
RR's Meal West End London
Eagle dan sous chef, demi chef dan head chef memperhatikan cara Elane membuat pastry. Wajah gadis itu tampak serius dengan menakar semua bahan - bahannya. Setelahnya, Elane mulai meraciknya.
"Kamu buat apa Elane?" tanya Eagle penasaran.
"İrmik Helvası (Semolina Halva). Hidangan penutyn khas Turki yang dimakan dengan es krim vanilla plus leleran saus coklat" jawab Elane.
Eagle menoleh ke anak buahnya. "Pada saat tema kita masakan Turki, ada kita buat itu?"
"No chef. Kita membuat baklava, Turkish delight dan cezerye" jawab demi chefnya.
"Oh I see." Eagle kembali memperhatikan Elane yang dibantu oleh anak buahnya. Satu jam kemudian, hidangan dengan ice cream vanilla itu pun siap.
"Maaf agak berantakan tapi memang begini modelnya" senyum Elane sambil melepaskan apronnya. Eagle melirik kearah anak buahnya yang berjenis kelamin laki-laki kecuali Eric, yang terpesona dengan senyuman Elane.
What the hell? "EHEM!" tegur Eagle ke anak buahnya membuat mereka langsung mengalihkan pandangannya dari Elane.
"Silahkan Mr McCloud" ucap Elane sambil memberikan sepiring Irmik Helvasi kepada Eagle.
İrmik Helvası (Semolina Halva)
Eagle pun menyendok makanan asal Turki itu dan merasakan berbagai macam rasa menjadi sensasi di dalam mulutnya. "Ya ampun, ini enak sekali. Kalian, coba cicipi yang sudah dibuat Miss Moon."
Semua anak buah Eagle pun menyendok makanan itu dan memberikan jempol. Eagle tahu semua anak buahnya orang paling kritis soal makanan dan rasa bahkan saat dirinya membuat resep baru, mereka yang menilai. Jika tidak enak mereka pun mengkritik Eagle dan boss mereka pun menerima dengan tangan terbuka.
"Fix miss Moon. Anda diterima sebagai partner RR's Meal di bidang pastry. Bukan hanya rasanya yang pas di lidah para kritikus ini tapi juga pengetahuan anda di dunia pastry, cocok jika kami mengadakan event tema negara mana. Dengan pengetahuan anda, kami bisa mendapatkan ilmu pastry dari berbagai belahan dunia." Eagle mengatupkan kedua tangannya alih-alih bersalaman dengan Elane karena dia menghormati gadis itu.
"Terimakasih Mr McCloud" senyum Elane bahagia.
"Mari ke kantor saya untuk tanda tangan kontrak."
***
__ADS_1
Waktu terus berjalan dan tidak terasa sudah tiga bulan Eagle dan Elane saling bekerjasama dalam bidang kuliner. Selama itu pun Eagle dan Elane tetap saling profesional meskipun pria itu selalu merasa berdebar setiap bertemu dengannya untuk membahas pastry yang akan disajikan sesuai tema yang berlaku.
Eagle sendiri sudah bertemu dengan nenek Hasanah, nenek Elane saat dirinya bersama Eric datang untuk mengambil pesanan pastry yang banyak dan mobil Elane tidak cukup.
Nenek Hasanah pun diam - diam berdoa agar cucunya diberikan jodoh Eagle karena wanita lanjut usia itu salut dengan pria bule yang ternyata pengetahuan agamanya cukup luas dan seiman dengan dirinya serta Elane.
***
Sakura sendiri selama tiga bulan ini memilih untuk memutuskan semua kontak dengan Raffa Moretti. Dirinya masih kesal dengan pria itu dan terakhir saat Raffa berusaha menemuinya, Sakura dengan terang-terangan mengatakan sudah memilih Alessandro.
Raffa pun tampak kesal dengan ucapan Sakura dan hampir saja mereka terjadi adu mulut kalau saja pengawal Eagle yang dikirim mengawal Sakura, tidak melerai keduanya karena sudah pasti gadis itu akan menghajar Raffa.
Pria itu pun akhirnya memilih pergi ke Italia usai lulus kuliahnya dan hendak melakukan perhitungan dengan kakaknya yang sedang menjalani tahanan kota.
