
Intercontinental Barclays Hotel Manhattan New York, kamar Garvita dan Sakura
"Jadi nih pada kabur ke gedung latihan di Poughkeepsie?" tanya Sakura sambil berganti pakaian.
"Jadi katanya. Gabriel bilang pasti besok semua bakalan ngantuk..." jawab Garvita yang mengganti pakaiannya dengan kaos hitam dan celana jeans pendek.
"Lagian bang Tomat main kabur ke Paris begitu aacra selesai terus Veena juga kabur ke pondok sama bang Alexis. Otomatis mana mau rugi lah tuh para cowok!" Sakura tampak santai dengan gaun tanpa lengannya dari Polo.
"Mbak Mintang sudah berani ya bawa Raj ikut..." ucap Garvita. Dua cewek dalam satu kamar, apa hal yang paling enak dilakukan? Ghibah plus gosip!
"Lha apa mbak mu sudah oke dengan Raj?" tanya Sakura.
"Mbak Zee dan bang Sean sih tampaknya welcome ke Raj, apalagi beberapa kali ketemu, ditambah mbak Zee kan taruh mata-mata di villa."
"Hazel dan Otto?"
"Yup. Dan mereka juga melihat bagaimana sikap Raj ke mbak Mintang yang tidak pernah macam-macam dan selalu santun. Semacam mbak Mintang itu jangan sampai luka lagi."
"Ya wajar sih, mengingat apa yang menimpa mbak Mintang. Setidaknya aku lihat mbak Mintang tambah gemuk dan cantik. Segar lagi" ucap Sakura.
"Iya, Raj sepertinya good influence ke mbak Mintang." Garvita menatap Sakura. "Bagaimana dengan Kedasih? Sepertinya dia juga ada rasa sama mas Shin. Mengingat dia paling tabah menghadapi kakakmu yang absurd gak jelas begitu."
"Tahu sih Kedasih suka sama mas Shin cuma dia pendam sendiri. Lagian ya Gar, kamu tahu sendiri kan bentukannya kakakku si Kungkang satu itu! Mana paham dia soal cinta-cintaan, yang ada bagaimana manggil Kedasih dengan banyak nama seenaknya!" jawab Sakura.
"Lho kok kalah sama kamu sih?"
"Otaknya mas Shin itu memang beyond. Benar katanya kalau dirinya salah blueprint jadi paling kacau se generasi keenam."
"Sakura, apa kamu nggak ingat siapa Oma buyut kamu?"
Sakura menatap Garvita bingung. "Oma buyut aku? Oma Valora? Tapi dia lebih bar-bar kok..."
"Bukaan, Oma buyut Vivienne."
Sakura tertegun lalu dia mengambil MacBook nya dan mulai mencari folder keluarga besar nya. Dicarinya rekaman Vivienne Neville dan keduanya pun tertawa bagaimana bungsu dari Adinda Pratomo dan Alexander Neville itu sama saja dengan Shinichi kalau ngomong. Asal njeplak.
"Owalaahhh... kok kamu ingat sih Gar?" tanya Sakura.
__ADS_1
"Aku iseng sih pas perjalanan ke New York, buka folder khusus keluarga kita kan? Eh malah geli melihat Oma buyut Vivienne. Jadi kalau kakakmu memang kacau balau, ada tunggalnya." Garvita tersenyum ke Sakura.
"Benar juga yaaa..."
Suara notifikasi pesan masuk ke ponsel masing-masing keduanya. Dan di layar tampak ada pesan dari Leia Bianchi Mancini.
Habis Maghrib, kita makan malam di penthouse Raveena. Girl's night out.
"Wah bakalan nggak mau kalah dengan yang cowok-cowok" kekeh Garvita.
***
Penthouse Raveena, Acara makan malam
Sakura dan Garvita masuk ke dalam penthouse Raveena yang sudah disiapkan untuk acara makan malam lengkap dengan pelayan yang bertugas melayani para wanita - wanita cantik itu. Para anak-anak sudah diserahkan ke para nanny dan pengawal karena ini memang acara dewasa.
Keduanya datang bersamaan dengan Elane dan Kedasih yang sekamar. Kedua calon ipar itu tampak sedikit gugup untuk acara makan malam ini.
