Between Two Brothers

Between Two Brothers
Alessandro ke Tokyo


__ADS_3

Kediaman Keluarga McCloud London


"Raveena keluar dari FBI?" seru Eagle dan Garvita.


"Mungkin Raveena memilih bersama dengan Alexis jadi dia harus mengorbankan salah satu" celetuk Gabriel. "Terkadang kita tidak bisa mendapatkan semuanya."


Ketiga orang di meja makan menoleh ke arah Gabriel.


"Bijaknya pacarnya Garvita" senyum Sakura. "Tapi memang kan ada wacana jika Raveena bisa keliling berbagai negara kalau tetap di FBI. Lalu kapan nikah dengan bang Alexis?"


"Iya sih..." gumam Eagle. "Bagaimana kabar manusia spidol?"


"Dia mau buang orang ke Jepang."


"Haaaaahhh? Buang siapa?" seru ketiganya.


"Ingat kasus pencurian desain oleh sepupu Morotin? Ternyata kedua orangtuanya Thomas Moretti masih meminta kompensasi ke Uno. Tentu saja Uno sebal jadi minta saran dari Tante Freya tempat paling horor di Jepang."


"Astagaaa! Sakura, kenapa si Uno jadi satu server dengan kamu sih?" kekeh Garvita.


"Yeeee bukan sama aku tapi ke bang Michel. Kan Tante Freya sempat ngerjain paman dan bibinya bang Michel yang mau mengambil alih perusahaan anggur de Luca waktu mbak Gem operasi mata. Pada dibawa ke Aokigahara seminggu."


Eagle, Garvita dan Gabriel terbahak. "Hukuman anti mainstream ala Tante Freya memang tidak ada duanya." ( Baca Gemini dan Gemintang Love Stories chapter Hukuman Freya ).


"Aku tidak kebayang si Uno dengan cueknya mengirimkan mereka ke Fureai Sekibutsu no Sato Kawasan Osawano. Bayangkan itu lokasi ada 800 patung batu yang menatap kamu sedemikian horornya. Dan kata Uno, bang Lukie sudah menemukan sebuah rumah untuk dihuni ketiga anggota keluarganya dekat area situ. Apa nggak horor?" ucap Sakura semangat.


"Bang Luke dibawa-bawa juga?" tanya Garvita. "Duh benar-benar deh pacar kamu Sakura. Semakin satu server dengan keluarga kita!"


"Tak heran kalau Sakura memilih Alessandro, bisa berbaur dengan kita" senyum Eagle.


"Sakura, kamu nanti nebeng kita lagi?" tanya Garvita.


"Iya lah. Kalian kan santai, aku juga santai tinggal menyelesaikan aransemen saja."


"Kita tunggu saja Sayang. Kan dekat kampus Sakura ada cafe bistro. Kamu janjian jam berapa dengan pihak administrasi kampus?" tanya Gabriel ke Garvita.


"Jam sembilan. Sakura jam berapa di kampus?" Garvita menatap sepupunya.


"Aku sih janjian jam delapan."


"Ini sudah setengah delapan. Sudah, kalian berangkat deh daripada terlambat." Eagle mengusir adik-adiknya.


***


Milan Italia


Alessandro menatap puas ke ketiga orang yang terbius dan duduk di dalam pesawat yang akan membawa mereka terbang ke Jepang. Luke Bianchi sudah mengabari kalau sudah menemukan rumah layak huni dekat dengan lokasi yang diminta Alessandro.

__ADS_1


Pria berwajah dingin itu memutuskan untuk ikut terbang ke Tokyo untuk bisa melihat sendiri lokasinya yang memang menyeramkan di berbagai foto yang beredar di internet.


Alessandro pun langsung menelpon Sakura untuk berpamitan pergi karena merubah rencana sebelumnya.


"Apa Uno? Aku sedang menunggu dosen pembimbing aku. Kamu dimana?" tanya Sakura begitu deringan ketiga terdengar.


"Kamu di kampus Tulip?"


"Iya, ini hanya untuk menyelesaikan aransemen terakhir habis itu aku maju sidang skripsi. Kamu di pesawat?" selidik Sakura.


"Iya. Ada perubahan rencana, Cherie. Aku ikut terbang ke Tokyo."


"Appaaaaaa? Kamu terbang ke Tokyo?"


"Aku penasaran Tulip dengan lokasinya jadi ingin melihat sendiri seperti apa seramnya."


"Lalu ketiga orang anggota keluarga kamu?"