Alessandro akhirnya menghadiri sidang penganiayaan yang dilakukan olehnya ke sepupunya, Thomas. Oleh hakim, Alessandro dihukum tahanan kota selama dua bulan dengan pengawasan Steven Hamilton sedangkan Thomas Moretti dan kedua orangtuanya juga tidak luput dari hukuman menjual hasil karya cipta perusahaan hingga harus mendapatkan hukuman kerja sosial selama enam bulan dan dikeluarkan dari rumah mode Morr Italia.
Bagi hukum Italia, pembajakan, menjual karya cipta yang dipatenkan adalah kejahatan serius karena itu adalah pelanggaran kreatifitas yang tidak bisa dinilai dengan uang. Alessandro sendiri tidak masalah dirinya menjalani tahanan kota karena dia bisa fokus dengan rumah mode yang di Milan setelah amburadul akibat desain miliknya dijualbelikan.
***
"BUUGGHHH***!"
Alessandro terhuyung saat Raffa masuk ke ruang kerja kakaknya dan langsung meninju nya. Raffa berusaha menyerang lagi tapi Alessandro sudah siap dan membalas dengan memberikan tinju ke Raffa.
Raffa pun jatuh terduduk setelah menabrak kursi dan matanya menatap tajam ke arah Alessandro dan aura kebencian muncul disana.
"Kamu kenapa! Datang - datang bukannya salam atau menyapa baik-baik, malah main jotos! Kamu salah makan obat?" bentak Alessandro emosi. Hari ini adalah hari terakhirnya menjalani tahanan kota dan besok dia akan terbang ke London untuk menemui Sakura. Selama menjalani hukuman, Sakura dan dirinya semakin dekat bahkan pria itu melihat gadisnya memainkan piano di rumah saat pulang kuliah.
Garvita, Gabriel dan Eagle tahu bagaimana dekatnya Sakura dengan pria Italia itu bahkan Alessandro pun berusaha mendekati para sepupu Sakura dengan melakukan panggilan video untuk bisa saling mengobrol dengan tiga sepupu Sakura disana.
Terlepas dari kelakuan Alessandro yang membuat semua sepupu Sakura kesal, tapi melihat bagaimana pria itu dengan tulus berusaha dekat dengan keluarga gadis itu, tiga sepupu Sakura yang berada di London bisa menerima pemilik rumah mode Morr.
"Dasar perebut Sakura! Dia sama sekali tidak mau dengan ku!"
"Apa maksudmu perebut Sakura?" tanya Alessandro. Memang keduanya belum ada kata jadian tapi baik Sakura maupun Alessandro seperti sudah sepakat hati mereka saling memiliki.
__ADS_1
"Dia menolakku! Menolakku! Dia lebih memilih kamu!! MEMILIH KAMU!!!" Raung Raffa. "Aku duluan yang melihat Sakura! Aku duluan yang jatuh cinta padanya! Tapi kenapa dia memilih kamu!"
Alessandro menghela nafas panjang. "Yang namanya perasaan tidak bisa dipaksakan, Raffa. Yang punya perasaan Sakura, yang berhak memilih Sakura. Kamu tidak bisa menyalahkan Sakura kalau dia memilih aku!"
"Tapi kenapa harus kamu, Ale! Kenapa harus kamu!" Raffa mengusap rambutnya kasar.
"Berarti Sakura bukan jodohmu Raffa. Jodohmu masih belum hadir" ucap Alessandro tenang.
Raffa menatap tajam ke kakaknya. "Brengsek kau Ale! Fu*** you!"
"Makilah aku sesukamu jika memang membuat kamu lega..." Suara dering ponsel Alessandro terdengar membuat pria itu berjalan menuju meja kerjanya. Wajahnya melembut saat melihat siapa yang menelponnya.
"Tulip... Ada ap... Tunggu ... Tunggu. Aku tidak bisa mengerti ucapanmu... " Wajah Alessandro tampak panik. "Kapan?"
Raffa menatap wajah Alessandro yang tampak sendu.
"Aku berangkat besok Tulip. Jangan khawatir, aku selesai menjalani hukuman hari ini jadi besok aku sudah bebas keluar negeri. Kamu berangkat saja dulu. Aku akan menyusul mu bersama Oom Steven." Alessandro mematikan panggilannya.
"Ada apa Ale?"
"Opa Sakura meninggal."
"Ashley Sky?"
"Bukan. Takeshi Takara. Yakuza itu."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1