Between Two Brothers

Between Two Brothers
Menonton Konser


__ADS_3

Kediaman Keluarga McCloud, Kamar Sakura.


"Tulip, ayo panggil nama depan aku lagi" rayu Alessandro.


"Apaan sih Moretti Uno! Tadi itu keceplosan!" balas Sakura judes.


"Ayolah Tulip, biar aku mimpi indah..." pinta Alessandro.


"Seriously, manusia spidol! Kamu itu muka serem, body penuh dengan coretan, tapi kok macam kucing garong sih!" sungut Sakura sebal.


Tiba-tiba panggilan Alessandro berubah menjadi panggilan video membuat Sakura gelagapan karena dirinya sudah memakai gaun tidur. Buru-buru gadis itu mengambil pashmina dan menutupi tubuhnya lalu menggeser tombol video.


"Lama amat Tulip! Memang kamu tadi ngapain?" protes Alessandro yang dengan cueknya menelpon tanpa mengenakan baju membuat wajah Sakura memerah.


"Eh Morotin! Pakai baju dulu kenapa?" hardik Sakura sebal.



Bang,pakai baju dulu lah!


"Lho memang kenapa?" tanya Alessandro cuek.


Sakura lalu mengganti panggilan menjadi panggilan biasa tapi direject Alessandro.


"Tulip!" kekeh Alessandro. "Kamu itu kenapa sih?"


"Dasar meshum! Untung kamu jauh! Kalau dekat, sudah aku hajar kamu!" omel Sakura.


"Tapi kamu mungil, Tulip. Pasti kamu akan kalah dan aku tidak akan sungkan mencium panas dirimu..." ucap Alessandro mesra.


"Oh astagaaa! Sudah aku mau tidur!" Sakura mematikan panggilannya dan langsung membuat ponselnya off agar tidak dihubungi oleh pria Italia itu.


***


Sementara itu di Apartemen Alessandro kota Milan Italia


Alessandro menatap ponselnya yang sudah off dan berubah menjadi wallpaper foto Sakura. "Lha? Beneran dimatikan? Astagaaa gadis satu itu!" Alessandro mencoba menelpon Sakura tapi hanya ada suara operator yang mengatakan ponsel gadis itu offline.


"Dasar Sakura!" kekeh Alessandro. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan tampak wajah pria itu berubah menjadi dingin. "Ya? ... Suruh dia disana. Biar aku habisi!"


Alessandro mematikan ponselnya dan berjalan menuju walk in closet untuk berpakaian. Setelahnya pria itu keluar dengan setelan jas hitam dan kemeja putih. Wajahnya berubah menjadi dingin, berbanding terbalik pada saat dirinya menelpon Sakura.


Di luar pintu apartemen, sudah berkumpul empat anak buahnya. "Boss!"


"Malam - malam ada yang minta dihajar!" umpat Alessandro sambil menyalakan rokoknya. "Tempat pembuangan sudah disiapkan?"


"Sudah boss."

__ADS_1


"Good. Aku ingin sebelum jam tiga subuh semuanya sudah selesai karena aku harus tidur barang dua - empat jam. Ada yang harus aku selesaikan besok!" Alessandro pun masuk ke dalam mobil Mercedez GLE yang sudah disiapkan.


"Kami bisa menyelesaikan sebelum pukul tiga subuh, boss."


"Aku pegang kata-kata mu" ucap Alessandro dingin.


***


Kediaman Keluarga McCloud London


Sakura dan Eagle menikmati acara sarapan mereka dengan santai. Suara pesan masuk ke ponsel pria bermata biru itu membuat Eagle membukanya.


"Astaghfirullah..." ucap Eagle.


"Kenapa mas?"


"Gabriel berkelahi dengan Wira!" jawab Eagle.


"Wira? Sadawira Yustiono? Anaknya Oom Ega? Kenapa? Itu siapa yang kirim pesan?" cerocos Sakura.


"Yang kirim Garvita dan katanya Jayde dan harus meninju Wira supaya tenang... Astaghfirullah! Jarang bertemu, sekalinya ketemu langsung berkelahi!" gerutu Eagle.


"Wira kan anaknya kulkas gitu dan biasanya tidak pernah mau ikut campur" gumam Sakura.


"Katanya Gabriel salah ngomong dan membuat Wira naik pitam" jawab Eagle sambil menggelengkan kepalanya. "Gabriel... Gabriel. Sudah ketularan kita yang asal njeplak!"


