaimana kan kalian berdua selain Daddy" pinta Eagle.
"Dira, kamu gimana?" tanya Aruna ke putrinya yang sedang memangku Biana.
"Aku sih tidak masalah terbang ke London selama seminggu ini. Kebetulan kan masih libur tengah semester jadi aku dan Bia kesana bareng denganmu Mom. Mas Pedro sedang ada kasus soalnya" jawab Nadira yang juga seorang dosen di Maryland University.
"Daddymu juga sepertinya tidak apa ditinggal sebentar ke London. Kan ada Joey, Rama, Abi, Benji dan Pandu di New York." Aruna menatap Eagle lagi. "E, mommy suka dengan cara kamu seperti ini. Namanya kamu menghormati Elane."
"Terimakasih mom."
"Kita berangkat saja nanti malam, Dira, biar sampai London pagi."
"Iya, apalagi butuh waktu delapan jam sampai London. Aku rundingan dulu dengan mas Pedro."
"Mommy juga rundingan dengan Daddymu tapi yakin lah bakalan kasih ijin. Kan demi anak mantu" senyum Aruna.
***
London Tiga Hari Kemudian
Elane melongo melihat Aruna datang bersama wanita cantik yang diyakininya adalah Nadira, kakak perempuan Eagle.
"Assalamualaikum" salam Aruna membuat Elane menghampiri istri Rajendra McCloud itu.
"Wa'alaikum salam. Selamat datang, Tante Aruna" sapa Elane sambil mencium punggung tangan Aruna.
Aruna langsung memeluk gadis cantik itu. "Kenalkan ini Nadira, kakaknya Eagle dan batita cantik ini Biana."
"Ternyata kamu cantik aslinya dibandingkan foto yang diberikan mommy" senyum Nadira. "Halo aku Nadira" ucap dosen cantik itu sambil memeluk Elane hangat. "Bia, ayo Salim dulu sama Tante Elane. Lihat mirip Oma kan pakai hijab. Cantik lagi."
Biana tampak malu-malu melihat Elane, khas anak kecil yang baru bertemu dengan orang asing. Kepala Biana diletakkan di ceruk leher ibunya dan mata coklatnya menatap meneliti wajah Elane.
"Masih malu ya Bia? Nggak papa, nanti habis makan cake, Bia tidak akan malu lagi" goda Elane sambil mengelus pipi gembul Biana.
"Lho Elane, ada tamu kok nggak diajak masuk?" tegur Hasanah. "Mari masuk, saya Hasanah, nenek Elane."
Aruna mencium punggung tangan Hasanah. "Saya Aruna, ibunya Eagle dan ini kakaknya Nadira." Nadira pun melakukan hal yang sama dengan ibunya ke Hasanah.
"Ya ampun, saya tidak menyangka keluarga Sultan akan kemari" kekeh Hasanah. "Mari masuk, kita mengobrol saja di dalam."
__ADS_1
***
Biana tampak sumringah melihat berbagai macam pastry lucu-lucu disediakan oleh Elane membuat batita cantik itu heboh.
"Mommy... Bia mau" ucap Biana.
"Bia mau yang mana?" tanya Nadira.
"Yang bunny."
Nadira pun memberikan cake berbentuk kelinci itu di hadapan Biana yang mulai menyendok cakenya setelah ibunya memakaikan celemek di dadanya agar bajunya tidak kotor.
"Elane..." panggil Aruna.
"Iya Tante."
"Kamu tahu kan maksud kedatangan Tante dan Nadira kemari?" tanya Aruna lembut.
"Iya Tante. Eagle sudah bilang pada saya."
"Sejujurnya nyonya Aruna, saya sangat salut dengan putra anda. Berpikiran dewasa dan santun..." potong Hasanah.
"Iya Bu Hasanah. Eagle memang bukan anak yang suka tebar pesona meskipun bisa. Sejak kecil, anak itu memang sangat cool. Banyak teman-teman perempuannya dari jaman dia sekolah SD hingga kuliah yang mengejarnya tapi Eagle tetap menjadi kulkas." Aruna menatap kedua wanita beda usia di hadapannya.
"Eagle pernah berpacaran dengan seorang jaksa penuntut umum yang sekarang tinggal di New York waktu SMA. Namanya Marisol Braga tapi keduanya sama-sama memiliki ego yang tinggi, akhirnya hubungan mereka pun berakhir" ucap Nadira.
"Apakah Eagle masih berhubungan dengan Marisol?" tanya Hasanah.
"No, karena sekarang sedang dekat dengan sepupu kami, Nelson Blair, yang seorang pengacara. Eagle dan Marisol putus baik-baik karena tahu hubungan mereka tidak akan berhasil karena selain berbeda keyakinan, passion bekerja mereka berbeda." Nadira tersenyum ke Hasanah.
"Tidak perlu dipikirkan siapa pacar Eagle karena setelah putus dari Marisol, dia sendiri dan lebih suka mencurahkan semua energinya di RR's Meal London" tambah Aruna.
"So, apalagi yang ingin kamu ketahui dari Eagle?" tanya Nadira.
"Maaf saya menanyakan tapi apakah Eagle serius?" Elane menatap Aruna dan Nadira dengan ragu-ragu.
"Apa yang kamu takutkan?" tanya Aruna tanpa basa basi.
"Perbedaan strata sosial."
Aruna dan Nadira saling berpandangan.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️