"Santai saja, Eonni. Nggak pada gigit kok" kerling Sakura.
"Tapi Sakura, kan tetap saja mbak gugup" jawab Elane.
"Yuk Kedasih. Masuk. Anggap saja ada duplikat nya mas Shinichi" kekeh Garvita.
"Hah? Masa sih?" tanya Kedasih terkejut. "Kayaknya mas Shin cuma satu deh..."
Garvita tertawa. "Pantas kamu bisa tabah dengan mas Shin. Sama-sama satu server."
***
Para wanita di dalam penthouse itu tampak asyik mengobrol berbagai macam hal. Apalagi yang sudah memiliki anak, rata-rata keluhannya sama. Anak mereka bar-bar.
"Mau gimana? Kita sendiri juga bar-bar!" gelak Blaze yang sudah memiliki dua anak, Rania dan Rase.
Nadira melihat calon adik iparnya pun langsung menghampiri Elane dan Kedasih yang masih mengobrol dengan Sakura, Garvita, Raine dan Kalila.
"Ohya, aku mau mengucapkan selamat bergabung di keluarga yang amburadul ini ke Kedasih Jayanti yang diajak oleh Shinichi karena juga permintaan Sakura dan Elane Moon, yang sedang dalam proses penjajakan dengan adikku, Eagle. Semoga kalian tidak shock ya?" senyum Nadira.
__ADS_1
"Terima kasih mbak Dira. Meskipun aku masih berusaha menghapal nama kalian satu-satu" ucap Kedasih.
"Terima kasih mbak Dira dan semua wanita-wanita cantik di ruangan ini yang sudah menerima saya. Sejujurnya saya sedikit cemas ketika Eagle mengajak saya ikut karena ... siapa lah saya yang harus bersama dengan wanita-wanita hebat dan sultan ini. Tapi, Mbak Dira, Sakura dan Garvita meyakinkan saya untuk ikut. Dan ternyata bayangan saya, kalian akan memandang saya bukan siapa-siapa, hilang sama sekali. Saya seperti mendapatkan saudara perempuan yang asyik dan seru." Elane terdiam. "Saya terlalu banyak bicara ya?" tanya wanita berhijab itu.
"Iyaaaa!!!" seru para cicit perempuan Keluarga Pratomo itu sambil tertawa.
Elane menundukkan wajahnya dengan pipi merah padam.
"Ya ampun Elane, pantas Eagle jatuh cinta sama kamu soalnya kamu menggemaskan!" gelak Leia.
"Mbak Leia, aku mohon dengan sangat, karena aku yang tinggal sama mas Eagle, sudah diberikan amanah untuk tidak menularkan virus bar-bar dan gesrek ke Elane Eonni" pinta Sakura demi membuat Elane tidak merasa malu.
"Sakura, apa kamu tidak belajar dari pengalaman sih?" balas Blaze.
"Virus bar-bar dan receh itu menular. Jadi sebenarnya Elane sudah terkontaminasi sedikit dengan berani banyak bicara. Yakin deh, sebentar lagi bakalan ketularan tuh Elane dan Kedasih, macam Rin" timpal Blaze.
"Lho kok bawa-bawa aku? Aku kan sudah bar-bar duluan..." senyum Rin. "Kalian tahu sendiri aku mantan Yankee dan Yakuza Freezer itu selalu memanggil aku Yankee kan?"
Para sepupu iparnya tertawa mendengar panggilan sayang Rin ke Luke Bianchi.
"Yankee itu apa?" tanya Elane bingung sedangkan Kedasih yang baru tahu Rin mantan Yankee hanya bisa melongo.
"Intinya preman cewek di Jepang. Mbak Rin itu jago main Kendo lho" jawab Sakura.
Elane menatap Rin tidak percaya karena saat ini penampilan Rin tidak seperti yankee tapi lebih ke hot mommy. Masa sih?
"Kamu nggak percaya Elane? Believe me, aku dulu preman banget!" gelak Rin membuat Elane dan Kedasih melongo. "Maka tak heran kalau cocok dengan Luke."
Elane menoleh ke arah Sakura dan Garvita. Ya Allah, keluarga Eagle kok ya nano nano begini sih?
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️