
Ruang Kerja Takeshi Takara dan Luke Bianchi, kediaman keluarga Takara
Fayza menatap tajam ke arah putrinya yang hanya duduk sambil menunduk. Semua keluarga besar kecuali Garvita, Gabriel dan Eagle, akhirnya tahu kalau Sakura berpacaran dengan Alessandro Moretti yang notabene pernah ada story dengan Dante Mancini.
Ashley hanya duduk di kursi kebesaran Takeshi dan Luke sambil menatap putri bungsunya yang keluar aura marahnya.
"Sudah berapa lama?" tanya Fayza dingin.
"Apanya...mommy" bisik Sakura takut. Di rumah, tidak ada yang bisa melawan Fayza kalau sedang marah. Mommy nya yang cantik berambut pirang itu memang dikenal ramai dan receh tapi jika sudah ngamuk, jangan ditanya dampaknya.
"Kamu sama si manusia spidol?"
Ashley tersenyum smirk mendengar panggilan yang dibuat cucunya hingga menular ke ibunya.
"Enam...bulan..."
"Sudah ngapain saja?"
Sakura menatap mata biru ibunya yang tampak semakin biru kalau sedang marah. "Makan siang, ngobrol..."
"No kissing?" pendelik Fayza karena tahu dirinya pernah muda dan berpacaran dengan Almarhum Pramana seperti apa meskipun endingnya dia menikah dengan Hideo.
Sakura menunduk dengan wajah memerah.
Fayza menghela nafas panjang. "Hanya kissing?"
"Hanya kissing mommy. Tidak lebih!" Meskipun efeknya di manusia spidol malah ada yang menonjol di tengah-tengah.
"Mommy pegang omonganmu! Kalau sampai ada macam-macam, mommy sunat punya si manusia spidol!" ancam Fayza galak.
Ashley tertawa kecil mendengar ancaman putri bungsunya. "Fay, kamu dan Alessandro kalah power lah, gimana mau sunatin tuh anak?!"
"Kalau perlu aku tembak bius dulu lah, macam kucing mau dioperasi!" jawab Fayza judes. "Dad! Bagaimana ini?"
"Fay, aku yakin Alessandro disana pun juga habis sama Shinichi dan Hideo. Bolehkah kalau Daddy bilang Hideo kena karmanya?" kekeh Ashley.
"Dad..." Wajah Fayza memerah. "Jangan lah bilang begitu..."
"Lho memang iya. Dulu Daddy disidang sama Opa dan Omamu, lalu Daddy melakukan hal yang sama dengan Hideo. Dan sekarang Hideo sendiri yang kena" gelak Ashley. "Keturunan keluarga Arata dan Neville itu memang parah kacaunya."
Ashley berjalan sedikit tertatih dan dibantu Fayza untuk duduk dekat dengan putri serta cucunya. "Sakura, apa kamu yakin Alessandro akan menjadi suami yang baik buat kamu?"
"Opa, aku belum mau menikah muda. Aku baru 20 mau 21, Morotin Uno baru 25. Kami masih muda dan aku ingin menikmati masa mudaku dulu. Aku masih ingin manggung di Tokyo Dome atau Broadway..."
"Sakura, pertanyaan Opa bukan kamu mau nikah muda macam Jules atau tidak. Apa kamu yakin dengan pilihan kamu? Apa Alessandro bisa menjadi imam yang baik?" Ashley menatap lembut ke cucu perempuannya.
"Insyaallah Opa. Sakura merasa dia pantas menjadi imam aku" jawab Sakura dengan tegas.
__ADS_1
"Well, kalau si manusia spidol itu serius dengan Sakura, seperti yang Opa Javier lakukan ke Hideo... " Ashley menatap Fayza dan Sakura.
"Aku yakin, di markas Takara, pasti habis dia sama Hideo dan Ichi" kekeh Fayza licik.
***
Markas Yakuza Takara
"Sunat? Pindah?" tanya Alessandro ke keempat orang di hadapannya.
"Itu syarat untuk bersama Sakura. Soal hidayah, akan datang sambil jalan" jawab Luca tenang. "Contoh manusia ini!" tunjuknya ke Hideo yang meliriknya tajam.
"Heh, Uno! Dengar ya, aku tidak setuju kalau kamu jadi ipar aku!" ucap Shinichi.
"Sorry, Park. Adikmu sudah memilih aku" senyum Alessandro penuh kemenangan.
Luke langsung menahan Shinichi yang hendak maju menghajar Alessandro.