Sakura hanya tersenyum smirk. Dasar panasan semua!


***


"Gab juga ngomong nggak dipikirkan padahal Wira baru patah hati" sungut Garvita sambil melirik judes ke arah kekasihnya yang tampak membiru pipi kirinya kena jotosan Wira.


"Tapi aku tidak salah kan? Cewek kalau sudah berani selingkuh dengan pria lain bahkan hingga hamil, buat apa dipertahankan? Lagian kalau mau enak-enak untuk mencegah tidak enaknya, pakai pengaman lah!" sahut Gabriel sambil mengompres sisi kiri wajahnya dengan bungkusan kacang polong beku.


"Iya kamu tidak salah, yang salah itu adalah kamu mengatakan di depan orang yang sedang mengalami gundah gulana! Kan kita tidak tahu bagaimana perasaan Wira! Elu kok lama-lama makin receh sih Gab!" omel Sakura gemas.


"Aku ketularan kalian?" senyum Gabriel.


"Oh pleeaaassseeee..." ucap Garvita dan Sakura bersamaan dengan wajah malas.


***


Hyde Park London


Sore harinya, Eagle dan Sakura tiba di parkiran Hyde Park yang sudah disulap menjadi arena konser grup band favorit gadis itu. Eagle memarkirkan mini Cooper milik Sakura karena tahu akan penuh dan mini mobil paling pas untuk bisa manuver karena kecil serta Compact.


"Dimana Raffa?" tanya Eagle setelah keduanya keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


"Ini bilangnya sudah di parkiran jalur tiga. Kita kan di jalur lima mas" jawab Sakura sambil membaca pesan dari Raffa.


Tak lama Raffa datang bersama dengan Clarissa dengan pakaian nyaman untuk konser.


"Sudah lama?" tanya Clarissa.


"Nope, ini baru saja sampai" jawab Eagle sambil menggandeng Sakura.


"Yuk kita mulai antri" ajak Clarissa sambil menggandeng Eagle membuat pria itu mendelik.


"Astagaaa! Ini kenapa jadi aku seperti mengasuh dua adik perempuan" gerutu Eagle.


Clarissa terkejut mendengar ucapan Eagle. Adik perempuan?


Raffa hanya berjalan di belakang ketiganya menanti kesempatan untuk bisa berduaan dengan Sakura. Dia tahu Sakura juga dikejar oleh Alessandro tapi sekarang sang kakak tidak ada jadi ada kesempatan untuk dirinya merubah perasaan gadis itu.


Keempatnya pun mengantri masuk ke dalam arena konser dan Sakura tersenyum karena mereka mendapatkan area VIP diamond hingga bisa melihat tanpa harus berdesakan dengan yang menggunakan tiket regular, meskipun harus berdiri.



Eagle melindungi Sakura saat masuk ke dalam venue begitu juga dengan Raffa yang melindungi Clarissa.


"Kamu sudah bawa minum?" tanya Raffa ke Sakura yang digandeng Eagle.


"Sudah" jawab Sakura sedikit berteriak karena riuhnya suara manusia yang ingin menonton Konser.


Raffa melihat tas yang dipakai Sakura adalah tas transparan khusus untuk konser, sama dengan yang dipakai Clarissa. Regulasi penyelenggara konser memang mengharuskan semua orang yang membawa tas harus transparan dan ada ukuran tersendiri untuk mencegah pengunjung membawa barang terlarang.



Raffa melihat ada dua botol minum disana sedangkan di Eagle sendiri memilih memakai tas pinggang untuk meletakkan ponsel, kunci mobil dan dompetnya.


Setelah mendapatkan tempat nyaman, akhirnya mereka menunggu dengan sabar konser itu dimulai.


Sakura berteriak heboh ketika akhirnya band favoritnya muncul Diatas panggung. Eagle dan Raffa tampak tersenyum melihat gadis itu heboh sendiri dan Clarissa pun ikutan heboh.


Raffa sengaja membuat Eagle bergeser ke belakang Clarissa sedangkan dirinya di belakang Sakura. Ketika band nya menyanyikan lagu slow dan penuh kata-kata romantis, Raffa memeluk Sakura dari belakang membuat gadis itu terkejut.


"Muka rata!" hardik Sakura tapi Raffa seolah tidak mendengar dan mengeratkan pelukannya. Sakura sendiri tidak mau terjadi keributan hingga membiarkan saja tapi matanya melirik tajam ke Raffa yang berbisik di sisi telinganya.


"I Love You, Sakura..."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2