"Kami bius 36 jam. Dan ini sudah empat jam terbius" jawab Alessandro santai.


"Oh astagaaa!"


"Nanti aku ceritakan Tulip, bagaimana disana."


"Nggak usah! Bikin horor saja!" tolak Sakura judes.


"Miss you too manusia spidol..."


"Semoga bimbingan skripsi mu lancar Tulip. Habis itu kamu mau kemana?"


"Nanti dijemput Garvita dan Gabriel, lalu kami mau jalan-jalan. Garvita kan tinggal nunggu sidang jadi santai."


"Aku tampaknya tidak diundang ke pernikahan anggota keluarga kamu dulu ya?" ucap Alessandro sendu.


"Tampaknya kamu tidak bakalan dapat undangan setahun ini. Sabar ya Ale..."


Alessandro tersenyum. "Aku suka jika kamu memanggil nama depanku..."


"Ya sudah aku ganti manusia corat-coret..." kekeh Sakura.


"Sakuraaaaa... " rengek Alessandro manja.


Jorge dan para anak buahnya yang ikut ke Tokyo hanya tertegun mendengar bagaimana ketua mafia Moretti itu bisa bucin dengan anak gadis mantan ketua mafia Korea Selatan Silver Shinning.


Si boss kalah dengan nona Sakura yang bar-bar.


***

__ADS_1


Narita Airport Jepang


Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 jam, akhirnya pesawat yang disewa oleh Alessandro pun tiba di bandara Narita. Tampak Luke sudah siap disana bersama dengan anak buahnya dan empat mobil untuk membawa rombongan Alessandro.


"Seriously! Kalau aku tidak ingat Sakura, aku maals membantu kamu, Moretti!" sungut Luke manyun.


"Oh Luke, kita akan menjadi ipar. Jadi janganlah cemberut" goda Alessandro sambil merangkul Luke Bianchi yang lebih pendek darinya yang bertinggi 190 cm.


"Brengseeekkk kau Moretti! Mau buang orang saja harus ke daerah jajahan aku!" Luke dan Alessandro masuk ke dalam mobil Range Rover milik Luke sedangkan tiga mobil lain yang berbentuk Van membawa tiga orang yang masih pingsan.


Asisten Luke, Hidetoshi dan istrinya dokter Yuri berkerja sama dengan Jorge memantau kondisi fisik ketiga orang anggota keluarga Moretti yang hendak dibuang. Hidetoshi dan Jorge hanya bisa saling berpandangan tidak habis pikir dengan pola pikir para boss mereka masing-masing.


***


Di Dalam Mobil Luke Bianchi


"Jadi alasan kamu membuang mereka agar tangan kamu tidak berlumuran darah?" kekeh Luke.


"Gampang sih tinggal membuat mereka menghilang tanpa jejak tapi kok mudah sekali. Aku hanya ingin memberikan pelajaran bahwa jika kamu sudah melakukan kesalahan, ya harus bisa menerima konsekuensinya apalagi menjual desain millkku ke kompetitor" jawab Alessandro.


"Benar-benar kamu dan tante Freya satu server."


"Sebenarnya aku berkaca dari kasus Michel kemarin. Jika keluarga Michel hanya seminggu, kali ini akan selamanya. Aku tidak masalah mereka akan kabur ke Tokyo karena kedua orangtuaku disini dan sudah pasti ketiga orang itu juga akan ditolak oleh mereka."


"Ah iya, Oom Benigno dan Tante Marjorie sekarang terkenal dengan restauran Morettinya. Saingannya RR's Meal " kekeh Luke.


"Tapi RR's kan memiliki ciri khas tersendiri Luke."


"Iya benar. Makanya Oom Jendra dan Eagle selalu membuat terobosan baru agar pelanggan tidak merasa bosan. Aku tidak terlalu paham culinary tapi okāsan dan Tante Fayza terkadang ikut memeriksa restauran kami itu."


"Bagaimana kabar calon mertuaku?" seringai Alessandro.


"Apakah kamu hendak menemui mereka?"!


"Tentu tidak, karena mereka juga pasti tidak mau bertemu denganku."


Luke menatap judes ke arah Alessandro. "Dekati mereka! Masalah kamu dihajar atau ditolak, urusan belakangan! Lihat itu Dante, dihajar bolak balik masih tetap berani mengahadap Daddy dan Okāsan. Mumpung kamu di Tokyo, pedekate lah dengan calon mertua kamu kalau kamu mau ambil anak gadisnya!"


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2