"Satu tahun!"
Semua orang menoleh ke arah Hideo.
"Apanya yang satu tahun appa?" tanya Shinichi bingung.
"Kamu tidak boleh bertemu dengan Sakura satu tahun. Sama sekali! Dan saya harap, pada saat itu sudah ada jawaban apakah memang kamu pantas dengan Sakura atau tidak!" Hideo menatap Alessandro yang tercengang dengan keputusan pria berwajah dingin itu.
"Anda tidak bisa..."
Luca dan Luke saling berpandangan. Ini lebih sadis dari kita ke Dante!
"Tapi ..."
"Saya tarik Sakura dari London detik ini juga jika kamu tidak mau menerima persyaratan dari saya!" ucap Hideo final.
Alessandro mengusap kepalanya kasar. Dirinya memang tidak memiliki hak untuk Sakura dan Hideo adalah ayahnya.
"Baik Signor Park. Tapi ijinkan saya untuk bertemu dengan Sakura sebelum saya kembali ke Milan?" pinta Alessandro.
Hideo menoleh ke arah Shinichi yang memberikan kode oke.
"Hanya lima belas menit kalian boleh bertemu. Setelahnya kamu kembali ke Milan!"
***
Kediaman keluarga Takara
Semua orang disana terkejut melihat Alessandro datang bersama dengan Hideo, Shinichi, Luca dan Luke. Alessandro dengan tulus mengucapkan belasungkawa kepada Fumiko dan Emi serta Shiki, asisten setia Takeshi.
__ADS_1
Terlepas dari rasa terkejut mereka, tapi melihat bagaimana Alessandro bersikap santun kepada semua tetua dan generasi kelima serta para sepupu Sakura, membuat penilaian mereka kepada pria bertatto itu agak bergeser lebih baik sedikit.
Sakura yang keluar dari ruang kerja Opanya bersama dengan Fayza dan Ashley, terkejut melihat pria itu mengobrol santai dengan para opa dan Omanya. Wajah Alessandro tampak senang saat melihat Sakura dan semua merasa cinta diantara keduanya.
"Lima belas menit Alessandro!" ucap Hideo dingin membuat semua orang menoleh ke arah pria keturunan Jepang dan Korea.
"Apanya yang lima belas menit?" tanya Hoshi bingung.
"Alessandro hanya boleh bertemu dengan Sakura selama lima belas menit dan setelahnya harus kembali ke Milan!"
"Why?" tanya Bima sambil menatap Hideo lalu ke semua sepupunya yang datang.
"Karena setelah ini, Alessandro tidak boleh menemui Sakura sampai bisa membuktikan pantas menjadi imam putriku!" jawab Hideo tegas dan dingin. Fayza tersenyum smirk mendengar jawaban suaminya.
"Appa!" protes Sakura.
"Kamu masih jadi putri Appa jadi masih di bawah tanggung jawab Appa! Paham Sakura?" Hideo menatap tajam ke putrinya.
"Tulip... it's okay" senyum Alessandro.
Sakura menghentakkan kakinya pertanda dia kesal lalu menarik tangan Alessandro menuju halaman belakang rumah khas bangsawan Jepang itu.
"Lima belas menit Sakura!" teriak Hideo.
***
"Apa-apaan sih Appa itu! Main pisahin setahun! Maksudnya apa coba!" omel Sakura sambil mondar mandir di taman tempat dirinya dan Takeshi dulu sering minum teh sambil mengobrol.
"Ayahmu tidak salah Tulip. Dia ingin menguji aku pantas untukmu atau tidak dan bagiku itu wajar..."
"Tapi ini setahun, manusia spidol! Setahun!" Sakura menatap Alessandro dengan wajah kesal.
Alessandro lalu merengkuh tubuh Sakura. "Setahun itu cepat, lagipula kita masih bisa berkomunikasi dengan ponsel. Yang tidak diijinkan itu bertemu seperti ini tapi kita masih bisa saling bertemu lewat FaceTime."
"Kamu tidak apa-apa dengan persyaratan yang diberikan appa?" tanya Sakura.
"Tidak apa-apa. Aku tahu maksudnya Signor Park baik agar aku bisa mempersiapkan diri menjadi imam yang pantas untuk kamu. Aku ada waktu belajar Sakura. So, jangan marah-marah pada appamu...."
"Kenapa kamu tenang seperti ini sih?"
Alessandro mencium kening Sakura. "Karena, jika aku memiliki anak perempuan bersamamu, aku pun akan melakukan hal yang sama!"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️